Tampilkan postingan dengan label Pilkada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada. Tampilkan semua postingan

Relawannya Lelah, Budi Sada Akhirnya “Ngamen”

PALOPO – Pemilihan Umum Kepala Daerah/Wali Kota (Pilwalkot) Palopo masih lama, sekitar setahun lima bulan lagi, tapi Budi Sada sejak beberapa bulan terakhir ini sudah padat dengan jadwal pertemuan dan tergolong sangat intens menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan para pendukungnya. Seperti siang tadi, saat dia bersama sahabat dan orang dekatnya baru saja selesai membenahi  Posko Induk BISA di kawasan Kehutanan Palopo, Senin 20/02.

Cukup bermodal gitar sederhana, ia ikut “mengamen”  demi menghibur sahabat dekat dan para relawan yang terlihat mulai letih sehabis kerjabakti, beres-beres teras induknya.
“kami enjoy dan santai saja, seharian letih baru selesai beres-beres Teras Induk BISA,” tutur Budi, saat dijumpai.

Ia pun mengunggah hasil ngamennya ke jejaring sosial Facebook.  Walhasil, video berdurasi 1 menit 41 detik tersebut menjadi perhatian netizen. Video “Hangat Bersama Mereka” dengan tagar #HappySongHappyMonday  ini mendapat  reaksi positif dari para netizen dengan memberi “like” atau tanda jempol dan komentar singkat bernada dukungan bagi kandidat yang berjuluk “Bang Kumis” ini.


Pada akun pribadinya, juga pada hari yang sama seorang kawan dekatnya mengunggah video, dimana Budi Sada terlihat sedang asyik bermain gitar dan mengiringi seorang sahabatnya bernyanyi.

Ditanya soal dirinya yang jarang muncul dalam aktifitas formal dengan tokoh-tokoh politik lain, secara diplomatis ayah satu anak ini mengatakan jika agenda pertemuan dan undangan dari masyarakat sangat padat. “Hampir tiap hari ada undangan silaturahmi,” jawab kandidat dengan tagline “BISA” ini singkat.(iccank)

Inilah Kandidat Wali Kota Palopo Terpopuler Tahun 2016 versi Google

PALOPO - Google menempatkan nama Budi Sada dengan 434.000 hasil pencarian di mesin pencari paling populer di dunia tersebut. Budi Sada berhasil menyisihkan sederet nama beken lain termasuk petahana Wali Kota HM Judas Amir dan Wawali Palopo, Akhmad Syarifuddin. Petahana HM Judas Amir berada diurutan kedua dengan 245.000 hasil pencarian dan Akhmad Syarifuddin berada dibawahnya dengan 110.000 hasil pencarian.

Menurut Iccank Razcal selaku periset yang juga praktisi media online di kota ini menilai, kandidat Wali Kota Palopo sudah mulai memberikan porsi lebih banyak pada media online terutama medsos pada tahap sosialisasi atau pengenalan bakal calon.

“semua kandidat sudah mulai melek teknologi, ini penting, mengingat peran medsos yang luar biasa, pengguna internet signifikan meningkat di Indonesia, tahun ini ada sekitar 132 juta pengguna, atau angkanya naik 50% dibandingkan tahun lalu”

Khusus untuk Pilwalkot Palopo dimana semakin banyak nama baru yang disebut-sebut oleh media, membuat persaingan diramalkan akan sangat tajam. Bahkan untuk calon yang berada dalam satu partai politik pun akan saling sikut untuk dapat mengendarai parpol tersebut dalam pencalonan nanti.

Jurnalis yang juga mantan Sekjen kelompok supporter The Macz Man ini melihat peta politik di tahun 2017 akan sangat cair dan dinamis, karena masing-masing calon akan berusaha extra keras untuk membuat elektabilitas tertinggi agar nilai jualnya di mata parpol sangat tinggi.

“Saya rasa peluang kandidat semua sama, tergantung mana yang lebih tinggi akselarasinya baik di tingkat grass root maupun kemampuan komunikasi pada tokoh-tokoh pengendali parpol, dan yang terpenting adalah bagaimana mengelola isu melalui peran jejaring sosial, yang begitu efektip dalam branding image masing-masing kandidat, kuncinya.(*)

“Kombinasi Muda-Tua” lagi Trend, Ome Pastikan Maju Pilwalkot dengan Tokoh Senior

PALOPO - Kombinasi Pasangan “Muda-Tua” mewacana dalam perhelatan Pilwalkot Palopo, Pilkada Luwu dan Pilgub Sulsel. Ishak Yswandi salah seorang pengamat politik mengungkapkan hal itu dalam sebuah kesempatan di salahsatu warkop di Kota Palopo, Jumat siang, 25/03. Mantan reporter Radio Bharata ini mengatakan ada hal yang menarik dari penelusuran dia seputar wacana pilkada dan yang nampak menjadi trend adalah kombinasi pasangan dimana yang jadi 01 adalah yang berusia muda sementara wakilnya adalah tokoh yang usianya terbilang senior alias tua. Ia mencontohkan pasangan Jokowi-JK, sebagai salahsatu contoh nyata. Untuk skala Sulsel, misalnya di Luwu Utara bupati Indah Putri Indriani yang berusia 39 tahun berpasangan dengan wakilnya Muh. Thahar Rum yang usianya sudah masuk kepala 6. Di Gowa kita punya Adnan Purichta Ichsan YL yang berpasangan dengan H Abd Rauf Malagani.  

Menariknya di Trenggalek Jawa Timur, bupatinya berusia 31 tahun sedangkan sang wakil bupati baru berumur 25 tahun. Untuk bupati termuda tercatat Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang baru berusia 26 tahun menjabat bupati Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat, sedangkan gubernur termuda ada pada Ridho Ficardo pemuda kelahiran Juli 1980 menjabat gubernur Lampung yang juga adalag Ketua DPD Partai Demokrat Lampung.

“Kombinasi Muda-Tua” adalah trend yang bisa diterjemahkan sebagai masa peralihan generasi, dimana generasi yang lahir di tahun 70-an akhirnya akan jadi pemimpin menggantikan tokoh-tokoh angkatan 60-an,” beber Ishak. Meski begitu, peran sang wakil sebagai pendamping juga sangat menentukan di masa peralihan ini.

Ditemui di kediamannya, Ome demikian sapaan akrab Akhmad Syarifuddin, walikota Palopo ini walau masih sedikit malu-malu namun ketika ditanya perihal kesiapan dirinya maju Pilwalkot Palopo, "soal itu nanti saja, masih lama, kita kerja dulu, tapi jika masyarakat menghendaki ya kita harus siap" ujarnya. Disinggung soal hubungannya dengan Judas Amir yang nampaknya pecah kongsi di Pilwalkot mendatang ia juga enggan mengungkapkan. Ia nampak kecewa dengan partnernya saat Pilwalkot 2013 lalu yang berhasil menumbangkan rival beratnya pasangan HATI. Soal kombinasi muda-tua, ia sependapat. Menurutnya, kota Palopo memerlukan energi yang besar dan itu ada pada tokoh muda. "kita lihat saja Bandung, walikotanya luar biasa, muda kreatif dan relijius," paparnya. Soal tokoh senior yang digadang-gadang akan ditandemkan dengan dirinya, Ome secara diplomatis berkata," hahaha, masih jauh pilkada, tetapi memang sudah ada beberapa nama tokoh senior, saya rasa, tokoh senior ini baik untuk jadi perekat dan bisa mengayomi serta membimbing tokoh muda, konsep muda-tua memang ideal untuk membangun Palopo, tetapi soal nama belum bisa kita buka sekarang," tambahnya lagi. 

Nah, jika para kontestan jeli, khususnya di Pilkada Luwu, Palopo dan Pilgub Sulsel pintar-pintarlah membaca situasi. Harusnya wacana “kombinasi muda-tua” ini bisa jadi pedoman mereka terutama dalam memilih pasangan. Karena faktor pendamping atau sang wakil sangat signifikan mengkatrol perolehan suara.
“biasanya tokoh senior yang dijadikan wakil memiliki basis massa yang kuat, karena dari segi pengalaman baik di organisasi maupun di level birokrasi mereka sudah cukup makan asam garam, saran saya, agar para kandidat berhitung cermat, saya haqqul yakin, jika trend ini kian menguat di Pilkada mendatang,” kunci Ishak.(R11/Ard)

Pelantikan Kepala Daerah Disiarkan Langsung VE Channel, Sejumlah Daerah Gelar Nobar

Stasiun televisi VE Channel akan menyiarkan langsung pelantikan 10 kepala daerah di halaman Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (17/2/2016).  Sementara untuk daerah yang kepala daerahnya dilantik akan digelar nonton bareng pelantikan bupati. Stasiun yang memilih tagline Suara Timur Indonesia ini telah menyiapkan kemasan dan program khusus pada proses pelantikan kepala daerah.  

Seperti dilansir rakyatku.com, program tersebut bertajuk Pemimpin Pilihan Daerah yang akan tayang mulai pukul 08.00 Wita hingga 17.00 Wita,  Rabu 17 Februari 2016. Menurut Eksekutive Produser Pemimpin Pilihan Daerah, Nurdin Amier, program ini bukan sekadar menayangkan secara langsung pelantikan 10 kepala daerah. “Kami menyiapkan segmen lain. Misalnya, menghadirkan narasumber di studio yang akan membahas potensi ke 10 kabupaten dan bagaimana kepala daerah tersebut mengelolah wilayahnya ketika telah memimpin,” kata Nurdin. Selain itu,  VE Channel juga menghadirkan para kepala daerah yang akan dilantik melalui talk show.  “Ada yang taping ada pula yang kami hadirkan melalui studio,” kata Nurdin.

Sementara di lokasi pelantikan, VE Channel mendirikan studio mini,  sehingga pelantikan yang dihelat oleh pemerintah Sulsel ini nyaman dan menarik ditonton dengan baik oleh masyarakat Sulsel. Apalagi VE Channel telah ditonton oleh seluruh kota dan daerah di Sulawesi Selatan. Manager Marketing dan Sales VE Channel Andi Rizaldi Sabir mengungkapkan,  sejumlah daerah yang kepala daerahnya dilantik juga akan menggelar nonton bareng (nobar) di wilayahnya seperti Soppeng,  Tana Toraja dan Luwu Utara. “Kehadiran VE Channel di kota kota lain bisa membantu masyarakat setempat untuk menyaksikan langsung pilihan mereka saat proses pelantikan berlangsung,” kata Rizal. Dia menambahkan, bahwa seluruh daerah yang kepala daerahnya dilantik hari Rabu besok telah menerima siaran VE Channel dengan tajam dan jernih.(Net)

Foto Courtesy : rakyatku.com

Syukuran Tim Baliase dengan Bupati Terpilih, Indah Bilang Tidak Ada Istilah “Lojang” Dalam Kamus PINTAR

MASAMBA – Tim Pemenangan Pasangan PINTAR Kelurahan Baliase mengadakan acara syukuran dan silaturahmi dengan Bupati Terpilih Hj. Indah Putri Indriani di alun-alun Kelurahan Baliase Minggu siang, 31/01/2016. Hadir dengan busana muslimah yang anggun, bupati terpilih Hj. Indah Putri Indriani menekankan bahwa banyak isu dan rumor berkembang, ini menandakan masih ada pihak yang belum ikhlas menerima kekalahan. “saya bingung, kami ini sebenarnya sebagai pasangan yang menang atau kalah?” ucap dia ketika memberi sepatah kata di acara tersebut. “soalnya banyak isu berkembang, nanti, katanya, bukan Indah-Tahar yang dilantik, saya jadi heran, ini sudah kalah tapi masih ada pihak yang belum legowo, bagaimana jika mereka yang menang mungkin Kota Masamba sudah miring” lanjut dia.

Acara syukuran warga Baliase ini selain terkait pilkada juga terkait masalah pembebasan lahan dengan sistem ganti untung yang baru-baru ini diterima masyarakat setempat. Ia berharap Presiden Jokowi sendiri yang akan datang meresmikan proyek ini. “saya sudah bertemu DPP PDIP mereka menanyakan proyek apa di daerah masing-masing bupati maupun walikota dan gubernur terpilih dalam Pilkada Serentak lalu. “yang saya ingat ada beberapa proyek besar termasuk didalamnya Proyek Bendung Sungai Baliase, jadi saya sebutkan itu dan insha Allah jika tak ada halangan bapak Presiden sendiri yang akan datang meresmikan, jika berhalangan biasanya dari Kementrian yang mewakili,”

Dalam sambutan dan arahannya bupati terpilih Luwu Utara mengatakan pemerintahan dia nantinya harus bergerak cepat mengingat saat sekarang adalah masa jeda untuk menanti pelantikan, maka momentum ini akan digunakan untuk rekonsiliasi, 

“tapi ternyata tidak semudah itu karena ada camat yang saya proyeksikan untuk tetap menjabat meskipun kemarin ia berada di pihak sebelah, tapi karena ia hingga kini tetap membenci saya maka mungkin ini tanda dari Tuhan, bahwa tidak mudah memang membuat orang untuk menyukai kita, padahal tidak ada istilah “lojang” dalam kamus PINTAR,” tandasnya. “saya butuh tim yang solid yang langsung bisa bekerja dengan cepat melayani rakyat,” tambah dia lagi.

Acara ini sendiri selain dihadiri para relawan dan tim kelurahan Baliase juga nampak tokoh Baliase dan pejabat yang menjadi tim sukses PINTAR serta beberapa pemain Masamba FC asal Kamerun beserta sang manager, Andi Basta Larekeng, dan pemain lokal Masamba FC. Indah sendiri berjanji akan datang menyaksikan partai di 8 besar saat Masamba 45 FC sebagai juara grup  B menghadapi tuan rumah runner up grup D, Gaspa United B pada tanggal 2 Februari besok.

Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh hiburan nasyid warga Baliase serta sendra puisi dan tari-tarian yang sebelum acara dimulai sudah diawali oleh pengajian anggota majelis ta’lim Srikandi Pintar . Tokoh sepuh Masamba H. Abd Gaffar yang juga mantan Ketua Koni Lutra terlihat terharu serta bahagia dan menyampaikan jika acara ini sebenarnya acara warga Baliase seluruhnya, “adapun uang ganti untung proyek bendung dan bendungan Baliase, kata dia, uang itu adalah milik keluarga yang dititipkan pada saya, agar kelak mereka tidak saling tuntut di kemudian hari,” kuncinya.(Iccank)

Sah, Husler-Ibas Bupati Wakil Bupati Terpilih!!!

MALILI - KPU Luwu Timur (Lutim) akhirnya menetapkan pasangan Muh. Thoriq husler dan Irwan Bahri Syam sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lutim periode 2016-2021dalam rapat pleno terbuka di Kantor KPU Lutim, Senin (21/12/15).
Seperti dilansir situs Rakyat Sulsel, Penetapan berdasarkan Surat keputusan (SK) KPUnomor:56/KPTS/Pilbup/KPU-Kab/025433469/XII/2015 tentang penetapan pasangan calon terpilih bupati dan wakil bupati tahun 2015.
“Tak kalah bahagianya kami sebagai penyelenggara Pilkada di Luwu Timur tidak ada sama sekali riak-riak dari beberapa tahapan dengan pilkda. Pilkada ini berjalan secara kondusif karenakan masyarakat Luwu Timur berpesta demokrasi secara bermartabat, ” kata ketua KPU Lutim Muhammad Nur dalam memberikan sambutannya.
Pejabat Bupati Luwu timur Irman Yasin Limpo mengatakan bukan hanya kebahagiaan dari pasangan Husler dan Irwan, KPU dan Panwaslu, namun Pilkada yang aman dan damai adalan kebahagiaan masyarakat Lutim.
Ia juga menyakini kemenangan Husler dan Iwan menjadi pemimpin daerah ini, suatu bentuk kedaulatan rakyat yang memilih untuk daerah ini lebih maju dan lebih baik “Ini sebagai bentuk melanjutkan tongkat Pembangunan Luwu Timur dan juga inilah kemenangan masyarakat Luwu Timur sendiri,” ujarnya.
Diketahui dari hasil rekapitulasi perolehan surat suara tertuang dalam SK itu, pasangan nomor urut 1 Nur Husein–Esra Lamban meraih 45.727 suara. Pasangan nomor urut 2 Badaruddin A. Picunang–Andi Baso Makmur memperoleh 6.575 suara dan pasangan nomor urut 3 Muh. Thoriq Husler–Irwan Bahri Syam memperoleh 844.014 suara.(RS/net)

Penetapan KPU Lutra Molor, Resmi Indah - Thahar Jadi Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

MASAMBA - Senin 21 Desember 2015, KPU Lutra sekira pukul 15.00 wita, secara resmi menetapkan Pasangan nomor urut 1 dalam Pilkada 9 Desember 2015 lalu sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih. Adalah Indah Putri Indriani berpasangan dengan Muhammad Thahar Rum yang diusung oleh empat partai yakni Nasdem, PDIP, Gerindra dan Demokrat oleh Ketua KPU Suprianto yang didampingi 4 orang komisioner lainnya menetapkan keduanya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih. 

Acara yang sempat molor ini berlangsung tertib dan lancar dibawah penjagaan aparat yang sangat ketat. Terlihat Indah dan Thahar disalami pendukungnya serta staf KPU dan tamu undangan yang hadir. Menurut Ketua KPU Suprianto, pihaknya memang sengaja hanya mengundang pihak pemenang demi mencegah timbulnya gesekan. 
Indah, Bupati terpilih saat dihubungi lewat handphonenya beberapa saat lalu mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan semua pihak yang tak sempat ia sebut satu persatu. 

Acara yang berlangsung singkat dan sederhana ini sekain dihadiri pasangan pemenang juga dihadiri beberapa wakil dari partai pengusung, juga relawan, tim media centre kandidat serta kerabat dekat kandidat.(AA)

Biodata Tidak Lengkap, KPU Lutra Akhirnya Dilapor ke Polisi

MAKASSAR - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Utara terancam dipidanakan pasangan calon nomor urut dua, Arifin Junaidi-Andi Abdullah Rahim, ke polisi. KPU setempat dianggap mencemarkan nama baik, penyalahgunaan kekuasaan, dan pemalsuan dokumen bagi pasangan yang diusung empat partai politik ini.

“Rencananya Senin besok kami laporkan KPU Luwu Utara ke polisi. Kami sudah laporkan ke panitia pengawas Luwu Utara,” ujar calon Wakil Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, Minggu, 13 Desember 2015.

Seperti dilansir Tempo Online, menurut Andi Rahim, kesalahan Komisioner KPU Luwu Utara berupa biodata daftar calon tetap (DCT). Di salah satu item yang tertulis dalam biodata tersebut bertuliskan calon inkumben Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi, hanya tamatan sekolah dasar (SD). Biodata itu dipajang di seluruh tempat pemungutan suara (TPS). ”Ini merugikan kami. Tentu pemilih membaca dan tidak akan memilih kami,” ujarnya.

Andi Rahim menuding, kesalahan KPU memasukkan biodata dan dipajang di seluruh TPS menjadi salah satu faktor kekalahan pasangan yang diusung PAN, PKS, PKB, dan Hanura ini. Dari rekapitulasi suara di kecamatan yang diunggah di situs KPU RI. Pasangan calon Indah Putri Indriani-Muhammad Thahar Rum memperoleh 90.824 suara atau 53.60 persen. Sedangkan Arifin Junaidi-Andi Abdullah Rahim mendapat 78.615 suara atau 46.40 persen. Data ini sudah masuk 100 persen di 580 TPS di Luwu Utara. ”Kami meminta rekapitulasi dihentikan sementara waktu. Ini sungguh merugikan kami,” ucap Abdullah.

Adapun Ketua KPU Luwu Utara Suprianto saat dimintai konfirmasi tidak membantah adanya kesalahan memasukkan biodata. Menurut dia, kesalahan itu terjadi saat pencetakan. KPU baru mengetahui setelah biodata DCT itu terpajang di TPS. “Kami minta maaf atas kekeliruan ini. Biodata aslinya kami sudah serahkan ke Panwas sebagai alat bukti,” ujar Suprianto.

Suprianto tidak mempersoalkan bila pasangan Arifin Junaidi-Andi Abdullah melaporkan pihaknya ke polisi. ”Kesalahan ini bukan kesengajaan KPU tetapi kelalaian dari pencetakan,” ujarnya berdalih.

Ketua Panwaslu Luwu Utara, Rahmat, mengatakan telah terjadi dugaan kelalaian yang dilakukan KPU setempat terhadap pasangan calon bupati dan wakil bupati, Arifin Junaidi-Andi Abdullah Rahim, ihwal latar belakang pasangan calon yang maju di pilkada ini. Menurut dia, kelalaian memasukkan data bukan hanya terhadap pasangan calon nomor urut dua. Tapi pasangan calon nomor urut satu juga mengalami nasib yang sama.

Untuk pasangan calon nomor urut satu, Indah, KPU tidak mencantumkan tanggal lahir di daftar riwayat hidup yang ada di DCT. Sedangkan calon nomor urut dua, Arifin Junaidi, tidak dicantumkan riwayat pendidikannya dan pekerjaannya. ”Kami akan memeriksa salah seorang Komisioner KPU Luwu Utara. Kalau ditemukan telah terjadi dugaan pelanggaran kode etik, kami lanjutkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP,” ujar Rahmat.(Tempo/Ferdi)

Senin Pleno Penetapan KPU, Ini Info Grafisnya: Pilkada Lutra, PINTAR Tangguh di 8 Kecamatan

Tabulasi Suara Pilkada di KPU Luwu Utara Kamis 8/12 lalu, telah selesai direkap, dan menurut rencana sidang pleno penetapan KPU Lutra akan dilakukan Senin lusa, 21 Desember 2015. 
P1ntar sapu bersih di 8 Kecamatan sedangkan Manassa merajalela di 4 Kecamatan meski dengan selisih tipis. Dari 580 TPS dimenangkan Pasangan Indah-Thahar 53,60% dan Pasangan Arjuna-Rahim 46,40%, dengan selisih suara 12.210 atau 7,21%. 

Berikut info grafisnya :





Courtesy : KPU Luwu Utara 
Diolah : Bag. Riset Data DETEKSI

(Iccank)

Manassamo Pleno KPU Lutra: Indah-Thahar Menang, Selisih Suara 12.210


MASAMBA – KPU Luwu Utara, Kamis pagi 17/12, melakukan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat Kabupaten Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lutra di Aula Demokrasi Kantor KPU Lutra.

Hasil penghitungan suara tingkat kabupaten tidak jauh beda dengan hasil quick count lembaga survei dan rekapitulasi suara di website KPU. Pasangan calon bupati dan wakil bupati Indah Putri Indriani-Thahar Rum mengungguli seterunya Arifin Junaidi-Andi Abd Rahim dengan selisih suara 12.210 suara. Perolehan angka terbanyak di raih pasangan Indah-Thahar di Kecamatan Baebunta dengan 14.301 suara. Sementara raihan suara terbesar bagi pasangan Arjuna-Rahim  ada di Kecamatan Sukamaju dengan raihan suara 11.151, meskipun di kecamatan ini ia kalah dari pasangan Indah-Thahar yang meraih 13.709 suara.

Indah-Thahar berhasil unggul di 8 kecamatan, sementara Arjuna-Rahim, hanya unggul di 4 kecamatan. Dengan skor telak 8 vs 4 dan selisih 7,21%, bisa dipastikan Indah-Thahar akan naik tahta di Simpurusiang, kawasan tempat mereka berdua nantinya akan berkantor.
Dengan posisi Indah Thahar yang meraih 90.824 suara dan Arjuna-Rahim 78.614 suara di mata Yunus, pengamat Politik Kota Palopo menilai kegagalan petahana mantan bupati Arjuna pertanda bahwa demokrasi sudah berjalan dengan baik diLuwu Utara meskipun isu money politic berhembus kencang namun rakyat Lutra ternyata sudah pada pintar. “ini kemenngan hati nurani melawan uang dan intimidasi oknum birokrasi,” jelas Yunus di ruang kerjanya saat dihubungi secara terpisah.
Berikut hasil rekapitulasi suara di 12 Kecamatan se-Luwu Utara  :
Kecamatan Baebunta
Pintar: 14.301
Manassa: 10.975

Kecamatan Bone Bone
Pintar: 9.005
Manassa: 5.176

Kecamatan Limbong
Pintar: 991
Manassa: 1.109

Kecamatan Malangke
Pintar: 6.817
Manassa: 7.981

Kecamatan Malangke Barat
Pintar: 5.841
Manassa: 7.734

Kecamatan Mappedeceng
Pintar: 7.433
Manassa: 6.001

Kecamatan Sukamaju
Pintar: 13.709
Manassa: 11.151

Kecamatan Sabbang
Pintar: 10.472
Manassa: 10.651

Kecamtan Tanalili
Pintar: 7. 328
Manassa:5.077

Kecamatan Masamba
Pintar: 9.507

Manassa:9.122

Kecamatan Rampi
Pintar: 983

Manassa: 721

Kecamatan Seko
Pintar: 4.437
Manassa: 2.916

(Iccank/Foto : Achyar Sewang & Bag. Litbang Deteksi)

Supriansa Santai, Udah Bisa Ngopi-ngopi Lagi di Warkop

Andi Kaswadi Razak–Supriansa (Akar Super) memenangkan Pilkada Serentak di Soppeng berdasarkan hasil penghitungan versi C1 di situs KPU pilkada2015.kpu.go.id. Pasangan ini, mengalahkan rivalnya pasangan Lutfi Halide-Andi Zulkarnain Soetomo (LHD Azas).

Kemenangan ini, tidak hanya disyukuri pasangan Andi Kaswadi Razak–Supriansa, tetapi juga seluruh pendukungnya. Kesyukuran itu ditandai dan dibuktikan dengan menunaikan ibadah puasa sebagai nazar kemenangan Akar Super.

“Alhamdulillah, atas kemenangan dan kepercayaan masyarakat Soppeng kepada kami (Akar Super). Kesyukuran ini diwujudkan dalam puasa. Termasuk puasa yang dilakukan tim pemenangan dan pendukung di Soppeng,” kata Supriansa di sela-sela bersantai di Coffeeholic Panakkukang Square Makassar, Selasa (15/12).

Seperti dikutip dari rakyatsulsel.com Supriansa mengatakan, dengan menunaikan puasa yang dilakukan tim pemenangan dan pendukungnya, memberikan kesibukan tersendiri kepadanya. Yaitu dengan menghadiri undangan buka puasa bersama yang datang tiap saat.

“Sekarang ini, kesibukan saya di Soppeng banyak diisi menghadiri buka puasa bersama. Banyak konstituen atau pendukung berpuasa yang sebelumnya dinazarkan jika Akar Super menang pilkada,” terang Supriansa ketika ditanya kesibukannya pasca Pilkada Soppeng.
Direktur sekaligus pendiri Makassar Intelectual Law (MIL) ini, mengatakan, selain itu ia kini selalu meluangkan waktunya bersantai bersama rekan-rekannya, seperti ngopi bareng.
“Bersantai seperti ini ngopi bareng rekan-rekan dan sahabat-sahabat. Apalagi, baru lagi ada waktu senggang, sebab setelah lama di Jakarta saya langsung ke Soppeng mengikuti proses tahapan pilkada. Ini baru ke Makassar lagi,” ujarnya.
Diketahui, berdasarkan hasil penghitungan dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau Formulir C1 yang dilakukan ‎Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Soppeng melalui website www.pilkada2015.kpu.go.id.

Formulir C1 yang diunggah KPU, Kamis (10/12) rampung 100 persen di 503 TPS di delapan kecamatan di Bumi Letemmamala.

Dari data formulir C1, pasangan Andi Kaswadi Razak-Supriansa (Akar Super) mendapat 57,75 persen suara. Sementara, pasangan nomor urut satu, Lutfi Halide-Andi Zulkarnain Soetomo (LHD Azas) memperoleh 42,20 persen suara.
Dari delapan kecamatan, pasangan Akar Super memperoleh 80.802 suara. Sedangkan LHD Azas hanya mendapat 59.106 suara.

Hal ini selaras dengan hasil perhitungan cepat (quick count) yang dilakukan beberapa lembaga survei usai pencoblosan di 503 TPS yang tersebar di delapan kecamatan Kabupaten Soppeng, Rabu 9 Desember 2015. Diantaranya, Lembaga konsultan politik Nurani Strategic, PT Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Lembaga Survey Adhyaksa Supporting House (ASHO). Sementara, hasil hitung cepat yang dilakukan Lembaga konsultan Politik Nurani Strategic menempatkan Akar Super sebagai pemenang Pilkada Soppeng 2015, dengan peroleh suara 59,30 persen dan LHD-Azas 41,70 persen.(RS/Net)

PDIP, Partai Terbanyak yang Menangi Pilkada Serentak 2015

Jakarta - Pemilihan kepala daerah (pilkada) di 269 daerah telah dilakukan pada 9 Desember 2015 lalu. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR), dari 208 daerah pilkada, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi partai politik dengan daerah kemenangan terbanyak, yaitu 105 daerah. 

Gerindra menyusul dengan 87 daerah, NasDem 85 daerah, dan PAN 80 daerah. Lalu PKS dengan 75 daerah, Demokrat 68 daerah, dan PKB 65 daerah. Selanjutnya adalah Hanura dengan 63 daerah, Golkar 49 daerah, PBB 32 daerah, PKPI 31 daerah, serta PPP 28 daerah.

Namun jumlah kemenangan yang diraih oleh masing-masing parpol tersebut tak selalu beriringan dengan jumlah pasangan calon yang diajukan. Total terdapat 630 pasangan calon dalam pilkada yang digelar beberapa waktu lalu. 

Seperti dikutip dari Tempo online, PDIP memimpin dengan total dukungan sebesar 244 pasangan. Kemudian diikuti Gerindra dengan 211 pasangan, Demokrat 205 pasangan, NasDem 199 pasangan, dan PAN 195 pasangan. Selanjutnya Hanura 187 pasangan, PKB 174 pasangan, PKS 162 pasangan, Golkar 116 pasangan, PKPI 90 pasangan, PBB 78 pasangan, dan PPP 70 pasangan.

Koordinator Nasional JPPR Masykurudin Hafidz mengatakan, kajian tersebut dilakukan untuk melakukan pemetaan terhadap potensi kemenangan pasangan calon berdasarkan dukungan dan koalisi partai politik. Adapun sumber data yang digunakan dalam kajian tersebut merupakan hasil olahan dari rekapitulasi formulir C1 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).(Rahmat)

Mengagumkan, 30 Perempuan Terpilih di Pilkada Serentak

NASIONAL - Sebanyak 264 daerah menggelar pilkada serentak pada Rabu (9/12) lalu. Meski hasil resmi belum ditetapkan KPU masing-masing wilayah, sejumlah lembaga survei telah mengumumkan hasil hitung cepat atau quick count.

Dari data quick count itu, tercatat ada 30 perempuan yang sukses terpilih menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah. Dari data yang kami miliki sampai Kamis (10/12) dari rilis hasil quick count berbagai lembaga survei, sebagian besar calon perempuan yang menang adalah di tingkatan kabupaten dan walikota.

Anggota Komisi I DPR RI, Meutya Hafid sangat mengapresiasi 30 perempuan yang berhasil unggul dalam perhitungan sementara Pilkada serentak 9 Desember lalu. 

"Saya kira terpilihnya perempuan sebagai kepala daerah menunjukkan masyarakat Indonesia sudah dewasa dan tidak membedakan antara pemimpin perempuan dengan laki-laki," kata Anggota DPR dari Fraksi Golkar ini, Jumat (11/12).

Meski begitu, ia masih melihat secara keseluruhan jumlah perempuan yang diajukan sebagai calon kepala daerah masih sedikit. "Hanya sebanyak 7,32 persen calon kepala daerah perempuan atau sebanyak 123 orang dari total 810 calon kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota," katanya.

Berikut ini daftarnya:

1. Airin Rachmi Diany (wali kota Tangsel)
2. Ratu Tatu Chasanah (bupati Serang)
3. Tri Rismaharini (wali kota Surabaya)
4. Sri Sumarni (bupati Grobogan)
5. Cellica Nurrachadiana (bupati Karawang)
6. Neni Moerniaeni (wali kota Bontang)
7. Rita Widyasari (bupati Kutai Kertanegara)
8. Chusnunia (bupati Lampung Timur)
9. Asmah Gani (bupati Nunukan)
10. Ilmiati Daud (wakil bupati Wakatobi)
11. Indah Putri Indriani (bupati Luwu Utara)
12. Anna Sophana (bupati Indramayu)
13. Kartika Hidayati (wakil bupati Lamongan)
14. Vonnie Anneke Panambuan (bupati Minahasa Utara)
15. Irna Narulita (bupati Pandeglang)
16. I Gusti Ayu Mas Sumantri (bupati Karangasem)
17. Indah Damayanti Putri (bupati Bima)
18. Faida (bupati Jember)
19. Haryanti (bupati Kediri)
20. Christine E Paruntu (bupati Minahasa Selatan)
21. Neti Herawati (wakil bupati Kepahiang)
22. Mirna Annisa (bupati Kendal)
23. Hairiah (wakil bupati Sambas)
24. Badingah (bupati Gunung Kidul)
25. Sri Muslimatin (wakil bupati Sleman)
26. Merya Nur (wakil bupati Kolaka)
27. Hevearita Gunaryanti (wakil wali kota Semarang)
28. Yulis Suti Sutri (wakil bupati Kuar)
29. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (bupati Sragen)
30. Sophia Fatah (wakil bupati Batanghari)

Koordinator Aliansi Masyarakat Sipil untuk Perempuan & Politik (ANSIPOL) Yuda Irlang Kusumaningsih mengaku gembira dengan banyaknya perempuan yang akan menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam pilkada serentak tahun ini. Dia berharap jumlah ini akan bertambah karena hasil perhitungan yang ada masih berdasarkan hitung cepat.

"Karena jumlah calon perempuan dalam pilkada serentak kali ini tidak sampai 8 persen," ujarnya ketika dihubungi media ini.

Yuda berharap, dengan semakin banyaknya kepala daerah perempuan, isu-isu dan kebijakan yang lebih memperhatikan perempuan seperti kesehatan terkait reproduksi dan pendidikan akan lebih ditingkatkan lagi.

"Tidak banyak kepala daerah atau wakil kepala daerah yang mudeng dengan isu kesetaraan gender," pungkasnya.

Sementara anggota DPR dari Fraksi PPP Okky Asokawaty berharap banyaknya perempuan yang terpilih dalam pilkada serentak membuat politik di Indonesia kian humanis dan tidak menampilkan wajah yang antagonistis.

"Terpilihnya puluhan calon kepala daerah dari kalangan perempuan memberi sinyal positif bagi politik perempuan di Indonesia. Satu sisi kualitas politisi perempuan terbukti dan teruji dapat setara dengan kaum laki-laki. Di sisi lain, komitmen partai politik dalam keberpihakan terhadap politisi perempuan semakin menunjukkan sinyal positif," ujarnya dalam siaran pers.

Dia berharap, keberadaan kepala daerah dari perempuan harus dijadikan momentum untuk membuat kebijakan daerah yang pro dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya bagi kelompok perempuan dan anak-anak. Seperti persoalan kesehatan ibu dan anak serta lansia harus menjadi skala prioritas dalam pembangunan di daerah.

"Kepala daerah dari kalangan perempuan harus menjadi etalase bagi wajah politik perempuan di Indonesia. Daerah-daerah yang dipimpin oleh kepala daerah dari perempuan harus menerapkan zona anti korupsi di daerahnya. Kepala daerah perempuan dapat menjadi srikandi pemberantasan korupsi dan pelaksanaan birokrasi yang melayani di setiap daerah," pungkasnya.(Idrus)

KPU Rilis C1 Pilkada Lutra, Indah-Thahar Menang 53,60%

MASAMBA - KPU lewat situs pilkada2015.kpu.go.id merilis hasil Pilkada Luwu Utara dengan perolehan yang tidak jauh berbeda dari hasil quick count lembaga survey yang dua hari terakhir ini menyita perhatian publik.

Lewat website KPU ini disajikan data form C1 yang direkapitulasi di 12 Kecamatan yang ada di kabupaten penghasil sagu ini. Dari 580 TPS yang ada, telah masuk semua datanya secara keseluruhan atau 100%.  Tidak jauh berbeda dengan data yang DETEKSI NEWS miliki. Hasil dari 12 kecamatan tersebut menempatkan Indah-Thahar keluar sebagai pemenang dengan selisih suara sekitar 12.211 suara atau 7,21% . Indah-Thahar berhasil melampaui angka 50% dengan nilai 53,60% suara sementara pasangan Arifin Junaidi- Andi Rahim harus puas dengan torehan 46,40% suara.
 
Rekap 12 Kecamatan versi KPU

Abd Aziz, anggota KPU Lutra mengaku cukup puas dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah kali ini. Hampir tidak ada kendala serius yang dihadapi. “secara umum berlangsung baik, fair dan transparan,” ujar dia Jumat pagi 11/12. Aziz mengakui ada hal-hal dimana mungkin terdapat kekurangan, misalnya layanan press room, atau kondisi ruangan KPU tempat diselenggarakan pertemuan dengan kandidat yang terlalu mini dan sebagainya, menurut dia adalah sesuatu yang diluar batas kemampuan ia dan anggota KPU lainnya. Namun ia berharap, ini menjadi perhatian semua pihak. Sempitnya aula KPU saat menggelar Debat Kandidat juga banyak dikritik wartawan setempat yang merasa kurang nyaman saat peliputan. Anggota KPU Lutra yang mantan wartawan ini meminta maaf bilamana dalam pelaksanaan pemilu kada serentak tahun 2015 ini, masih ada hal-hal yang belum sempurna.(Rahmat/Iccank)

Aihihihi, Incumbent Juga Tumbang di Toraja Utara

Add caption
TORAJA UTARA - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan-Yosia Rinto Kadang alias KABORO berhasil menumbangkan incumbent pasangan nomor urut dua Frederik Batti Sorring-Frederik Buntang Rombelayuk (SOBAT) dalam pemilihan Rabu, 9/12, kemarin.

Dari hasil perhitungan cepat, kandidat pasangan Kalatiku Paembonan-Yosia Rinto Kadang, berhasil meraup 56,81 % suara, dan mengungguli pasangan Frederik Batti Sorring-Frederik Buntang Rombelayuk yang hanya mendapat 43,19 % suara.
Jumlah perolehan suara yang diraih oleh KABORO yang bernomor urut 1 sebanyak 21.437, sedangkan SOBAT hanya mampu merebut 16.296 suara atau selisih sekitar 5.141 jumlah suara.

FBS sendiri saat dikonfirmasi via telpon selulernya mengenai hal ini enggan berkomentar banyak dan menyerahkan pada hasil sidang pleno KPU. “maaf nanti saja, kita tunggu hasil resmi KPU,” ujarnya sambil menutup telepon.


Sementara itu warga dan simpatisan KABORO mulai terlihat beramai-ramai mendatangi Posko Tim Pemenangan setelah mengetahui berita kemenangan ini.(Ferdi)

Didera Konflik, Golkar Tumbang di Sulsel

SULSEL - Perseteruan panjang yang terjadi di kubu Partai Golkar telah berdampak  pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Provinsi Sulawesi Selatan. Pasangan calon usungan Golkar pun satu persatu berguguran.
“Kenyataan selama ini adalah “hukuman” yang harus diterima Partai Golkar, buah dari perpecahan di tingkat elite yang telah membawa korban bagi para kader dan usungannya di pilkada,” ujar Adi Suryadi Culla, Pakar Politik dan Pemerintahan Universitas Hasanuddin (Unhas) Kamis 10/12.
Sulsel merupakan lumbung Partai Golkar namun dalam pilkada serentak 2015, usungan partai berlambang beringin ini tumbang. Di Kabupaten Gowa, Partai Golkar mengusung Syahrir Syarifuddin Dg Jarung yang terpuruk diantara empat paslon lainnya, demikian juga di Tana Toraja Theofilus Allorerung, Toraja Utara Frederik Batti Sorring, di Bulukumba Kahar Muslim dan di Barru Anwar Aksa, semuanya kalah telak dalam perolehan suara. Hanya satu daerah yang berhasil direbut usungan Golkar yaitu di Soppeng oleh Ketua DPD Partai Golkar HA Kaswadi Razak yang mengantongi rekomendasi usungan dari dua kubu berseteru, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono.
Menurutnya, perseteruan elite menjadi penyebab anjloknya kepercayaan publik atau konstituen terhadap calon yang diusung Golkar, sikap publik secara psikologis atau hubungan emosional massa terhadap calon sangat ditentukan oleh citra politik kelembagaan yang mengusung. Dalam kondisi kepercayaan terpuruk sangat sulit bagi mesin politik Golkar bisa mengantarkan keberhasilan calonnya.
Ada dua faktor yang menjadi penilai, yaitu faktor yang bersumber dari kompetensi figur dan yang kedua berkaitan dengan citra partai yang mengusung.
“Kondisi Golkar di pilkada saat ini seperti menepis air didulang dan terpercik di wajah sendiri,” pungkasnya.
Adi menambahkan, pengalaman buruk dalam pilkada ini harus menjadi warning bagi Golkar, inilah saatnya untuk membangun kembali kekuatan menghadapi pertarungan demokrasi mendatang, baik di legislatif maupun presiden.

Sementara itu bagi pengamat politik Ishak Yswandi menilai carut marut di tubuh partai beringin membuat masa depan partai ini semakin suram. Golkar suatu saat akan menjadi partai gurem jika pengurusnya tidak segera rujuk dan bersatu kembali. “Sulsel dulu dikenal sebagai basis Golkar meskipun reformasi 1998 terjadi dan Orde baru tumbang. Tapi setelah dualisme ditubuh Golkar secara perlahan Golkar menuju kematian,” tandasnya di sebuah kedai kopi di Kota Masamba, Rabu malam 09/12.
Mantan broadcaster ini menyayangkan jika kubu Aburizal maupun Agung Laksono lebih memikirkan kepentingan pribadi dan golongan ketimbang kepentingan yang jauh lebih besar. “sayang jika partai yang diisi oleh orang-orang hebat ini kemudian sekarat dan tinggal nama besar akibat ego elit di Jakarta,” kuncinya.


Editor : Rahmat

Ciyee, Indah Bupati Perempuan Pertama di Sulawesi Selatan

LUWU UTARA - Sejarah baru telah terukir, Pilkada Luwu Utara telah memberikan panggung utama bagi Indah Putri Indriani sebagai bupati perempuan pertama di Sulsel yang memenangi Pilkada Serentak 2015 berdasarkan Quick Count dua lembaga survey yakni CRC dan JSI. 

Tanggal 9 Desember 2015 kemarin, adalah hari lahirnya perubahan di Luwu Utara, hari dimana rakyat Luwu Utara dengan bebas merdeka memilih hati nurani ditengah maraknya intimidasi dan politik uang. Akhirnya incumbent yang menguasai birokrat tumbang ditangan Pasangan Indah-Thahar yang berakronim "PINTAR". 

"Syukur alhamdulillah, ini bukan kemenangan saya dan Pak Thahar ini kemenangan rakyat Luwu Utara, kemenangan kita semua," ujar Indah kemarin sore, Rabu 09/12, di kediamannya di Kanjiro Sukamaju saat menyaksikan tayangan Quick Count di salah satu media online bersama tim data center yang sudah ia persiapkan.

Indah hanya berpesan singkat, agar simpatisan tidak larut dalam euforia kemenangan, yang kalah harus dihargai. "pilkada telah usai mari kita dengan kebersamaan bangun Luwu Utara," ucapnya dengan wajah berseri. Ada tangis bahagia manakala ribuan massa simpatisan sore itu menyambangi kediamannya sekedar berbagi kebahagiaan dan mengucapkan selamat pada kandidat yang selama ini begitu deras dihujat dan dijadikan bulan-bulanan isu yang bersifat negative campaign. 

Indah Putri Indriani, perempuan kelahiran 7 Februari 1977, putri pasangan Musallang Sumasse dan A Nurhayati Tahir sebelumnya adalah wakil bupati Lutra periode 2010-2015. Kesederhanaannya bersama Thahar Rum adalah magnet bagi rakyat Luwu Utara memilih dia dengan kisaran angka 54%. 

Indah Putri Indriani, akhirnya tercatat dalam sejarah menjadi bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan. Sebelumnya, Tri Risma Harini (Surabaya Jawa Timur) tercatat sebagai walikota perempuan pertama dan Rustriningsih (Kebumen, Jawa Tengah) sebagai bupati perempuan pertama di Indonesia. 

Berikut 27 Perempuan Sukses di Pilkada Serentak 2015 :
1. Airin, walikota Tangerang Selatan
2. Ratu Tatu, bupati Serang
3. Risma, walikota Surabaya
4. Sri Sumarni, bupati Grobogan
5. Cellica, bupati Karawang
6. Neni Moerniaeni, walikota Bontang
7. Rita, Bupati Kutai Kertanegara
8. Chusnunia, Lampung Timur
9. Asmah Gani, bupati Nunukan
10. Ilmiati, wakil bupati Wakatobi
11. Indah Putri Indriani, bupati Luwu Utara
12. Anna S, bupati Indramayu
13. Kartika, wakil bupati Lamongan
14. Vonnie Anneke Panambuan, Kab. Minut (Sulut)
15. Irna, bupati Pandeglang
16. I Gusti Ayu Mas Sumantri, bupati Kab. Karangasem Bali
17. Hj Indah Damayanti Putri, bupati Kab Bima NTB
18. dr. Faida, MMR, bupati Jember
19. dr. Hj. Haryanti Sutrisno, bupati Kediri
20. Christine E Paruntu, bupati Minahasa Selatan.
21. Neti Herawati, wakil bupati Kepahiang, Bengkulu.
22. Dr. Mirna, bupati Kendal.
23. Hairiah, wakil bupati Sambas.
24. Badingah, bupati Gunung Kidul.
25. Sri Muslimatin, wakil bupati Sleman
26. Merya Nur, wakil bupati Kolaka
27. Ir. Herevita, wakil walikota Semarang
Editor : Iccank Razcal

Uhuii....Indah Dapat Ucapan Selamat dari JK

LUTRA - Setelah memenangi hasil quick count atau hitung cepat Pilkada Luwu Timur, pasangan Indah utri Indriani-Tahar (Pintar) mendapat ucapan selamat dari Wapres HM Jusuf Kalla (JK).
Berdasarkan rilis, ucapan selamat dari JK tersebut disampaikan via telepon kepada Indah. “Indah saya dengar kau menang di Luwu Utara, selamat ya, semoga Luwu Utara menjadi Lebih baik lagi” ucap JK via telepon, Rabu (9/12/2015).
Dalam kesempatan tersebut, JK juga berpesan untuk tetap menjaga kondisi dan kesediaan pemerintah pusat memback-up pemerintahan Luwu Utara kedepan.
“Tetap jaga kondisi Indah, sampaikan kepada pendukungnya, saya juga siap berkomunikasi lebih lanjut untuk memback-up pemerintahan Luwu Utara kedepan” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Indah mengucapkan terimakasih kepada sosok nomor dua di Indonesia tersebut atas perhatiannya. Indah juga mengaku siap untuk intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat setelah resmi dilantik sebagai Bupati Luwu Utara.
“Iye, terimakasih Pak Wapres atas perhatiannya, Insya Allah kami akan intens komunikasi setelah resmi dilantik, kami akan berupaya melaksanakan mandat rakyat ini dengan sebaik-baiknya,” beber Indah.
Untuk diketahui berdasarkan versi quick count PINTAR (Pasangan Indah-Tahar)  berhasil meraup 53,72% sementara JUARA (Arifin Junaidi-Andi Rahim) 46,28%.(Rls)

Indah Batalkan Pidato Kemenangan, Opu LAM Ucapkan Selamat

LUTRA - Pemenang Pilkada Luwu Utara (Lutra) versi Quick Count 2 lembaga survey yakni CRC dan JSI, Indah Putri Indriani, Rabu sore 9/12, tiba-tiba membatalkan pidato kemenangan dan hanya berpesan agar simpatisan maupun pendukung tidak terlalu euforia dengan mengadakan pesta arak-arakan dan pawai kendaraan bermotor melintasi jalan raya kota Masamba dan sekitarnya. 

Pukul 14.30 wita, saat quick count CRC yang ditayangkan dilayar lebar kediamannya di Kanjiro Kec. Sukamaju menunjukkan 22% data yang masuk dan posisi pasangan Pintar leading dengan angka cukup meyakinkan di titik 55% sedangkan Arjuna hanya meraup 45% dukungan suara, para simpatisan sudah mulai berdatangan memberikan ucapan selamat. 

Sementara itu versi real count internal Pasangan P1ntar (Indah-Thahar) yang memakai jasa SSI (Script Survey Indonesia) menunjukkan angka-angka yang tidak terlalu jauh berbeda dengan tampilan layar versi CRC dan JSI. Pukul 19.30 wita ketika data sudah 100% masuk dari 580 TPS, dilaporkan posisi Indah-Thahar tetap memimpin dengan perolehan akhir 53,73% untuk P1ntar dan 46,27% untuk pasangan Manassa (Arjuna-Rahim). Dengan selisih suara sekitar 12.679 suara atau selisih 7,46%.

Indah menurut salah seorang anggota timnya yakni Filosofis Rusli yang juga Master Campaign P1ntar direncanakan akan melakukan victory speech atau pidato kemenangan. Namun dengan alasan tertentu, pidato ini dibatalkan dan terlihat hanya Opu Luthfi Andi Mutty yang memberikan orasi singkat dan pidato kemenangan seraya berpesan agar simpatisan Pasangan Pintar tidak melakukan arak-arakan di jalan raya. "kita meskipun menang jangan membuat lawan kita seolah musuh yang tidak punya harga diri, mereka tetap harus kita hormati dan hargai," tegas Opu Luthfi. Mantan bupati Lutra ini mengajak semua simpatisan bersyukur dan tidak melampiaskan kegembiraan secara berlebihan. "Kita memang sudah menang, akan tetapi jangan sampai kita terpancing untuk melakukan tindakan-tindakan yang bisa membahayakan persatuan dan kesatuan, kita harus jaga itu, setelah pilkada semua harus bersatu kembali membangun Lutra," tandasnya.

Ribuan massa pendukung P1ntar bak semut mulai mengerubuti kediaman orangtua bupati terpilih ini mereka berteriak histeris sambil mengacungkan salam jempol atau salam 1 jari yang menjadi ciri P1ntar dalam pilkada 2015 ini. 

Indah terlihat terharu bercampur senang dan bahagia dan melambaikan tangannya ke arah ribuan simpatisannya yang membuat jalan poros di depan kediamannya macet total. Fauzi sang suami tercinta bupati terpilih beserta anggota keluarga lainnya, juga nampak sibuk menerima ucapan selamat.(Iccank)


Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius