Tampilkan postingan dengan label Bupati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bupati. Tampilkan semua postingan

Marak Pungli, Bupati Torut Kumpulkan Orangtua Siswa di SMAN 1 Rantepao


RANTEPAO - Sejumlah orangtua siswa menghadiri rapat pengembalian uang pungutan yang ditarik saat Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun 2016 lalu.
Rapat tersebut digelar di aula SMAN 1 Rantepao, Toraja Utara pada Rabu, 21/9/2016 kemarin.

Diberitakan sebelumnya, Pengembalian Pungutan itu atas perintah Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan.

“Saya sudah perintahkan bahkan sudah memanggil kepala sekolahnya untuk mengembalikan pungutan itu,” kata Kalatiku Paembonan kepada Warta Bersatu, grup jaringan media Deteksi News (2/9) waktu itu.

Pihak sekolah yang sebelumnya menarik dana sebesar Rp.1,5 juta rupiah per siswa akhirnya harus mengembalikan uang pungutan itu, kecuali bagi para orangtua yang telah merelakan pungutan itu menjadi sumbangan sukarela.
Kalatiku tidak setuju jika pihak sekolah memungut dana dari orangtua siswa, kata
Kalatiku yang memimpin rapat pengembalian uang itu.

Laporan/Foto: Tim Warta Bersatu
Editor: Iccank


Ketum Pemilar Ini Sarankan Bupati Indah “Move On” dan Segera Genjot Serapan Anggaran

LUWU UTARA - Rendahnya serapan anggaran SKPD Luwu Utara dalam triwulan ketiga mengundang keprihatinan beberapa elemen masyarakat dan mahasiswa. Ketua Umum PP PEMILAR,  Muh. Husain Adam dalam rilisnya yang diterima redaksi DETEKSI Rabu, 03/08, mengatakan, sejak dilantik bulan Februari lalu, dimana Bupati Indah hampir genap setengah tahun menjadi nakhoda di Kabupaten Luwu Utara, namun di awal masa kepemimpinannya problematika daerah yang sangat mencolok saat ini yakni soal lesunya sektor perekonomian akibat dari lemahnya serapan anggaran daerah tak kunjung bisa segera diatasi.

Berdasar laporan dari beberapa SKPD Luwu Utara, penyerapan anggaran belanja pemerintah secara keseluruhan dalam triwulan III saat ini berada di kisaran angka 25%, Jika melihat total alokasi APBD tahun 2016 yang mencapai angka 1,2 Triliun Rupiah, serapan anggaran ini  terbilang sangat lamban dan jauh dari target yang seharusnya mendekati pada angka 48% di awal triwulan III ini.

Dalam sebuah kesempatan dihadapan para pejabat daerah di seluruh Indonesia, Presiden Jokowi mengatakan, ’’Kita ini ada duit, kementerian ada duit, daerah ada duit. Tinggal membelanjakan uang itu, tapi mengapa tidak bisa cepat?’’
Pertanyaan bernada minor itu sesungguhnya adalah tamparan keras bagi para birokrat.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng menilai, kepentingan politik kepala daerah merupakan salah satu penyebab lemahnya penyerapan anggaran. Bahkan, program-program yang menggunakan anggaran APBD dilakukan atas kepentingan politik, kesepakatan seperti itu mengakibatkan pembelanjaan anggaran tidak dilakukan secara teratur sesuai program pembangunan. Pencairan anggaran selalu disesuaikan dengan keinginan kepala daerah.

Ketua Umum Pemilar yang juga alumni Ekonomi S1 Manajemen Keuangan ini mengatakan  jika pemerintah gagal menyerap anggaran, perekonomian akan lesu. Logikanya, ada dana atau duit yang nganggur disana, dalam bahasa yang lebih sederhana, gejala tersebut biasa disebut sebagai inefisiensi anggaran yang berdampak langsung pada melemahnya daya beli masyarakat. Ujung-ujungnya tentu saja perekonomian semakin lesu dan memburuk.

Husain berpendapat, adanya ketakutan dan tekanan di tingkat pimpinan SKPD dalam melakukan belanja daerah adalah salah satu faktor yang mempengaruhi melemahnya serapan anggaran ini. Pengaruh dari bias PILKADA kemarin tak bisa dipungkiri. Terdapat polarisasi dan perbedaan pilihan di tataran elit pemerintahan dalam suksesi PILKADA 2015 lalu. Mirisnya, Surat Edaran MENPAN nomor 2 Tahun 2016 tentang Penggantian Pejabat Pasca-Pilkada yang berisi pergantian para kepala daerah yang baru saja dilantik tidak boleh mengganti pejabatnya atau melakukan mutasi dalam jangka waktu enam bulan, juga tak dihiraukan dan dipatuhi bupati Indah dengan mengganti beberapa Kepala Dinas di bulan Februari lalu terkesan sangat dipaksakan, hingga ada beberapa kadis yang mengundurkan diri, pada akhinya proram kerja SKPD mandek dan inilah juga faktor yang mengakibatan serapan anggaran lemah.
“Harusnya sebagai Bupati yang baru dilantik, sadar serta cerdas melihat kondisi ini dan segera merangkul kembali juga berkonsolidasi di tataran birokrasi maupun dalam tataran elit Politik, hingga dalam tahun ini pimpinan SKPD bekerja secara sehat tanpa tekanan serta bekerja profesional, apa lagi dalam waktu dekat Pemkab Lutra akan melaksanakan pembahasan anggaran perubahan,” tambahnya.

Kita mengharapkan semoga tahun ini masalah serapan anggaran APBD bisa terserap secara maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, serta harus secepatnya melakukan evaluasi pada masing masing lembaga agar nantinya tidak berdampak pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2016-2017, menghindari sanksi Pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Kementerian Dalam Negeri pada alokasi Anggaran 2017, dan itu semua tergantung pada kebijakan Bupati Luwu Utara Indah Putri," pungkasnya.(ick/D1)

Pertama Masuk Kerja, Indah Kumpulkan ASN di Taman Siswa

PALOPO - Hari pertama ngantor Bupati Luwu Utara, Hj Indah Putri Indriani memimpin apel Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dalam rangka Hari Kesadaran Nasional di lpangan Taman Siswa Senin pagi 22/02/2016 jam 08.00 wita. 

Dalam acara yang sederhana ini Indah tampak cantik dengan busana korpri mengenakan hijab warna biru tua. Sementara Muh Thahar Rum sang wakil bupati anyar ini terlihat kalem juga dengan pakaian korpri. Dalam arahannya Indah berpesan pada ribuan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk loyal pada pengabdian masyarakat bukan pada atasan. "Atasan boleh berganti, tetapi yang tidak boleh berganti adalah semangat pengabdian pada masyarakat," ujarnya. 

Indah juga mengisyaratkan bahwa pergantian jajaran di lingkup pegawai negeri sipil di Pemkab Lutra adalah sesuatu yang wajar, "saya dan Pak Thahar berkomitmen menciptakan iklim pemerintahan yang melayani masyarakat dengan cepat, responsif, jadi saya butuh tim yang solid dan mampu menerjemahkan komitmen pelayanan pada masyarakat,"

Usai melaksanakan apel di Taman Siswa, Bupati yang baru dilantik 17 Februari lalu ini kembali mengumpulkan seluruh pimpinan SKPD dan pejabat eselon 3 dan 4 di kantornya di Kawasan Simpurusiang. Kembali lagi Indah menegaskan dan memberi sinyal akan adanya mutasi besar-besaran di jajaran Pemkab Luwu Utara dalam waktu dekat.

"Saya banyak dapat sms perihal suara sumbang mengenai reposisi di lingkup pemerintahan tapi tidak usah khawatir, yang khawatir pasti pada saat pilkada lalu tidak ikut sumbang suara," guyon Indah.

Indah mengatakan ada 2 hal yang jadi pertimbangan dia nanti dalam menyusun kabinet bersama Muh. Thahar Rum yakni soal trust (kepercayaan) dan kompetensi. Dalam pertemuan selama 2 jam di Aula Lagaligo ini tercatat ada beberapa pimpinan kecamatan dan sekcam yang tidak ikut hadir seperti Camat Bone-bone, Mappedeceng dan Camat Rampi.(Iccank/01)


10 Bupati Dilantik, Sisa 1 yang Akan Menyusul

MAKASSAR - 10 kepala daerah atau bupati terpilih pada Pilkada Serentak 9 Desember 2015 lalu resmi dilantik di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu 17 Februari 2016 kemarin. Hanya bupati Toraja Utara yang mundul dari jadwal pelantikan karena masa jabatan yang baru akan berakhir pada Maret 2016 mendatang.
Para Bupati dan Wakil Bupati terpilih Sulawesi Selatan (Sulsel) telah dilantik Presiden RI melalui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di halaman kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Pemasangan tanda pangkat jabatan dan penyematan tanda pejabat serta penyerahan Surat Keputusan dari Menteri Dalam Negeri dilakukan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin limpo atas nama Presiden Republika Indonesia Joko Widodo. Selanjutnya penandatanganan berita acara pelantikan, kemudian dilanjutkan dengan penandatangan pakta integritas seluruh bupati dan wakil bupati yang sudah dilantik sebelumnya.

10 pasangan Bupati-Wakil Bupati yang telah dilantik  adalah:
1. Andi Sukri Sappewali – Tomy Satria (Kabupaten Bulukumba)
2. Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Kr Kio (Gowa).
3. Hatta Rahman – A Harmil Matotorang (Maros)
4. Basli Ali – Zainuddin (Selayar)
5. Syamsuddin Hamid - Syahban Sammana (Pangkep)
6. Niko Bringkanae - Victor Datuan Batara (Tator)
7. Indah Putri Indriani - Thahar Rum (Luwu Utara).
8. Muh. Thorieq Husler - Irwan Bahri Syam (Luwu Timur)
9. Andi Idris Syukur - Suardi Saleh (Barru)
10. Andi Kaswadi Razak - Supriansa Mannahau (Soppeng).

Dalam kata sambutannya Syahrul Yasin Limpo mengatakan para Bupati-Wakil Bupati terpilih harus turun ke tengah rakyat melaksanakan janji-janji saat berkampanye lalu.
“Jangan duduk dibelakang meja, tapi turunlah ke tengah tengah masyarakat pastikan pokok-pokok kebutuhan rakyat terpenuhi” ucap Syahrul saat menyampaikan pidatonya dihadapan undangan dan Bupati-Wakil Bupati yang baru saja dilantik.

Polrestabes Kota Makassar mengerahkan sebanyak 400 Personilnya guna melancarkan arus lalu lintas Maros-Makassar, dari pengendara yang melewati kantor Gubernur Sulsel. Cuaca Kota Makassar yang sebelumnya sempat hujan mulai reda saat upacara pelantikan ini dimulai.(Widi)

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius