Tampilkan postingan dengan label Sulsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sulsel. Tampilkan semua postingan

Gabung Golkar, ACM Puji Keberanian Ome

PALOPO – Munculnya nama Akhmad Syarifuddin  atau yang lebih akrab disapa Ome, untuk turut membesarkan Partai Golkar diapresiasi positif oleh Andi Cincing Makkasau (ACM), tokoh Golkar yang dikenal dekat dengan Gubernur Syahrul Yasin Limpo ini.
Dalam wawancara lewat sambungan telepon Rabu malam, 06/09, ACM memuji keberanian Wakil Walikota Palopo ini untuk  ikut memberi warna segar bagi Partai Golkar seperti rumor yang belakangan kencang berhembus. Diketahui, dengan beredarnya SK Pengurus versi Plt Golkar Nurdin Halid membuat gonjang-ganjing peta perpolitikan di Luwu Raya utamanya Palopo yang sedang panen isu politik. Santer diberitakan Ome mempersiapkan dirinya untuk maju menantang Walikota HM Judas Amir dengan menyiapkan beberapa kendaraan politik yang juga nampak serius ingin mengusung putera Ketua MUI Palopo ini.

ACM sekaligus membantah rumor bahwa kehadiran Ome dalam Partai Golkar sebagai jebakan lawan-lawan politiknya agar Wawali Palopo ini berada dalam kubu yang salah. “saya tegaskan tidak ada kubu-kubu, Nurdin Halid bisa saja dan itu dibolehkan, sepanjang membuat pengurus sementara yang tujuannya adalah dalam rangka mempersiapkan musda Partai Golkar Sulsel. Golkar malah berterima kasih Ome mau ikut membantu partai ini,” ujarnya. ACM juga menyebut siapa saja boleh masuk bergabung dan nanti jika SK definitif telah ada, maka mau tidak mau Ome harus menunjukkan Surat Pengunduran dirinya selaku Aparatur Sipil Negara karena aturan UU ASN memang melarang seorang PNS untuk berpolitik praktis atau terjun langsung sebagai pengurus partai.

ACM menganggap isu tentang SK Pengurus versi  Nurdin Halid dan perang antara dua kubu dalam Partai Golkar Sulsel sebagai isu yang dimainkan oleh para kompetitor Ome yang sedang dilanda ketakutan.

“tujuannya jelas agar Ome batal masuk sebagai pengurus karena kalau Ome sampai masuk, berarti itu ancaman serius dan pergerakan Ome akan semakin sulit dibendung, ini yang saya cermati,” tandas ACM.

Sempat beredar isu jika masuknya Ome dalam kepengurusan Nurdin Halid sebagai jebakan dari lawan politik Ome sendiri, karena toh pada akhirnya bukan kubu Nurdin Halid yang akan memegang peranan dalam konstalasi politik Golkar Sulsel pasca Musda, melainkan kubu Ichsan Yasin Limpo sehingga didramatisir sedemikian rupa seolah-olah Ome sengaja “dimainkan” pada kubu yang salah. Lagi-lagi ACM membantah bahkan kembali menegaskan bahwa Golkar Sulsel sangat solid, tidak ada istilah kubu-kubuan, jika muncul, itu hanya dinamika sesaat, yang jelas semua sepakat mendukung Ichsan Yasin Limpo. 

“Tidak ada kubu Nurdin Halid, karena beliau itu pengurus DPP masak mau turun kelas menjadi Ketua DPD I, kan tidak masuk akal? Saya tegaskan semua solid untuk mendukung IYL, dan kaki Ome di partai Golkar sudah 60%, saya berani taruhan, tidak ada yang mampu menghalangi dia bergabung di Partai Golkar,” kunci ACM seraya meminta agar media jangan mengkompori hal-hal yang dianggap tidak masuk akal.(*)

OPINI: Ketika Sang Komandan Memilih Bertahan di Kapal Tua

Ketika Sang Komandan Memilih Bertahan di Kapal Tua
(Dedikasi untuk Syahrul Yasin Limpo)
oleh : Iccank Razcal

Banyak orang yang tidak habis pikir, mengapa Syahrul Yasin Limpo, Gubernur yang juga mantan Ketua DPD Partai Golkar Sulsel, terkesan membiarkan dirinya tetap bertahan di Partai Golkar, kapal tua yang kini ditinggalkan kolega dekatnya, satu per satu.
Rayuan maut para petinggi partai ia tampik secara halus. Terakhir, Surya Paloh sampai harus rela menginap 2 hari 2 malam di Makassar agar Syahrul Yasin Limpo mau ikut dengan dirinya ke Jakarta menjadi pejabat penting di Partai Nasdem. Bukan hanya Surya Paloh, petinggi Partai Perindo dan PAN konon juga pernah menawari ia jabatan strategis di partai masing-masing.
Tetapi Sang Komandan tetap tak bergeming, teguh bak batu karang, belum mau bersikap dan memilih untuk tetap berada diatas kapal tua itu. Meskipun di Partai Kuning ini Sang Komandan  juga ditawari jabatan yang tidak kalah bagusnya. Komandan memang kini jadi rebutan. Pesonanya pasca gagal dalam perebutan kursi pimpinan Partai Golkar bersama 5 calon lain tetap memancar bahkan semakin membuat aura kepemimpinannya memikat simpati para petinggi partai lain, diluar partai Golkar.

Syahrul Yasin Limpo menunjukkan bahwa dirinya adalah kelas negarawan sejati. Ia tentu banyak belajar dan menimba ilmu pada Jusuf Kalla, Sang Wapres yang juga hingga saat ini memilih tetap bertahan di kapal tua, yang angker itu. Memudarnya citra Partai Golkar tidak serta merta membuat kedua tokoh Sulsel ini lantas ikut angkat koper dan berganti kendaraan politik.
Agaknya, alasan Sang Komandan untuk tetap bertahan adalah pilihan paling bijaksana, logis dan masuk akal. Kekecewaan atas kegagalan ia saat bertarung dalam perebutan kursi Ketua Umum Partai beringin ini tidak ia lampiaskan secara frontal. Ada strategi lain, yang masih coba diterka-terka para pengamat dan koleganya. Syahrul percaya bahwa pesonanya tidak akan meredup bahkan ketika ia gagal jadi orang nomor satu di partainya. Konon, Presiden Jokowi pernah menawari jabatan khusus bagi dia, tapi ia pun masih berpikir. Ia masih fokus membenahi Sulawesi Selatan, dalam sisa masa jabatan dua tahun ke depan, meskipun sinyal untuk mengakhiri karier politik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sulsel telah ia sampaikan secara terbuka. Bahkan ketika Nurdin Halid ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas sementara, SYL dengan santai dan legowo menerima pemberhentian dirinya.

"Yang penting adalah Partai Golkar tetap jalan dengan baik dan bisa berfungsi untuk rakyat. Jangan partai ini dipakai dagang-dagang, dipakai lobi-lobi," kata Syahrul suatu ketika.

Di depan mata, Pemilihan Gubernur Sulsel sudah tidak lama lagi. Persiapan Sang Komandan untuk estafet kepemimpinan semakin membuat dirinya berada dalam posisi dilematis. Adalah sang wakil, Agus Arifin Nu’mang yang konon ia restui untuk maju menggantikan dirinya. Namun dari pihak keluarga dekatnya, justru Ichsan Yasin Limpo juga berambisi menggantikan sang kakak. Kondisi ini membuat konstalasi politik Sulsel semakin hangat. Sebagai negarawan, lagi-lagi Sang Komandan  diuji untuk memperlihatkan kehebatan dalam berpolitik.

Sebenarnya skenario ke arah itu sudah ia siapkan. Step by step, jika tidak ada aral, langkah Sang Komandan menuju tugas baru sedang disusun rapi. Dalam benak kebanyakan orang, memilih pinangan Partai Nasdem adalah pilihan paling “mewah” mengingat partai ini sedang berada di puncak kekuasaan sebagai the ruling party. Namun, ada sesuatu yang masih mengganjal. Suksesi di Sulsel baginya harus ia kawal hingga tuntas. Juga demi meredam perpecahan antar keluarga, jika kelak, sang adik tetap ngotot maju sebagai calon gubernur.

Terakhir, perebutan kursi pimpinan di DPD Golkar Sulsel tidak lagi semeriah dulu. Sejak komandan memilih untuk tidak lagi mempertahankan jabatan ketua, dan sejak pindah perahunya kolega SYL dari partai Golkar ke partai lain, maka praktis kekuatan Partai Golkar Sulsel semakin berkurang. Golkar semakin berada di posisi sulit. Ini adalah bentuk perlawanan Syahrul dan koleganya pada partainya sendiri yang dianggap tidak adil saat Ketum Setya Novanto menyusun kabinet barunya. Padahal semua orang tahu, Sulsel adalah basis Golkar yang secara nasional paling solid. Golkar Sulsel ketika SYL dicederai maka tidak ada obat, mereka lebih memilih meninggalkan kapal ini satu persatu, dan ini yang sedang terjadi.

Menarik ditunggu dan dicermati ketika seorang Syahrul yang kini berada di simpang jalan, harus memutuskan kemana ia akan melangkah. Menerima tawaran Surya Paloh akan membuat dirinya dicap sebagai “penghianat” oleh Partai Golkar. Sementara jika terus bertahan, ia tetap tidak mendapat jabatan penting di partainya sendiri. Sekalipun duduk di kursi Dewan Pembina/Penasehat bagi dia, tidak cukup untuk membayar ketokohan dirinya. Sepertinya, kursi menteri adalah pilihan paling pas, meski Presiden Jokowi sendiri pernah memberi isyarat tentang itu, tetapi lagi-lagi, kendaraan politik dan timing untuk reshuffle kabinet sudah lewat waktunya. Yang ada sekarang, receh-receh politik yang sudah ia tampik satu persatu. Sisa satu lagi skenario, yang hanya SYL dan Tuhan yang tahu. Bahkan orang terdekatnya sekalipun belum ia sampaikan. Pilihan terakhir ini sesungguhnya masuk akal dan jawaban atas keresahan banyak orang, yang hingga kini masih bersimpati pada Sang Komandan. Apakah itu, mari kita tunggu. Wallahu ‘alam.
*) Penulis adalah pengamat masalah sosial politik, mantan broadcaster, berdomisili di Kota Palopo.


“Kombinasi Muda-Tua” lagi Trend, Ome Pastikan Maju Pilwalkot dengan Tokoh Senior

PALOPO - Kombinasi Pasangan “Muda-Tua” mewacana dalam perhelatan Pilwalkot Palopo, Pilkada Luwu dan Pilgub Sulsel. Ishak Yswandi salah seorang pengamat politik mengungkapkan hal itu dalam sebuah kesempatan di salahsatu warkop di Kota Palopo, Jumat siang, 25/03. Mantan reporter Radio Bharata ini mengatakan ada hal yang menarik dari penelusuran dia seputar wacana pilkada dan yang nampak menjadi trend adalah kombinasi pasangan dimana yang jadi 01 adalah yang berusia muda sementara wakilnya adalah tokoh yang usianya terbilang senior alias tua. Ia mencontohkan pasangan Jokowi-JK, sebagai salahsatu contoh nyata. Untuk skala Sulsel, misalnya di Luwu Utara bupati Indah Putri Indriani yang berusia 39 tahun berpasangan dengan wakilnya Muh. Thahar Rum yang usianya sudah masuk kepala 6. Di Gowa kita punya Adnan Purichta Ichsan YL yang berpasangan dengan H Abd Rauf Malagani.  

Menariknya di Trenggalek Jawa Timur, bupatinya berusia 31 tahun sedangkan sang wakil bupati baru berumur 25 tahun. Untuk bupati termuda tercatat Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang baru berusia 26 tahun menjabat bupati Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat, sedangkan gubernur termuda ada pada Ridho Ficardo pemuda kelahiran Juli 1980 menjabat gubernur Lampung yang juga adalag Ketua DPD Partai Demokrat Lampung.

“Kombinasi Muda-Tua” adalah trend yang bisa diterjemahkan sebagai masa peralihan generasi, dimana generasi yang lahir di tahun 70-an akhirnya akan jadi pemimpin menggantikan tokoh-tokoh angkatan 60-an,” beber Ishak. Meski begitu, peran sang wakil sebagai pendamping juga sangat menentukan di masa peralihan ini.

Ditemui di kediamannya, Ome demikian sapaan akrab Akhmad Syarifuddin, walikota Palopo ini walau masih sedikit malu-malu namun ketika ditanya perihal kesiapan dirinya maju Pilwalkot Palopo, "soal itu nanti saja, masih lama, kita kerja dulu, tapi jika masyarakat menghendaki ya kita harus siap" ujarnya. Disinggung soal hubungannya dengan Judas Amir yang nampaknya pecah kongsi di Pilwalkot mendatang ia juga enggan mengungkapkan. Ia nampak kecewa dengan partnernya saat Pilwalkot 2013 lalu yang berhasil menumbangkan rival beratnya pasangan HATI. Soal kombinasi muda-tua, ia sependapat. Menurutnya, kota Palopo memerlukan energi yang besar dan itu ada pada tokoh muda. "kita lihat saja Bandung, walikotanya luar biasa, muda kreatif dan relijius," paparnya. Soal tokoh senior yang digadang-gadang akan ditandemkan dengan dirinya, Ome secara diplomatis berkata," hahaha, masih jauh pilkada, tetapi memang sudah ada beberapa nama tokoh senior, saya rasa, tokoh senior ini baik untuk jadi perekat dan bisa mengayomi serta membimbing tokoh muda, konsep muda-tua memang ideal untuk membangun Palopo, tetapi soal nama belum bisa kita buka sekarang," tambahnya lagi. 

Nah, jika para kontestan jeli, khususnya di Pilkada Luwu, Palopo dan Pilgub Sulsel pintar-pintarlah membaca situasi. Harusnya wacana “kombinasi muda-tua” ini bisa jadi pedoman mereka terutama dalam memilih pasangan. Karena faktor pendamping atau sang wakil sangat signifikan mengkatrol perolehan suara.
“biasanya tokoh senior yang dijadikan wakil memiliki basis massa yang kuat, karena dari segi pengalaman baik di organisasi maupun di level birokrasi mereka sudah cukup makan asam garam, saran saya, agar para kandidat berhitung cermat, saya haqqul yakin, jika trend ini kian menguat di Pilkada mendatang,” kunci Ishak.(R11/Ard)

Ini Prestasi Gemilang Luthfi Andi Mutty Pimpin NasDem Sulsel


Sosok Opu Luthfi Andi Mutty kala menjabat sebagai Ketua NasDem Sulsel memiliki daya tarik dan akhirnya sukses menggaet 2 bupati, 3 wakil bupati dan 2 mantan bupati di Sulsel untuk bergabung dengan partai besutan Surya Paloh tersebut.
Pada era kepemimpinan Luthfi yang juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah NasDem Sulsel, nyatanya menarik minat Bupati Bulukumba A Sukri Sappewali bergabung di NasDem dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPD NasDem Bulukumba, dan Bupati Tana Toraja Nico Biringkanae juga menjadi Ketua Dewan Pertimbangan DPD NasDem Tana Toraja.
Sementara itu, wakil bupati yang bergabung dengan NasDem yakni Wakil Bupati Maros Andi Harmil Mattotorang, Wakil Bupati Luwu Utara (Lutra) MuhThahar Rum, serta Wakil Bupati Luwu Timur (Lutim) Iwan Bachri Syam, masing-masing dengan jabatan Ketua DPD NasDem di daerahnya masing-masing.
“Untuk Pak Iwan Bachri Syam di Lutim, SK penunjukan senagai Ketua DPD NasDem Lutim sedang berproses di DPP,” terang Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPW Partai NasDem Sulsel Rudianto Lallo.
Sedangkan mantan bupati yang gabung di NasDem adalah mantan Bupati Luwu Basmin Mattayang yang menjabat sebagai Ketua DPD NasDem Luwu, dan mantan Bupati Jeneponto Baharuddin Baso Tika yang bergabung dan memimpin DPD NasDem Jeneponto.
Selain dari kalangan birokrat, Luthfi juga sukses menggaet sejumlah pengusaha ternama di Sulsel untuk duduk dalam kepengurusan. Seperti Ketua HIPMI Makassar Andi Imran Mappasonda yang diplot pada posisi Bendahara DPW Partai NasDem Sulsel.
Kemudian, ada pula pengusaha yang kemudian dipercayakan duduk sebagai Wakil Bendahara NasDem Sulsel, yakni Muh Sadar dan Ruslan Basri.
Selain itu, bergabung pula dalam struktur kepengurusan DPW NasDem Sulsel pengacara senior Makassar Hasman Usman yang juga menjabat ketua Assosiasi Advokat Indonesia (AAI) Sulsel. Hasman Usman duduk sebagai Wakil Ketua Bidang Hukum DPW Partai NasDem Sulsel.(rilis)

10 Bupati Dilantik, Sisa 1 yang Akan Menyusul

MAKASSAR - 10 kepala daerah atau bupati terpilih pada Pilkada Serentak 9 Desember 2015 lalu resmi dilantik di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu 17 Februari 2016 kemarin. Hanya bupati Toraja Utara yang mundul dari jadwal pelantikan karena masa jabatan yang baru akan berakhir pada Maret 2016 mendatang.
Para Bupati dan Wakil Bupati terpilih Sulawesi Selatan (Sulsel) telah dilantik Presiden RI melalui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di halaman kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Pemasangan tanda pangkat jabatan dan penyematan tanda pejabat serta penyerahan Surat Keputusan dari Menteri Dalam Negeri dilakukan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin limpo atas nama Presiden Republika Indonesia Joko Widodo. Selanjutnya penandatanganan berita acara pelantikan, kemudian dilanjutkan dengan penandatangan pakta integritas seluruh bupati dan wakil bupati yang sudah dilantik sebelumnya.

10 pasangan Bupati-Wakil Bupati yang telah dilantik  adalah:
1. Andi Sukri Sappewali – Tomy Satria (Kabupaten Bulukumba)
2. Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Kr Kio (Gowa).
3. Hatta Rahman – A Harmil Matotorang (Maros)
4. Basli Ali – Zainuddin (Selayar)
5. Syamsuddin Hamid - Syahban Sammana (Pangkep)
6. Niko Bringkanae - Victor Datuan Batara (Tator)
7. Indah Putri Indriani - Thahar Rum (Luwu Utara).
8. Muh. Thorieq Husler - Irwan Bahri Syam (Luwu Timur)
9. Andi Idris Syukur - Suardi Saleh (Barru)
10. Andi Kaswadi Razak - Supriansa Mannahau (Soppeng).

Dalam kata sambutannya Syahrul Yasin Limpo mengatakan para Bupati-Wakil Bupati terpilih harus turun ke tengah rakyat melaksanakan janji-janji saat berkampanye lalu.
“Jangan duduk dibelakang meja, tapi turunlah ke tengah tengah masyarakat pastikan pokok-pokok kebutuhan rakyat terpenuhi” ucap Syahrul saat menyampaikan pidatonya dihadapan undangan dan Bupati-Wakil Bupati yang baru saja dilantik.

Polrestabes Kota Makassar mengerahkan sebanyak 400 Personilnya guna melancarkan arus lalu lintas Maros-Makassar, dari pengendara yang melewati kantor Gubernur Sulsel. Cuaca Kota Makassar yang sebelumnya sempat hujan mulai reda saat upacara pelantikan ini dimulai.(Widi)

Pelantikan Kepala Daerah Disiarkan Langsung VE Channel, Sejumlah Daerah Gelar Nobar

Stasiun televisi VE Channel akan menyiarkan langsung pelantikan 10 kepala daerah di halaman Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (17/2/2016).  Sementara untuk daerah yang kepala daerahnya dilantik akan digelar nonton bareng pelantikan bupati. Stasiun yang memilih tagline Suara Timur Indonesia ini telah menyiapkan kemasan dan program khusus pada proses pelantikan kepala daerah.  

Seperti dilansir rakyatku.com, program tersebut bertajuk Pemimpin Pilihan Daerah yang akan tayang mulai pukul 08.00 Wita hingga 17.00 Wita,  Rabu 17 Februari 2016. Menurut Eksekutive Produser Pemimpin Pilihan Daerah, Nurdin Amier, program ini bukan sekadar menayangkan secara langsung pelantikan 10 kepala daerah. “Kami menyiapkan segmen lain. Misalnya, menghadirkan narasumber di studio yang akan membahas potensi ke 10 kabupaten dan bagaimana kepala daerah tersebut mengelolah wilayahnya ketika telah memimpin,” kata Nurdin. Selain itu,  VE Channel juga menghadirkan para kepala daerah yang akan dilantik melalui talk show.  “Ada yang taping ada pula yang kami hadirkan melalui studio,” kata Nurdin.

Sementara di lokasi pelantikan, VE Channel mendirikan studio mini,  sehingga pelantikan yang dihelat oleh pemerintah Sulsel ini nyaman dan menarik ditonton dengan baik oleh masyarakat Sulsel. Apalagi VE Channel telah ditonton oleh seluruh kota dan daerah di Sulawesi Selatan. Manager Marketing dan Sales VE Channel Andi Rizaldi Sabir mengungkapkan,  sejumlah daerah yang kepala daerahnya dilantik juga akan menggelar nonton bareng (nobar) di wilayahnya seperti Soppeng,  Tana Toraja dan Luwu Utara. “Kehadiran VE Channel di kota kota lain bisa membantu masyarakat setempat untuk menyaksikan langsung pilihan mereka saat proses pelantikan berlangsung,” kata Rizal. Dia menambahkan, bahwa seluruh daerah yang kepala daerahnya dilantik hari Rabu besok telah menerima siaran VE Channel dengan tajam dan jernih.(Net)

Foto Courtesy : rakyatku.com

Karam di Teluk Bone, Korban KM Marina Baru 2B Dievakuasi ke Kolaka

Proses evakuasi korban KM Marina Baru 2B. (Foto: Getty Images)
SIWA - Kapal cepat KM Marina Baru 2B yang berangkat dari Kota Kolaka, Sulawesi Tenggara menuju Siwa Sulawesi Selatan karam di perairan Teluk Bone. Kapal yang yang berangkat dari pelabuhan Kota Kolaka pukul 11.00 siang seharusnya tiba di pelabuhan Siwa pukul 15.00 siang.
“Informasi yang kami terima seperti itu. Di dalam kapal kalau total penumpang 122 orang,” Anggota Kepolisian Kawasan Pelabuhan Kolaka, Gunawan, Sabtu (19/12/2015).
Adapun penumpang yang terdaftar menurut dia, terdiri dari 12 anak buah kapal (ABK), 91 penumpang dewasa, 5 orang anak-anak, dan 14 orang balita.. Ia menambahkan, informasi yang diterima kapal cepat itu kemasukan air.
“Katanya didalam kapal masuk air. Tempatnya itu di perairan teluk Bone dan sekitar 12 mil dari pelabuhan Siwa. Sampai saat ini belum ada tim penyelamat yang tiba ditempat yang diduga ada kapal itu. Nah kesimpulannya sampai sekarang kami belum tahu perkembangan dan info yang kami terima beberapa jam lalu hanya kemasukan air,” tambahnya.
Saat ini ombak yang ada di perairan teluk Bone dinilai cukup tinggi.
“Ombak memang sampai tiga meter. Pokoknya sekarang kami dalam perjalanan menuju yang diduga lokasi kapal itu,” ujarnya.
Warga Kota Kolaka yang menerima informasi jika keluarga mereka ada didalam kapal cepat itu terlihat panik. Pasalnya hingga saat ini belum ada kabar yang pasti.
“Kami butuh kejelasan. Sampai sekarang kami belum tahu nasib keluarga kami,” ucap Dian, salah seorang warga yang kerabatnya ada di kapal tersebut.
Kepala Polres Wajo, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M Guntur yang dikonfirmasi mengatakan proses evakuasi korban kapal yang karam di Teluk Bone tersebut dilakukan ke Kolaka.
“Kabar yang saya peroleh, proses evakuasi ke Kolaka. Apalagi angin bertiup ke Kolaka dan jarak lebih dekat ke sana. Karena kalau di Siwa, jaraknya sekitar 14 mil. Basarnas sementara evakuasi korban ke Kolaka,” katanya.

Ia menyebutkan, Polres Wajo dan Basarnas juga bersiaga di dermaga Wajo. “Kabarnya kapal tersebut belum tenggelam dan masih kelihatan,” tambahnya.(Net)

Biodata Tidak Lengkap, KPU Lutra Akhirnya Dilapor ke Polisi

MAKASSAR - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Utara terancam dipidanakan pasangan calon nomor urut dua, Arifin Junaidi-Andi Abdullah Rahim, ke polisi. KPU setempat dianggap mencemarkan nama baik, penyalahgunaan kekuasaan, dan pemalsuan dokumen bagi pasangan yang diusung empat partai politik ini.

“Rencananya Senin besok kami laporkan KPU Luwu Utara ke polisi. Kami sudah laporkan ke panitia pengawas Luwu Utara,” ujar calon Wakil Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, Minggu, 13 Desember 2015.

Seperti dilansir Tempo Online, menurut Andi Rahim, kesalahan Komisioner KPU Luwu Utara berupa biodata daftar calon tetap (DCT). Di salah satu item yang tertulis dalam biodata tersebut bertuliskan calon inkumben Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi, hanya tamatan sekolah dasar (SD). Biodata itu dipajang di seluruh tempat pemungutan suara (TPS). ”Ini merugikan kami. Tentu pemilih membaca dan tidak akan memilih kami,” ujarnya.

Andi Rahim menuding, kesalahan KPU memasukkan biodata dan dipajang di seluruh TPS menjadi salah satu faktor kekalahan pasangan yang diusung PAN, PKS, PKB, dan Hanura ini. Dari rekapitulasi suara di kecamatan yang diunggah di situs KPU RI. Pasangan calon Indah Putri Indriani-Muhammad Thahar Rum memperoleh 90.824 suara atau 53.60 persen. Sedangkan Arifin Junaidi-Andi Abdullah Rahim mendapat 78.615 suara atau 46.40 persen. Data ini sudah masuk 100 persen di 580 TPS di Luwu Utara. ”Kami meminta rekapitulasi dihentikan sementara waktu. Ini sungguh merugikan kami,” ucap Abdullah.

Adapun Ketua KPU Luwu Utara Suprianto saat dimintai konfirmasi tidak membantah adanya kesalahan memasukkan biodata. Menurut dia, kesalahan itu terjadi saat pencetakan. KPU baru mengetahui setelah biodata DCT itu terpajang di TPS. “Kami minta maaf atas kekeliruan ini. Biodata aslinya kami sudah serahkan ke Panwas sebagai alat bukti,” ujar Suprianto.

Suprianto tidak mempersoalkan bila pasangan Arifin Junaidi-Andi Abdullah melaporkan pihaknya ke polisi. ”Kesalahan ini bukan kesengajaan KPU tetapi kelalaian dari pencetakan,” ujarnya berdalih.

Ketua Panwaslu Luwu Utara, Rahmat, mengatakan telah terjadi dugaan kelalaian yang dilakukan KPU setempat terhadap pasangan calon bupati dan wakil bupati, Arifin Junaidi-Andi Abdullah Rahim, ihwal latar belakang pasangan calon yang maju di pilkada ini. Menurut dia, kelalaian memasukkan data bukan hanya terhadap pasangan calon nomor urut dua. Tapi pasangan calon nomor urut satu juga mengalami nasib yang sama.

Untuk pasangan calon nomor urut satu, Indah, KPU tidak mencantumkan tanggal lahir di daftar riwayat hidup yang ada di DCT. Sedangkan calon nomor urut dua, Arifin Junaidi, tidak dicantumkan riwayat pendidikannya dan pekerjaannya. ”Kami akan memeriksa salah seorang Komisioner KPU Luwu Utara. Kalau ditemukan telah terjadi dugaan pelanggaran kode etik, kami lanjutkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP,” ujar Rahmat.(Tempo/Ferdi)

Senin Pleno Penetapan KPU, Ini Info Grafisnya: Pilkada Lutra, PINTAR Tangguh di 8 Kecamatan

Tabulasi Suara Pilkada di KPU Luwu Utara Kamis 8/12 lalu, telah selesai direkap, dan menurut rencana sidang pleno penetapan KPU Lutra akan dilakukan Senin lusa, 21 Desember 2015. 
P1ntar sapu bersih di 8 Kecamatan sedangkan Manassa merajalela di 4 Kecamatan meski dengan selisih tipis. Dari 580 TPS dimenangkan Pasangan Indah-Thahar 53,60% dan Pasangan Arjuna-Rahim 46,40%, dengan selisih suara 12.210 atau 7,21%. 

Berikut info grafisnya :





Courtesy : KPU Luwu Utara 
Diolah : Bag. Riset Data DETEKSI

(Iccank)

Didera Konflik, Golkar Tumbang di Sulsel

SULSEL - Perseteruan panjang yang terjadi di kubu Partai Golkar telah berdampak  pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Provinsi Sulawesi Selatan. Pasangan calon usungan Golkar pun satu persatu berguguran.
“Kenyataan selama ini adalah “hukuman” yang harus diterima Partai Golkar, buah dari perpecahan di tingkat elite yang telah membawa korban bagi para kader dan usungannya di pilkada,” ujar Adi Suryadi Culla, Pakar Politik dan Pemerintahan Universitas Hasanuddin (Unhas) Kamis 10/12.
Sulsel merupakan lumbung Partai Golkar namun dalam pilkada serentak 2015, usungan partai berlambang beringin ini tumbang. Di Kabupaten Gowa, Partai Golkar mengusung Syahrir Syarifuddin Dg Jarung yang terpuruk diantara empat paslon lainnya, demikian juga di Tana Toraja Theofilus Allorerung, Toraja Utara Frederik Batti Sorring, di Bulukumba Kahar Muslim dan di Barru Anwar Aksa, semuanya kalah telak dalam perolehan suara. Hanya satu daerah yang berhasil direbut usungan Golkar yaitu di Soppeng oleh Ketua DPD Partai Golkar HA Kaswadi Razak yang mengantongi rekomendasi usungan dari dua kubu berseteru, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono.
Menurutnya, perseteruan elite menjadi penyebab anjloknya kepercayaan publik atau konstituen terhadap calon yang diusung Golkar, sikap publik secara psikologis atau hubungan emosional massa terhadap calon sangat ditentukan oleh citra politik kelembagaan yang mengusung. Dalam kondisi kepercayaan terpuruk sangat sulit bagi mesin politik Golkar bisa mengantarkan keberhasilan calonnya.
Ada dua faktor yang menjadi penilai, yaitu faktor yang bersumber dari kompetensi figur dan yang kedua berkaitan dengan citra partai yang mengusung.
“Kondisi Golkar di pilkada saat ini seperti menepis air didulang dan terpercik di wajah sendiri,” pungkasnya.
Adi menambahkan, pengalaman buruk dalam pilkada ini harus menjadi warning bagi Golkar, inilah saatnya untuk membangun kembali kekuatan menghadapi pertarungan demokrasi mendatang, baik di legislatif maupun presiden.

Sementara itu bagi pengamat politik Ishak Yswandi menilai carut marut di tubuh partai beringin membuat masa depan partai ini semakin suram. Golkar suatu saat akan menjadi partai gurem jika pengurusnya tidak segera rujuk dan bersatu kembali. “Sulsel dulu dikenal sebagai basis Golkar meskipun reformasi 1998 terjadi dan Orde baru tumbang. Tapi setelah dualisme ditubuh Golkar secara perlahan Golkar menuju kematian,” tandasnya di sebuah kedai kopi di Kota Masamba, Rabu malam 09/12.
Mantan broadcaster ini menyayangkan jika kubu Aburizal maupun Agung Laksono lebih memikirkan kepentingan pribadi dan golongan ketimbang kepentingan yang jauh lebih besar. “sayang jika partai yang diisi oleh orang-orang hebat ini kemudian sekarat dan tinggal nama besar akibat ego elit di Jakarta,” kuncinya.


Editor : Rahmat

Ciyee, Indah Bupati Perempuan Pertama di Sulawesi Selatan

LUWU UTARA - Sejarah baru telah terukir, Pilkada Luwu Utara telah memberikan panggung utama bagi Indah Putri Indriani sebagai bupati perempuan pertama di Sulsel yang memenangi Pilkada Serentak 2015 berdasarkan Quick Count dua lembaga survey yakni CRC dan JSI. 

Tanggal 9 Desember 2015 kemarin, adalah hari lahirnya perubahan di Luwu Utara, hari dimana rakyat Luwu Utara dengan bebas merdeka memilih hati nurani ditengah maraknya intimidasi dan politik uang. Akhirnya incumbent yang menguasai birokrat tumbang ditangan Pasangan Indah-Thahar yang berakronim "PINTAR". 

"Syukur alhamdulillah, ini bukan kemenangan saya dan Pak Thahar ini kemenangan rakyat Luwu Utara, kemenangan kita semua," ujar Indah kemarin sore, Rabu 09/12, di kediamannya di Kanjiro Sukamaju saat menyaksikan tayangan Quick Count di salah satu media online bersama tim data center yang sudah ia persiapkan.

Indah hanya berpesan singkat, agar simpatisan tidak larut dalam euforia kemenangan, yang kalah harus dihargai. "pilkada telah usai mari kita dengan kebersamaan bangun Luwu Utara," ucapnya dengan wajah berseri. Ada tangis bahagia manakala ribuan massa simpatisan sore itu menyambangi kediamannya sekedar berbagi kebahagiaan dan mengucapkan selamat pada kandidat yang selama ini begitu deras dihujat dan dijadikan bulan-bulanan isu yang bersifat negative campaign. 

Indah Putri Indriani, perempuan kelahiran 7 Februari 1977, putri pasangan Musallang Sumasse dan A Nurhayati Tahir sebelumnya adalah wakil bupati Lutra periode 2010-2015. Kesederhanaannya bersama Thahar Rum adalah magnet bagi rakyat Luwu Utara memilih dia dengan kisaran angka 54%. 

Indah Putri Indriani, akhirnya tercatat dalam sejarah menjadi bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan. Sebelumnya, Tri Risma Harini (Surabaya Jawa Timur) tercatat sebagai walikota perempuan pertama dan Rustriningsih (Kebumen, Jawa Tengah) sebagai bupati perempuan pertama di Indonesia. 

Berikut 27 Perempuan Sukses di Pilkada Serentak 2015 :
1. Airin, walikota Tangerang Selatan
2. Ratu Tatu, bupati Serang
3. Risma, walikota Surabaya
4. Sri Sumarni, bupati Grobogan
5. Cellica, bupati Karawang
6. Neni Moerniaeni, walikota Bontang
7. Rita, Bupati Kutai Kertanegara
8. Chusnunia, Lampung Timur
9. Asmah Gani, bupati Nunukan
10. Ilmiati, wakil bupati Wakatobi
11. Indah Putri Indriani, bupati Luwu Utara
12. Anna S, bupati Indramayu
13. Kartika, wakil bupati Lamongan
14. Vonnie Anneke Panambuan, Kab. Minut (Sulut)
15. Irna, bupati Pandeglang
16. I Gusti Ayu Mas Sumantri, bupati Kab. Karangasem Bali
17. Hj Indah Damayanti Putri, bupati Kab Bima NTB
18. dr. Faida, MMR, bupati Jember
19. dr. Hj. Haryanti Sutrisno, bupati Kediri
20. Christine E Paruntu, bupati Minahasa Selatan.
21. Neti Herawati, wakil bupati Kepahiang, Bengkulu.
22. Dr. Mirna, bupati Kendal.
23. Hairiah, wakil bupati Sambas.
24. Badingah, bupati Gunung Kidul.
25. Sri Muslimatin, wakil bupati Sleman
26. Merya Nur, wakil bupati Kolaka
27. Ir. Herevita, wakil walikota Semarang
Editor : Iccank Razcal

Ini Dia Pemenang Quick Count di 5 Pilkada Sulsel

Celebes Research Center (CRC) akhirnya merampungkan penghitungan cepatnya untuk lima daerah Pilkada.
Penghitungan cepat CRC digelar di Four Points Sheraton, Makassar, Rabu (9/12/2015).
Hasil QuickCount CRC
1. Luwu Utara 100%
Pintar : 53,72%
Arjuna : 46,28%
2. Luwu Timur 100%
Nusantra : 32,54%
Baru : 4,95%
Madani : 62,52%
3. Gowa, 100%
Wattunami : 27,52%
Djamanta : 3,59%
Sabarki : 1,71%
Pastikanmi : 25,06%
Adnan Kio : 41,11%
4. Pangkep, 89,5%
Harapanku : 42,32%
Salam : 11,37%
Rasul : 0,63%
Sahabat SS : 45,68%
5. Maros 100%
Iman : 2,74%
Hadir : 29,34%
Hati-ta : 67,93%


Kampanye Sukses, Pimpinan Wahdah Islamiyah Selamati AdnanKio

MAKASSAR – Pimpinan Wahdah Islamiyah Kabupaten Gowa, menyelamati Calon Bupati-Wakil Bupati Gowa nomor urut 5, Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Kr Kio. Pasangan calon bupati Gowa ini diberi ucapan selamat, karena mampu menyelesaikan masa kampanye dengan sukses. Hal itu dilontarkan Pimpinan Wahdah Islamiyah, Ustadz Tadjuddin SM, saat berkunjung di kediaman Adnan, Jl Hertasning, Makassar, Senin (7/12).

Proses kampanye yang dilakukan pasangan yang maju melalui jalur perseorangan ini, dinilai sudah lengkap. Pasalnya, setelah sekian lama melakukan ikhtiar dengan sosilisasi, kampanye dan silaturahmi, semua proses itu kemudian ditutup dengan zikir dan doa bersama.

“Keputusan siapa yang ditakdirkan memimpin Gowa, ada di tangan Allah SWT. Sudah sangat tepat jika segala usaha yang dilakukan disertai dengan doa,” jelasnya.
Memasuki masa tenang, Adnan dan Kr Kio sendiri memang lebih banyak menerima tamu di kediaman masing-masing. Selain meluangkan waktu lebih banyak untuk keluarga.

Juru Bicara AdnanKio, Ian Latanro, menuturkan, segala aktivitas kampanye paket yang juga didukung Partai Golkar, PAN, PDIP dan Gerindra ini memang sudah berhenti usai kampanye terakhir, 5 Desember lalu. “Tim juga sisa fokus pada persiapan menghadapi 9 Maret seperti saksi,” ujarnya.(rasul/177)

Terinspirasi SYL, Orasi Sahabat Panen Pujian

PANGKEP – Orasi politik calon bupati Pangkep nomor urut 4, Syamsuddin A Hamid di hadapan puluhan ribu simpatisannya pada kampanye akbar, Sabtu (5/11) lalu, dinilai mampu menggugah hati massa yang hadir.

Gaya lepas Syamsuddin saat berorasi dan mengurai visi misinya mendapatkan apresiasi positif dari para tokoh politik partai pengusung, tokoh masyarakat, bahkan warga yang selama ini belum menentukan pilihan. Pasca mendengar orasi Syamsuddin, kemarin, warga yang berada di sekitar lokasi kampanye menegaskan pilihannya untuk mencoblos nomor 4 pada pilkada nanti.
Syamsu Niang, politisi asal PDI Perjuangan mengakui orasi politik Syamsuddin Hamid mampu menggugah semangat orang yang mendengarnya.

“Saya hadir dan menyaksikan Syamsuddin Hamid berorasi di hadapan massa pendukungnya. Jangankan mereka, saya juga merinding mendengarnya. Orasinya sangat khas sehingga punya daya pengaruh yang besar bagi pemilih,” ungkap Syamsu Niang, anggota DPR RI.

Pedangdut Evi Masamba pun bertutur bahwa kampanye akbar paslon yang ia hadiri Sabtu lalu, lebih ramai dibandingkan saat ia datang pertama kali mengisi acara di kampanye pasangan calon nomor urut 1 di Pangkep.

“Massa yang hadir hari ini luar biasa banyaknya beda jauh dari waktu saya pertama ke Pangkep di kampanye paslon lainnya, mungkin karena sosok pak Syamsuddin yang sederhana dan merakyat membuat warga tergerak untuk datang dan antusias berlama-lama di sini,” ujar Evi.

Usai kampanye akbar, Syamsuddin mengungkapkan bahwa ia makin bersemangat berorasi ketika melihat kerumunan puluhan ribu massa di hadapannya menatapnya serius. Baginya hal tersebut adalah energi yang membuat ia makin kuat menghadapi pertarungan pemilukada ini.

Kepiawaiannya berorasi di hadapan massa pun tak seketika itu bisa dilakukan. Ia akui dahulu kadang masih canggung jika harus berpidato di hadapan orang banyak. Namun, sosok bupati peraih 91 penghargaan ini sangat menghargai proses. Ia mengaku terinspirasi banyak dari Syahrul Yasin Limpo saat berorasi di hadapan pendukungnya.
SYL adalah salah satu tokoh politik yang ia jadikan guru. Menurut Syamsuddin, gaya khasnya saat berorasi membuat orang tersentuh. Inilah yang ia pelajari, mengalir bagai air dan tidak dibuat-buat membuatnya mampu menyentuh hati orang tanpa harus sering mengeluarkan kata-kata yang sulit dicerna masyarakat bawah.

“Saya belajar banyak dari sosok SYL, saat beliau berorasi semua mata dan telinga menyimaknya serius. Kuncinya adalah mengalirlah bagai air, jujur dan apa adanya. Tak perlu mengubah diri menjadi orang lain,” kata Syamsuddin.

Di tempat lain, di sekitar lokasi kampanye. Seorang ibu mengaku terharu mendengar orasi Syamsuddin melalui pengeras suara. Ibu Nur salah seorang warga kota Pangkajene secara jujur mengaku tergugah untuk memantapkan hatinya memilih Sahabat.

“Saya belum punya pilihan, tapi pas dengar pidato Syamsuddin barusan, terharu ka. Saya harus mendukung dan memilihnya tanggal 9 Desember nanti,” aku Ibu Nur kepada tim kampanye yang berada di dekat rumahnya.

Pasca kampanye akbar, konstalasi politik pilkada di Pangkep kian dinamis. Banyak kelompok warga bahkan simpatisan lawan datang ke posko dan ke rumah-rumah tim Sahabat ingin bergabung.

Menyemutnya massa dan dukungan yang begitu besar serta orasi politik Syamsuddin mampu membawa perubahan besar arah dukungan di pilkada Pangkep 9 Desember lusa.(rasul/i77/Foto : medcer)

Yunus: Massa Membludak Pertanda Rakyat Memang Ingin Perubahan

PALOPO - Puluhan Ribu Massa PINTAR yang memadati Lapangan Subiantoro Sukamaju Luwu Utara, Sabtu 05/12 kemarin adalah pertanda bagus bagi demokrasi yang sudah semakin baik ditengah-tengah masyarakat. Di mata pengamat politik Yunus, S.Pd, M.Si  yang juga pemerhati pendidikan Kota Palopo mengungkapkan, kampanye akbar yang berjalan tertib dan lancar adalah bukti bahwa masyarakat sudah semakin dewasa dalam berpolitik. Mereka tidak lagi mengandalkan politik figur atau pencitraan dan politik uang melainkan hadir berdasarkan hati nurani yang memang ingin melihat perubahan di daerahnya lebih baik dari pemimpin sebelumnya. 

"bagi saya kampanye akbar di beberapa tempat di Sulsel dan terutama di Luwu Utara semakin menunjukkan kematangan dan kedewasaaan politik masyarakat yang secara bebas merdeka menentukan pilihannya sendiri tanpa diiming-iming uang dan tanpa tekanan atau intimidasi, ini bagus bagi demokrasi. Yang kemarin itu luar biasa (kampanye Pintar, red)," ujar Yunus melalui selulernya Minggu pagi 06/12. 

Pengamat politik yang aktif memantau perkembangan pilkada Sulsel ini menambahkan, jualan figur yang mendiskreditkan gender serta tidak nasionalis dan bersifat kedaerahan tidak akan pernah laku di bumi Pancasila. "12 Kecamatan di Luwu Utara telah membuktikan dengan berbondong-bondong hadir adalah pertanda bahwa jualan isu-isu gender dan yang bersifat kedaerahan memang tidak laku lagi dijual selain itu semangat perubahan terasa membara, jadi mendapat klimaks saat kampanye terakhir," tandasnya.

Soal isu money politic Yunus mengatakan rakyat sekarang sudah pintar, yang menebar amplop adalah bukti jika kandidat tersebut masih ragu dan tidak percaya diri, sehingga hanya dengan uanglah suara bisa diraih, "katanya manassa, loh koq masih pake cara lama, serangan fajar, itu semua mi yang merusak keindahan demokrasi," kuncinya.(Rilis)

Tidak Menangkan Usungan, Legislator NasDem Terancam di PAW

MAKASSAR - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) Enggartiasto Lukita memberikan peringatan kepada anggota DPRD tingkat kabupaten/kota yang menggelar Pilkada di Sulsel untuk bekerja maksimal memenangkan usungan NasDem.
Bahkan Enggar-sapaan akrab Engartiasto Lukita-mengancam para anggota DPRD yang tidak bekerja maksimal memenangkan calon usungan di daerahnya masing-masing akan di PAW (Pergantian Antar Waktu) dari posisinya di kursi legislatif.
“Minimal usungan Partai NasDem itu menang di TPS di mana anggota DPRD itu menyalurkan hak pilihnya,” ujar Enggartiasto Lukita.
Peringatan tersebut dikeluarkan Enggar saat melakukan konsolidasi kader untuk pemenangan Pilkada, di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Luwu Utara (Lutra), Toraja Utara (Torut) dan Tana Toraja. Dalam pertemuan itu hadir seluruh anggota DPRD dari Fraksi NasDem dan struktur Partai NasDem dari empat daerah tersebut.
“Saya minta semua kandidat usungan NasDem untuk memantau dan melaporkan gerakan para anggota DPRD ini untuk memenangkan pasangan calon. Jika terbukti ada anggota DPRD yang tidak bekerja untuk calon usungan atau bahkan mendukung pasangan calon lain, dipastikan akan dipecat,” tegas Enggar.

Dalam kunjungannya ke beberapa daerah di Sulsel yang akan menggelar Pilkada, turut mendampingi anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Partai NasDem Syaharuddin Alrif dan Ketua Tim Pemenangan Pilkada DPD Partai NasDem Sulsel Tobo Haeruddin.(ps)

Sedikit ji Cuma 80 Ribu Massa Hadiri Kampanye AKAR SUPER

Massa AKAR SUPER penuhi Stadion HA Wana. Foto : pojoksulsel
SOPPENG - 80 ribu massa lebih pendukung calon bupati – wakil bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak – Supriansa (Akar-Super) memadati Stadion HA Wana di Watansoppeng, Kamis (3/12).

Beberapa ruas utama dalam kota seperti Jl Kalino, Jl Merdeka, Jl Kemakmuran dipenuhi kendaraan. Padahal jalan-jalan itu masih ada sekitar 4 Kilometer dari pusat kota. Kemacetan juga terjadi pada ruas utama menuju kota dari delapan kecamatan.

Pengerahan massa besar-besaran dilakukan relawan Akar-Super. “Kami sudah mengatur supaya tak ada kemacetan. Tapi, kami tak kuasa menahan keinginan warga Soppeng yang datang ke tempat ini,” kata Ketua Tim Pengendali Akar-Super, Nurmal Idrus.
Nurmal menyampaikan permohonan maafnya atas kemacetan yang terjadi. “Kami memohon maaf atas kemacetan ini. Kami berusaha menghindarinya tapi antusiasme warga sulit untuk kita bendung,” ujarnya.


Dalam catatan koordinasi tim pusat Akar-Super jumlah massa yang tercatat 64.634 orang. “Tapi melihat kapasitas lapangan dan kondisi massa kami yakin jumlahnya tak kurang dari 80 ribu orang,” ujarnya.(RS/Widi)

Gara-Gara Asmara, Polisi Tembak Kepala Sendiri. Dorrrr!

MAMUJU – Bripda ‎Ricky Ricardo (22), anggota Polres Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) yang nekat melakukan tindakan bunuh diri karena motif asmara ini ternyata merupakan mantan ajudan Kapolres Mamuju.
Dikutip dari portal pojoksulsel.com,  saat ini, kondisi Bripda Ricky Ricardo masih kritis. Dia mengalami pendarahan hebat dengan luka serius di bagian kepala sebelah kanan.
“Ada proyektil peluru yang masih ‎bersarang di kepalanya. Kira-kira di otak,”ungkap dr Jumadil Syam, ahli bedah di Rumah Sakit Mitra Manakara Mamuju, Sulbar, Rabu (2/11/2015) siang.
Dia menjelaskan, luka dibagian kepala anggota polisi itu cukup serius, karena darah tidak berhenti keluar dari kepalanya. Darah juga keluar dari telinga korban.
“Makanya kami putuskan agar pasien itu di rujuk saja ke Rumah Sakit Bhayangkara Makasar. Setelah kami menstabilkan kondisinya. Dia masih dalam keadaan sadar,” ucap dr Jumadil Syam.
Kapolres Mamuju AKBP Eko Wagiyanto yang dihubungi pojoksulsel.com belum dapat memberikan keterangan terkait motif tindakan anggotanya tersebut.

“Sebentar-sebentar saya masih ada kegiatan. Sebentar yah,” katanya.(haerul amran/pojoksulsel)

Cabup Lutim Terkaya, Selayar Termiskin

MAKASSAR – Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) pasangan calon bupati dan wakil bupati akan diserahkan secara simbolis dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Ruang Pola Kantor Gubernur, Rabu (2/11/2015). Laporan ini meliputi harta tidak bergerak harta bergerak, seperti alat transportasi, dan lain-lain.
Seperti dikutip dari pojoksulsel.com tercatat, laporan harta kekayaan tertinggi dipegang oleh calon Bupati Luwu Timur (Lutim) Badaruddin A Piccunang, senilai Rp225,757 miliar. LHKPN calon Bupati Lutim tersebut dilaporkan pada tanggal 27 Juli 2015.
Sekadar diketahui, di Pilkada Lutim Badaruddin berpasangan dengan Andi Baso M sebagai wakilnya yang akan bertarung dengan 2 pasangan kandidat lainnya, masing-masing pasangan Hur Husain-Esra Lamban dan Thoriq Husler-Irwan Bachri Syam.
Siapa kandidat paling miskin? Berdasarkan data LHKPN terendah adalah calon Bupati Kepulauan Selayar, Aji Sumarno. Harta Aji Sumarno hanya senilai Rp12.035 juta. LHKPN calon bupati Kepulauan Selayar tersebut dilaporkan pada 3 Agustus 2015.
Direktur LHKPN KPK, Cahya Hardianto Harefa  mengajak agar semua pihak melakukan pengawasan terhadap penyalahgunaan anggaran dalam penyelenggaraan pilkada serentak di Sulsel pada 9 Desember mendatang.

“Marilah kita saling mengingatkan karena akan ada pemilihan. Jangan sampai ada penyalahgunaan APBD,” ujar Cahya, Rabu (2/12/2015).(muh fadly/pojoksulsel)

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius