Tampilkan postingan dengan label Toraja Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Toraja Utara. Tampilkan semua postingan

AMTI: Bupati Toraja Utara Harus Copot Sekda dari Dua Jabatan Rangkapnya!

JAKARTA - Ketua Umum DPP Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan di Jakarta meminta agar Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan segera mengambil sikap tegas mencopot pejabatnya yang tersandung kasus korupsi. Pejabat yang dimaksud adalah Sekda Toraja Utara, Lewaran Rantela'bi' yang saat ini merangkap jabatan sebagai Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Pernyataan tersebut dikeluarkan AMTI atas Amar Putusan Kasasi dari Mahkamah Agung terhadap terdakwa Lewaran Rantela'bi' tertanggal 3 Oktober 2016. "AMTI meminta agar Bupati Toraja Utara segera mengambil sikap tegas mencopot Sekda Toraja Utara dari jabatannya. AMTI juga meminta pencopotan yang bersangkutan dari jabatan lain yang dirangkapnya yang ternyata juga sebagai Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Toraja Utara," ujar Tommy Turangan di Jakarta, Sabtu (8/10/2016).

Dalam putusan tersebut, Kasasi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan selaku pemohon yang menuntut terdakwa Lewaran 2,5 tahun penjara, Dikabulkan oleh MA. "Sesuai dengan nawacita Presiden, pemerintah tidak boleh absen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif dan demokratis dan terpercaya serta terbebas dari korupsi, unsur kolusi dan unsur nepotisme," kata Tommy Turangan.

Turangan menambahkan, dalam hal seseorang telah tersandung kasus korupsi, para kepala pemerintahan setempat harusnya mengambil sikap tegas. "Untuk apa dipertahankan orang yang bermasalah hukum. Orang berperkara jangan malahan diberi rangkap jabatan. AMTI mulai mengawal kasus ini dan segera berkoordinasi ke lembaga negara terkait," kunci Tommy Turangan, Ketua Umum DPP Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) di Jakarta.(Tim/*)

Marak Pungli, Bupati Torut Kumpulkan Orangtua Siswa di SMAN 1 Rantepao


RANTEPAO - Sejumlah orangtua siswa menghadiri rapat pengembalian uang pungutan yang ditarik saat Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun 2016 lalu.
Rapat tersebut digelar di aula SMAN 1 Rantepao, Toraja Utara pada Rabu, 21/9/2016 kemarin.

Diberitakan sebelumnya, Pengembalian Pungutan itu atas perintah Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan.

“Saya sudah perintahkan bahkan sudah memanggil kepala sekolahnya untuk mengembalikan pungutan itu,” kata Kalatiku Paembonan kepada Warta Bersatu, grup jaringan media Deteksi News (2/9) waktu itu.

Pihak sekolah yang sebelumnya menarik dana sebesar Rp.1,5 juta rupiah per siswa akhirnya harus mengembalikan uang pungutan itu, kecuali bagi para orangtua yang telah merelakan pungutan itu menjadi sumbangan sukarela.
Kalatiku tidak setuju jika pihak sekolah memungut dana dari orangtua siswa, kata
Kalatiku yang memimpin rapat pengembalian uang itu.

Laporan/Foto: Tim Warta Bersatu
Editor: Iccank


Reses Anggota DPRD Sulsel Alfritha Danduru Kunjungi Toraja


RANTEPAO - Alfritha Pasande Danduru, SH.M.Kn, salah satu anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Komisi E, Fraksi Partai Golkar melakukan Kunjungan Kerja ke Panti Asuhan Kristen Tagari, Rantepao, Toraja Utara.

Kunjungan kerja tersebut adalah rangkaian dari beberapa kegiatan reses wakil rakyat asal Toraja itu, khususnya di Dapil 10 yakni, Tana Toraja dan Toraja Utara.
Dari beberapa kegiatan reses Alfritha selama di Toraja, dua diantaranya terpantau oleh Warta Bersatu, media grup jaringan DETEKSI News.

Diberitakan sebelumnya, wanita cantik itu, juga telah berkunjung ke Leproseri Batulelleng di Rantepao, Toraja Utara, lokasi penampungan para Penderita Kusta.
Dalam kunjungan kerja kali ini, ia menemui 34 anak yatim piatu di Panti Asuhan itu.
Ihwal kunjungan kerja itu, Alfrita meminta, Pemkab Toraja Utara memberi perhatian khusus kepada ke-34 anak yatim piatu itu.(*)


Berita selengkapnya disini

Penasaran, None Akhirnya Kunjungi Negeri Diatas Awan

TORAJA UTARA – Penasaran dengan cerita dan foto-foto para pejabat di Sulawesi Selatan yang mengunjungi Lolai serta berselfie ria, membuat adik Syahrul Yasin Limpo, Irman Yasin Limpo, yang akrab disapa None pun mengunjungi kawasan wisata alam tersebut. Kehadiran None disambut pengalungan selendang tenun khas Toraja oleh warga setempat.

Pada Sabtu pagi, 20/08, begitu sampai di lokasi yang terletak di Kecamatan Kapalapitu, Lembang Benteng Malammu tepatnya di Tongkonan Lempe, None terlihat begitu gembira dan langsung mengeluarkan handphonenya untuk mengabadikan keindahan negeri diatas awan itu.

Kepala Badan Diklat Provinsi Sulsel  ini pun langsung berselfie didampingi Bupati Torut, Kalatiku Paembonan, Sekretaris Daerah Toraja Utara Lewaran Rantela'bi' dan Kepala Bagian Humas Fitra Rusdy.

“iya luar biasa, begitu menakjubkan, indah sekali,” ucap None singkat saat ditanya kesan-kesannya oleh awak media. Ia mengajak semua orang ke tempat yang memang sedang trending topic ini, “anda akan menyesal jika tidak sempat datang kesini, makanya datang, biar terlambat yang penting sudah datang,” ujarnya sambil tersenyum.(Iccank/Foto: Basry Humas)

Malam Nanti Closing Ceremony TIF 2016, Wawali Palopo Juga Diundang


RANTEPAO – Wakil Walikota Palopo, Akhmad Syarifuddin juga diundang menghadiri closing ceremony kegiatan Toraja Internasional Festival 2016. Ome, demikian sapaan akrab Wawali Palopo ini diberi kesempatan untuk bisa melihat secara langsung penutupan TIF 2016 di Palawa’ dan Kete Kesu’. Founder sekaligus Direktur TIF, Franky Raden saat dihubungi tadi pagi mengatakan, pihaknya sengaja mengundang tetangga dekat Palopo ini karena dinilai Palopo punya history yang kuat dengan Toraja. “Kami mengundang beliau karena Toraja dan Palopo sebenarnya masih rumpun saudara, kebetulan antara Bupati Kalatiku Paembonan dan Wakil Walikota Palopo ini adalah  kawan akrab, jadi tidak canggung lagi, kami berharap beliau bisa hadir menyaksikan Toraja Opera yang dihelat dalam closing ceremony malam nanti,” ucap Franky Raden.

Ome sendiri membenarkan adanya undangan tersebut dan mengupayakan bisa turut serta dalam closing ceremony malam nanti. “Saya dalam perjalanan ke Palopo, dan surprised bapak Bupati Torut bersama Direktur TIF mengundang kami, ini suatu kehormatan, dan atas nama pemerintah Kota Palopo kami mengapresiasi, semoga event internasional ini berlangsung aman, tertib dan sukses.”

Mengenai kehadiran dirinya sendiri Ome belum bisa memastikan, karena mepetnya waktu. “ini saya masih di daerah Anabanua, mudah-mudahan masih sempat, Insha Allah saya akan hadir, tetapi bila tidak sempat atau terlambat saya mohon maaf sebesar-besarnya, intinya saya bersedia, karena event pariwisata ini penting dalam menggerakkan perekonomian rakyat, ” ujarnya lewat sambungan telepon sore ini. Jumat, 19/08.


TIF 2016 sendiri pada penutupan malam nanti akan menghadirkan kolaborasi kesenian lokal Toraja dan musisi mancanegara diantaranya musisi Senegal, Hungaria, Kuwait dan Malaysia. Dalam amatan media ini, dua malam berturut-turut, venue Kete Kesu’ selalu kebanjiran penonton baik dari Toraja sendiri maupun wisatawan nusantara dan mancanegara.(D1/*)

Franky Raden: TIF2016 Bakal Lebih Semarak!

RANTEPAO - Franky S. Notodirjo atau yang akrab disapa Franky Raden selaku penggagas  sekaligus Direktur TIF kepada Deteksi, Selasa siang hari ini (16/08) mengatakan jika Toraja Internasional Festival 2016 sudah siap digelar.
Beberapa artis pendukung sudah mulai berdatangan ke kota Rantepao. Glenn Fredly dan kawan-kawan sendiri besok dijadwalkan baru akan tiba.

[ lihat videonya DISINI ]

Franky Raden mengatakan, untuk event TIF kali ini diadakan di 2 tempat yakni Palawa’ dan Kete Kesu’. Untuk hari pertama, besok di Palawa’ jam 2 siang, pengunjung akan disuguhkan lomba vocal grup dan paduan suara serta wisata kuliner dan kerajinan tangan.
Sedangkan sorenya, jam 4 di Kete Kesu’ diadakan pertunjukan seni musik etnis Toraja, Glenn Fredly n The Bakucakar akan perfom malam jam 8 setelah opening ceremony.

“jadi untuk kali ini sangat menarik karena banyak artis dan musisi, dari Senegal Afrika, Kuwait, Malaysia, Helga Sedlin juga kali kedua akan tampil kembali, serta nanti ada Toraja Opera dipenghujung event, dimana semua artis pendukung akan berkolaborasi,” kuncinya

Sementara itu Bupati Torut, Kalatiku Paembonan saat ditemui beberapa waktu lalu berharap jika dari event TIF ini pariwisata di Toraja semakin berkembang dan maju, pihaknya sendiri telah mengambil langkah agar pintu masuk ke Rantepao lewat bandara di Makale maupun Bua Kabupaten Luwu lebih banyak lagi melalui penerbangan komersil dengan pesawat berbadan lebar.

“Kami mengupayakan, agar maskapai penerbangan pesawat komersil yang dapat menampung lebih banyak turis seperti pesawat  jenis ATR 72 ,” pungkasnya.(Bayu Krisna/Icc)

Bupati Torut: Mari Kunjungi Toraja, Banyak Event Bagus Bulan Agustus Ini!

RANTEPAO – Jelang digelarnya Toraja Internasional Festival (TIF) 2016, Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan mengajak penikmat seni dan budaya baik lokal maupun wisatawan nusantara dan mancanegara untuk datang beramai-ramai ke destinasi pariwisata yang terletak di dataran tinggi ini.

Ditemui di Misiliana Hotel, Minggu sore 14/08, Kalatiku mengaku tengah berupaya agar jumlah kunjungan wisatawan ke daerahnya bisa terus meningkat, salah satunya dengan memperpendek jarak tempuh dengan memaksimalkan bandar udara yang ada di Makale maupun Bua, Kabupaten Luwu. Ia mengatakan, jarak tempuh lewat jalur darat amat menghabiskan energi, waktu dan biaya.

“8 jam perjalanan dari Makassar selain terlalu lama juga menghabiskan energi. Mereka tiba di Toraja dalam kondisi capek. Turis itu biasanya punya limit waktu. Jika 16 jam pulang pergi, harusnya mereka sudah bisa kunjungi 2 atau 3 objek wisata,” jelas Kalatiku.
Untuk itu, pihaknya telah melakukan lobby dengan beberapa maskapai penerbangan sambil menunggu Bandar Udara Makale selesai diperbaiki. “Kami ingin ada penerbangan dengan pesawat yang mampu memuat minimal 70 penumpang, sehingga konektivitas antar daerah wisata di Indonesia bisa diwujudkan. Dari Bali misalnya, pesawat bisa transit di Makassar lalu ke Toraja dan ke Manado,”.

Khusus Toraja Internasional Festival sendiri, Kalatiku mengatakan jika event ini adalah kolaborasi yang unik antara budaya mancanegara dan budaya lokal Toraja. “TIF ini sudah kali yang keempat diadakan, dan kali ini tempatnya ditambah di Palawa’ selain Kete Kesu’ sebagai ikon pariwisata Torut selama ini,” ujar bupati yang gemar olahraga tinju ini.   
Kalatiku yang tengah menikmati weekend bersama kerabatnya ini mengajak semua pihak agar datang dan saksikan event Internasional yang banyak digelar dalam bulan Agustus ini. “Ayo datang ke Toraja. Kami punya banyak event bagus di bulan ini. Ada TIF tanggal 17 Agustus nanti, kemarin ada Toraja Marathon, nanti tanggal 24 ada Lomba Paralayang Tingkat Dunia, Ada Toraja Explore dan banyak event lain yang sayang untuk dilewatkan,” kuncinya.(Iccank/*)

***

Glen Fredly Siap Hibur Masyarakat di Event Toraja International Festival 2016

Glen Fredly hampir pasti akan meramaikan event tahunan Toraja International Festival (TIF) 2016. Tahun ini penggagas TIF Franky S.Notosudirjo,Ph.D, sengaja membawa Glen Fredly datang ke Ke’te’ Kesu’ Kabupaten Toraja Utara tempat perhelatan TIF untuk menghibur penonton.


Seperti tampak di foto terekam, stand banner Glen Fredly terpasang spanduk maupun baliho sejenis sudah disebar di beberapa titik termasuk di pintu sejumlah hotel di Toraja Utara.

Dibawah pimpinan Anthonio Febrianto Patulak juga kordinator lokal TIF bersama tim pemuda yang tinggal di seputaran Batulelleng dan lainnya sedang giat memasang baliho hingga stand banner informasi tentang gelar TIF 2016.

“Sudah dipastikan Glen Fredly hadir di TIF 2016,” singkat Anthonio Febrianto,” via pesan di akun facebooknya belum lama ini, Senin 8 Agustus 2016.

Aksi mereka ini terus dilakukan sebagai upaya mendukung pelaksanaan TIF yang berlangsung di kampung halaman mereka.Upaya mereka patut ditiru sebagai wujud nyata mengisi waktu luang yang sangat berdampak positif apalagi pelaksanaannya bertepatan dengan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke 71.(Rilis LPPT)

Toraja International Festival Datang Lagi, Catat Tanggalnya!

RANTEPAO  - Event Toraja International Festival (TIF) 2016 kembali akan digelar selama tiga hari di Toraja Utara pada tanggal 17-19 Agustus 2016.
Ada hal yang berbeda dibanding pelaksanaan tahun kemarin, yakni pemilihan tempat kegiatan akbar TIF 2016 di dua lokasi. Bilamana sebelumnya hanya di seputaran perkampungan adat desa tua Ke’te’ Kesu’, kini di Palawa’ juga dipilih menjadi tempat pelaksanaan TIF.
Penggagas TIF , Franky S.Notosudirjo,Ph.D, mengatakan pelaksanaan TIF 2016 sudah pasti, kini semua pihak utamanya tim pelaksana sedang melakukan aktifitas sesuai dengan tupoksi masing_masing.
“Tanggal 12 Agustus nanti semua tim sudah di  berada Toraja,” singkat Franki Raden, sapaan akrab pria yang mengenyam ilmu soal Ethnomusicology with minors in Performance Art and Southeast Asian Studies, University of Wisconsin-Madison, U.S.A, melalui telepon genggamnya, Senin (2/8/2016).
Sederet artis lokal Toraja maupun artis nasional hingga mancanegara akan memeriahkan event tersebut. Selain Glenn Fredli dan groupnya, beberapa musisi dari mancanegara juga akan memeriahkan festival tahunan yang sudah menjadi agenda pariwisata Toraja ini.

Musisi mancanegara yang akan tampil diantaranya Vieux Cissokho dan Maryam Kouyate dari Senegal, Helga Sedli dari Hongaria, Tony Jayatissa dari Malaysia, dan Kuwait Tune dari Middle East.(iccank/rilis)

Bupati Torut Sambut Kedatangan Wakil Walikota Palopo dan Rombongan Touring Merah Putih

RANTEPAO - Bupati Toraja Utara mendapat kunjungan istimewa pada libur weekend, Minggu siang 07/08/2016. Kali ini Wakil Walikota Palopo, Akhmad Syarifuddin menjadi tamu istimewa tersebut.

Wawali Palopo ini melakukan touring dengan sejumlah komunitas bikers kota Palopo ke kota Rantepao dan Makale. Sekitar jam 12 siang, bertempat di kantor bupati Toraja Utara, Bupati Kalatiku Paembonan menerima rombongan touring 500-an kendaraan roda dua itu secara hikmad dan sederhana.

Kalatiku Paembonan merasa bergembira dengan kehadiran orang nomor dua di Kota Palopo tersebut beserta rombongannya yang memilih Rantepao sebagai destinasi wisata bersama para penggemar otomotif yang terlihat penuh dengan keakraban begitu bertemu pemimpin Toraja Utara tersebut.

Didampingi Dandim 1414 Toraja, Letkol CPN Jimmy Sirait beserta Asisten I Rede Roni, Kabag Humas Pemkab Torut dan jajarannya, Bupati Kalatiku menjamu Ome, demikian sapaan akrab wakil walikota Palopo ini dengan kopi khas Toraja dan aneka jajanan.
Bupati Kalatiku mengaku bersimpati dan menaruh rasa hormat atas kunjungan yang disebutnya sebagai kunjungan dua saudara dekat ini. Palopo dan Rantepao adalah dua kota bertetangga dengan jarak tempuh hanya kurang lebih satu jam.
“Kami merasa bangga dan menaruh simpati atas kunjungan persaudaraan ini. Toraja Utara  sebagai daerah tujuan wisata yang kebetulan berdekatan dengan Kota Palopo berterimakasih dan suatu saat nanti saya juga akan melakukan kunjungan balasan, jalan-jalan ke Palopo dan menikmati wisata di daerah pantai Labombo yang terkenal itu,” ujar Kalatiku seraya tersenyum.

[ klik videonya DISINI ]

Ome sendiri menyebut Bupati Kalatiku sebagai seorang abang yang sedang getol membangun Toraja Utara, dirinya siap bersama-sama membangun iklim dunia pariwisata sehingga dua daerah ini bisa saling bersinergi. “Palopo dan Rantepao memiliki kesamaan kultur dan persaudaraan yang erat. Sinergi antar dua daerah ini harus kita dorong untuk kebaikan bersama, melalui touring merah putih ini kita ajak generasi muda untuk saling silaturahmi dan membangun daerah dengan semangat kebersamaan dan gotong royong,” tutur Wakil Walikota Palopo yang dikenal penyuka olahraga otomotif ini.

Dalam lawatan bertajuk “Touring Merah Putih”, Ome mengendarai sendiri motor Honda CBR-nya dengan plat bernomor DP 1 OME. Pada kesempatan itu juga, Bupati menyerahkan cendera mata berupa rumah adat tongkonan yang disebut Bupati Kalatiku sebagai simbol kebersamaan dan pemersatu orang Toraja atau rumah rakyat. “Saya berharap kunjungan persahabatan ini bisa terjalin lebih erat di masa akan datang, selamat menikmati keindahan alam dan budaya Toraja,” ucap Bupati Kalatiku sambil menyerahkan cindera mata.

Rombongan Touring Merah Putih ini selanjutnya melakukan kunjungan ke objek wisata Kete’ Kesu sebelum melanjutkan touring ke Makale. Diantara beberapa kelompok bikers yang ikut serta diantaranya Sawerigading Scooter Club, Yamaha Vixion Chapter Palopo, MX Rider Community, Ome Community, Orari Lokal Palopo, Honda CBR Club, YMMC dan beberapa gadis penggemar otomotif yang tergabung dalam Ladies MEM-C Palopo.(iccank/D1)

Toraja Marathon 2016, Geliat Pariwisata Toraja Lewat Olahraga Lari

TORAJA - Pada 13 Agustus mendatang, Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara akan menjadi tuan rumah pergelaran sport tourism bertajuk Toraja Marathon 2016. Lomba lari ini merupakan kegiatan sport tourism pertama yang akan digelar di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.

Toraja Marathon 2016 terbagi menjadi empat kategori, yakni 5K, 10K, 23K, dan full marathon sejauh 42K dengan total hadiah sebesar Rp200 juta. Untuk peserta 23K dan 42K juga akan mendapat kesempatan meraih undian tiket pesawat gratis pp Jakarta-Tokyo-Jakarta. Untuk mengikuti lomba ini peserta dikenakan biaya yakni Rp150.000 untuk 5K, Rp200.000 untuk 10K, 250.000 untuk 23K, dan Rp450.000 bagi yang ingin mengikuti kategori full marathon.

Seperti dikutip dari laman venuemagz.com, menurut Lisa Merieparantean, Founder Toraja Marathon, kegiatan sport tourism ini digelar untuk lebih mempopulerkan Tana Toraja dan Toraja Utara sebagai destinasi pariwisata. 
"Ide ini lahir dari kerinduan kami mengembalikan popularitas Tana Toraja sebagai destinasi unggulan Tanah Air yang saat ini terasa semakin meredup," kata Lisa.

Tantangan menggelar event sport tourism perdana adalah meyakinkan masyarakat bahwa Tana Toraja dan Toraja Utara adalah kawasan yang layak dan bersahabat untuk kegiatan lomba lari, tambah Lisa.  "Sejak ide ini lahir di awal tahun 2016, kami langsung gencar membuat promosi dengan membuat video singkat dan foto-foto untuk ditampilkan di sosial media maupun situs resmi lomba maraton ini," ujarnya.

Lexi Rohi, Race Director Toraja Marathon 2016, mengungkapkan, rute lomba lari ini akan melintasi jalur-jalur wisata yang ada di kedua kabupaten tersebut, seperti Sangalla, Suaya, dan Tampang Allo. "Untuk jalur lari 50 persen melalui jalan raya, dan 50 persen lagi jalan desa dengan kondisi yang sangat baik," kata Lexi.

Lexi menargetkan perhelatan perdana ini diikuti 1.000 peserta dari dalam dan luar negeri. "Saat ini peserta dari luar negeri yang mendaftar sudah ada 16 orang. Peserta yang ikut di antaranya berasal dari Kenya, Singapura, Inggris, dan Malaysia," jelas Lexi lagi.

Lexi juga mengungkapkan, Toraja Marathon 2016 ini juga ramah bagi para pelari pemula. "Medan yang akan dilalui cukup bersahabat untuk semua kalangan, dan berada pada ketinggian 780-880 meter di atas permukaan laut," imbuhnya.

Frederick Batong, Ketua Persatuan Masyarakat Tana Toraja Indonesia (PMTI), menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pelaksanaan lomba lari ini menjadi sarana promosi yang efektif bagi pariwisata di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. "Tana Toraja pamornya seperti meredup. Melalui kegiatan ini diharap bisa membangkitkan kembali pariwisata di sana. Saya yakin kami siap menjadi tuan rumah yang baik karena akomodasi dan sarana pendukung sudah baik, hotel pun kami bisa menampung lebih dari 5.000 tamu," kunci Frederick.

Lokasi Pendaftaran
Makassar
Kantor Tribun Timur Berita Online Makassar
Jl. Cendrawasih No. 430 Makassar

Kendari
UD Naga Mas M 150 Distributor
Jl. R. Soeprapto 162, Tobuuha - Puwatu

Manado Kantor Tribun Manado
Jl. AA Maramis, Kairagi - Mapanget

Makale
Toko Bina Karya
Jl. Ampera No.19, Tana Toraja


Hari Bumi Juga Diperingati di Toraja Utara

Rantepao - memperingati Hari Bumi Nasional yang jatuh pada tanggal 22 April 2016 kemarin ditandai dengan aksi bersih-bersih kota dan penanaman pohon atau penghijauan lingkup Kabupaten Toraja Utara dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan ini diikuti sejumlah pegiat dan komunitas, antara lain dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), komunitas Fotografer, Pecinta Alam, Aktivis Lingkungan Hidup yang dipelopori oleh Pemerintah Kabupaten Toraja Utara.

Dalam sambutannya Bupati Toraja Utara mengaturkan terima kasihnya pada masyarakat dan seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang ikut merayakan Hari Bumi di Toraja Utara bertema "Save Earth Free From Rubbish"

Bupati juga mengimbau seluruh masyarakat agar menjaga lingkungan salah satunya dengan melakukan penghijauan di sekitar rumah terlebih dahulu, baru menuju objek yang luas, demikian harap Bupati Toraja Utara.

Terlihat pula sejumlah siswa Sekolah Dasar, SMP, SMA dan SMK Sederajat berbaris dilengkapi peralatan pendukung seperti sapu, skop sampah, masker dan peralatan lainnya sebelum melakukan bersih lingkungan dan penghijauan. Di pengujung acara, dilakukan penyerahan secara simbolis sepatu dan tempat sampah non organik bersama dinas lingkungan hidup.(Basry/Humas. Editor : Iccank)

Bupati Kalatiku: Anak Muda Harus Ciptakan Peluang Usaha

RANTEPAO - Jelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan berlangsung, maka persaingan akan semakin ketat. Hal ini tentu saja menjadi tantangan dari seluruh negara dunia terutama di ASEAN bagaimana menciptakan, mengembangkan serta melatih Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan tersebut.

Sehubungan dengan itu, di Museum Ne' Gandeng Kecamatan Balusu (18/04/2016) hari ini, Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan secara resmi membuka Seminar Nasional, bertema Perekonomian Indonesia Maju.

Adapun peserta yang hadir meliputi Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) dari berbagai wilayah yakni Kalimantan, Sumatera, Palu, Sulawesi, Jawa, Bandung, Gorontalo, Sulawesi Selatan dan beberapa wilayah lainnya Se-Indonesia.

Menurut Kalatiku, untuk memperbaiki ekonomi di Indonesia perlu menggerakan kreatifitas, prakarsa dan inisiatif sendiri serta dapat memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan peluang usaha yang ada. Bahkan kalau perlu anak-anak muda juga harus bisa menciptakan sendiri lapangan pekerjaan.

Melalui kesempatan itu peserta seminar dilatih bagaimana memanfaatkan peluang usaha yang ada dan bagaimana menciptakan lapangan kerja. ”Ekonomi membutuhkan pemimpin atau leadership  yang mampu menggerakan anggotanya itu baru pemimpin,” jelas Kalatiku Paembonan.

Niat harus ditentukan dan semangat harus memotivasinya, bahwa fakultas ekonomi merupakan warisan dari pemimpin yang berhasil mengelola perusahaan besar, oleh sebab itu Bupati Toraja Utara berharap ilmu tersebut dapat lebih dikembangkan setelah lulus nantinya harus memiliki tujuan hidup yang jelas, kunci Kalatiku Paembonan.(Laporan Basri Humas)

Jumat Bersih di Ibukota Toraja Utara

RANTEPAO - Seperti kata pepatah kebersihan adalah sebagian dari pada iman, ya tentu jika kita memiliki lingkungan yang bersih, nyaman, indah tentu kualitas kesehatan dan taraf hidup pun akan meningkat.

Sepanjang jalan di Pusat Kota Rantepao Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan, pada Jumat 08 April 2016 masyarakat Rantepao menggelar kegiatan gotong royong membersihkan sudut-sudut kota dari sampah.

Kepada media, Asisten Bidang Administrasi Umum Dra. Hetty M.G Dalopis, M. Si mengatakan, tujuan dari kegiatan bersih-berish kota Rantepao adalah wujud kepedulian kita akan lingkungan yang asri, bersih, sehat dan nyaman, ucap Hetty Dalopis.

Selain membersihkan seputaran lingkungan yang ada, masyarakat juga diimbau agar sadar akan arti penting menjaga kebersihan lingkungan sehingga mewujudkan kota Rantepao yang nyaman dan bersih.

Tentu kegiatan seperti ini butuh  dukungan kuat dari semua pihak, terutama Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Dinas Pariwisata, Dinas Kebersihan dan semua stakeholder termasuk tentunya dukungan masyarakat, jelas Hetty Dalopis.(Basri/Humas)

Hari Kedua Kerja, Bupati Torut Gelar Rapat SKPD



RANTEPAO - Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara menggelar rapat pertamanya di Ruang Pola Setda Toraja Utara (05/04/2016) mengundang seluruh SKPD Se-Toraja Utara.

Didampingi Sekretaris Daerah Lewaran Rantela'bi' dan Wakil Bupati Yosia Rinto Kadang, Bupati Kalatiku Paembonan akan menggerakan seluruh Instansi yang ada di Kabupaten Torut untuk bekerja maksimal.

Kesemrawutan kota sudah sangat memprihatinkan, banyak kendaraan yang kurang tertib, tata ruang dan sampah dimana-mana oleh sebab itu Dinas Perhubungan dan Tata Ruang bekerjasama dengan seluruh SKPD terkait untuk menangani hal tersebut, tegas Kalatiku Paembonan.

Terlihat ruangan dipenuhi sejumlah Pejabat Pemerintah diperkirakan 300 orang meliputi Kepala Dinas, Kepala Bagian, Camat dan Staf.

Diharap seluruh SKPD membuat program kerja selama 3 bulan kedepan yang nyata agar dilihat dan dirasakan oleh masyarakat, tambah Bupati.

Ditahun 2016 ini kebutuhan pokok seperti ketahanan pangan akan digenjot 3 bulan pertama, imbuhnya.

Selain ketahanan pangan bina Pemerintahan Desa akan dilatih bagaimana mencermati penggunaan anggaran sehingga tidak terbuang satu sen pun.

Senada yang disampaikan oleh Bupati Toraja Utara, Wakil Bupati Yosia Rinto Kadang kabarnya telah memikirkan dan direncanakan untuk kawasan Art Center akan direvitalisasi menjadi pusat berkumpulnya para pengunjung sebagai pusat perbelanjaan Toraja Utara.

Dimana kawasan tersebut akan menyediakan pernak-pernik kerajinan rakyat, oleh-oleh khas Toraja, meeting room dan diperkirakan bangunan di kawasan pertokoan akan mencapai 6 tingkat nantinya.
(Basri/Ist)

Humas Torut Mulai Sibuk Jelang Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Terpilih


Rantepao - Jelang pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara yang jatuh pada 31 Maret 2016 di Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Bagian Humas Setda Toraja Utara semakin sibuk mempersiapkan atribut pelantikan (Sabtu, 26/03) di ruang kerjanya.

Nampak beberapa staf sedang melakukan pekerjaanya seperti menggunting kertas undangan, label, mendesain id card serta beberapa perlengkapan atribut kamera pun dipersiapkan menjelang pelantikan.

Bersama beberapa media, Kepala Bagian Humas Torut, Fitra mengatakan undangan sudah disebarkan. 

Sesuai arahan dari bupati terpilih Kalatiku Paembonan berpesan agar  SKPD tidak usah meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya di instansi masing-masing sebab hari Kamis adalah hari kerja, jelasnya. Bupati terpilih ini juga berpesan agar jangan karena pelantikan, pelayanan di masyarakat jadi tersendat, imbuh dia.

Senada dengan Kabag Humas, Asisten Pemerintahan Setda Torut, Rede Roni Bare mengatakan bagi SKPD yang ingin ikut, tidak ada larangan namun jangan karena pelantikan pekerjaan kantor sampai terabaikan.


Laporan/Foto: Basri Budi

Relawan ini Turun ke Jalan Bantu Korban Bencana Longsor

RANTEPAO - Komunitas Pecinta Alam Sangtorayan (PAS) menggelar  pengumpulan dana untuk korban yang tertimpa bencana longsor beberapa pekan lalu yang menimpa dua Kecamatan yakni Bangkelekila' Lembang Batulimbong dan Sa'dan Lembang Likulambe' pada 2 Maret 2016 lalu.

Setelah ditemui oleh pihak media, salah seorang  anggota PAS disela-sela kesibukannya mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah bagaimana kepedulian dan cinta sesama untuk membantu sanak saudara kita yang tertimpa bencana longsor  ujar Jekri

Aksi tersebut dilakukan dengan kerendahan  hati dan tulus ikhlas demi membantu warga yang tertimpa musibah. Jekri dan kawan-kawan mempunyai inisiatif sendiri untuk melakukan penggalangan dana di Kandian Dulang dengan bermodalkan karton mie instan dan kerjasama para rekannya, jelas Jekri.

Kegiatan penggalangan dana ini dilakukan di Pusat Kota Rantepao (11/03/2016) dipimpin langsung oleh Aldi Toding Allo (Ketua) dan Theofilus Toyang selaku Koordinator kegiatan.(BB/Ist)


Java Jazz Apresiasi Budaya Toraja, Syahrul Anwar Temui Dewi Gontha


JAKARTA - Terus berupaya dalam mendorong budaya dan wisata dalam setiap momen perlu dilakukan sebagai wujud komitmen untuk lebih mengembangkan potensi daerah yang ada di Sulawesi Selatan khususnya budaya Toraja.

Berkaitan hal itu, Syahrul Anwar Pays, SE yang juga Kepala Bank Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Cabang Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, menemui Dewi Gontha Ketua Panitia Java Jazz Festival, baru-baru ini Minggu (7/3/2016) di lokasi Java Jazz Festival 2016, JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. Dewi ditemui sebagai wujud terimakasih dan apresiasi yang tinggi atas tema Java Jazz tahun ini yang bernuansa etnik Toraja.
Syahrul Anwar yang juga pemerhati budaya-wisata di Sulsel ini menyerahkan cinderamata kepada putri Duta Besar Polandia , Peter F.Gontha.

Cinderamata yang diberikan putra daerah Sulsel itu berupa miniatur Tongkonan (rumah adat Toraja), kopi Arabika Toraja kelas satu (dalam kemasan bamboo) dan Buku Budaya Wisata Toraja “Cerita Tentang Toraja” yang kesemuanya dikemas dalam sebuah kantung yang didisain khusus bermotif budaya Toraja, Pa’Tedong.  

Cinderamata yang dibawa Syahrul jauh hari sebelumnya tersebut adalah hasil produksi masyarakat Toraja, yang dipesan khusus dari UD. Manalagi sebuah UKM lokal yang beralamat di  Jalan Poros Makale-Makassar, Toraja Utara.
Persiapan cinderamata itu langsung ditangani sendiri Syahrul, yang memang sudah bertekad untuk menyerahkan cinderamata sebagai ucapan syukur kepada panitia terkait tema JJF tahun ini yakni “Eksplore Indonesia Desain Toraja”
“Cinderamata ini kami berikan, bentuk ucapan terimakasih karena mengangkat Toraja untuk Indonesia di mata dunia,” ucap Syahrul sembari menyerahkan bingkisan tersebut.
Dewi Gontha yang menerima bingkisan memberi apresiasi dan memuji kekhasan adat Toraja. “Terimakasih atas cinderamata ini,” tutur Dewi usai menerima bingkisan yang memang khusus diberikan kepada pengusaha industri musik itu.

Ikut menyaksikan penyerahan cinderamata tersebut beberapa pengurus Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia diantaranya David Pajung (Sekjen PMTI), Nelli A. Dase (Pengurus PMTI-Mantan staf Kemenpar di jaman menteri Joop Ave). Ikut hadir menyaksikan penyerahan cinderamata ini Margariche Pannanangan (Pengurus PMTI juga Staf Kementerian Pariwisata RI) dan Jaffray Kaunang M Mustafa (Ketua Lingkar Pena Pariwisata Toraja/LPP-Toraja).(Wid/Ist)

Syahrul Anwar Temui Tokoh Toraja di Jakarta

JAKARTA - Pemerhati budaya wisata Toraja Syahrul Anwar bersilahturahmi dengan sejumlah tokoh Toraja di Jakarta, Minggu (5/3/2016).

Syahrul Anwar yang juga Kepala Bank Pembangunan daerah Sulselbar Cabang Rantepao, Kabupaten Toraja Utara ini ingin masyarakat khususnya para tokoh Toraja untuk terus bersama-sama mendorong kepedulian terhadap daerah Toraja yang berbasis budaya.
Seperti terekam gambar kamera, keinginan tersebut dilakukan dengan mengajak para tokoh Toraja bertemu dalam sebuah bincang-bincang di Rumah Makan Handayani di bilangan Matraman, Jakarta Timur.

Para perantau Toraja yang berkiprah di ibu kota tersebut datang dari berbagai profesi, beraktivitas di pemerintahan hingga swasta.

Sejumlah tokoh yang tercatat hadir bincang bincang bertajuk “Mendorong Kesadaran dan Kepedulian Masyarakat Toraja Terhadap Potensi Daerah Yang Berbasis Budaya-Wisata Demi Kemajuan Perekonomian Masyarakat Toraja,” diantaranya Lily Amelia Salurapa, Direktorat Pengembangan Seni dan Pertunjukan Kementerian Pariwisata.(Ist)

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius