Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sempurnakan Sistem Keamanan “Siparape”, Aplikasi Pemantau Siswa dan Guru ini Diandroidkan

PALOPO – Setelah disorot berbagai kalangan yang concern dengan sistem pendidikan,  Akram Risa, Kadis Pendidikan Palopo melakukan evaluasi dan pembenahan agar program “Siparape” bisa berjalan maksimal.

Ditemui di ruangannya, Senin sore, 06/02/2017, Akram menjelaskan mengapa aplikasi pemantau kinerja guru dan siswa ini sengaja ia hentikan untuk sementara waktu.
“Kami terus mengoptimalkan aplikasi ini dengan memperbaiki “bug” dan sistem keamanan Siparape, untuk mencegah agar sistem ini tidak diganggu atau dihacker orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tutur Akram.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya sedang mengupayakan SSL atau Secure Socket Layer aplikasi ini yang dipesan melalui lembaga penyedia jasa sekuriti sistem yang berpusat di Amerika namun berkantor cabang di Singapura yakni PT Global Sign tersebut, bisa digunakan.

“kedepan saat SSL sudah kami dapatkan, maka aplikasi berbasis web versi lama ditingkatkan menjadi versi android dan web, sehingga nantinya sudah bisa diakses langsung melalui ponsel guru dan orang tua siswa, mereka tinggal download melalui Google Play Store, serupa dengan aplikasi medsos lainnya,” tambah Akram.
Ia juga menjelaskan jika sampai hari ini salah satu Sekolah Dasar (SD) di Palopo masih terus aktif menggunakan aplikasi ini dan mengupdate informasi kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.

“jadi program ini sebenarnya sampai kini, alhamdulillah masih berjalan, hanya kita yang meminta sekolah untuk sementara jangan dulu menggunakan karena masih dalam tahap “maintenance” atau pemeliharaan dan penyempurnaan. Meski begitu, di log out atau master data kami di server, terpantau jika sampai hari ini misalnya, Senin 06/02, masih ada saja sekolah yang login atau update data ke server,” sambungnya lagi.

Tidak hanya itu, Akram Risa juga sedang menyusun peningkatan Siparape ver. 1.0  ini bisa dinaikkan dengan menambah fitur baru, misalnya live streaming, sehingga kegiatan proses belajar mengajar juga bisa disaksikan secara langsung oleh orangtua siswa yang mungkin was-was jika anaknya ternyata mangkir alias bolos tidak pergi ke sekolah.(iccank)

Penulis/Editor: @iccank_asli



SIPARAPE, Cara Cerdas Disdik Palopo Atasi Guru Malas

Sekali tepuk dua nyamuk mati. Mungkin itulah istilah yang tepat untuk menggambarkan program andalan Dinas Pendidikan Kota Palopo yang diberi nama “Siparape”. Niat awalnya untuk mengatasi guru malas dan siswa pembolos.

Program “Siparape” atau  Sistem Pemantauan Pembelajaran dan Prestasi Belajar, Menuju Kota Palopo Bebas Guru dan Siswa Mangkir - baru akan dilaunching Kamis lusa, 4 Agustus 2016 oleh Dinas Pendidikan Kota Palopo. Rencananya, Walikota HM Judas Amir sendiri yang akan membuka resmi peluncuran program baru ini.

Akram Risa, Kadis Pendidikan Kota Palopo, saat ditemui di ruang kerjanya Senin siang, 01/08 menjelaskan Siparape adalah layanan orisinal dari Dinas Pendidikan Kota Palopo dan belum ada samanya di SKPD manapun di seluruh Indonesia.
“ini bukan program “atm”, atau amati, tiru modifikasi, ini asli dari Dinas Pendidikan Palopo dan hanya satu-satunya di negeri ini,” aku Akram bangga. Mungkin ada kota lain yang mirip tapi konsepnya beda, mereka  itu hanya pantau siswa dan gurunya lewat monitor cctv, namun tidak berbasis data. Kita harusnya berbangga,” sebut Kadis Pendidikan yang nampak awet muda dan ramah ini.

Akram Risa menyebut untuk tahap awal program ini pihaknya sudah berkali-kali ujicobakan, trial and error, dan kemudian jika ada kekurangan akan terus disempurnakan.  Dengan “siparape,” jelas Akram, orangtua siswa bisa memantau kehadiran anaknya di sekolah meski hanya lewat handphone. Selain itu, siswa juga bisa dipantau prestasi belajarnya terhadap beberapa mata pelajaran. Program ini juga akan menyediakan database, siapa saja guru maupun siswa yang tingkat kehadirannya rendah alias malas masuk kelas. Konon, lanjut Akram, sudah ada 25 sekolah yang menyatakan kesiapannya untuk “siparape”. Mulai dari tingkah sekolah dasar, menengah pertama hingga atas.

“kami berharap, program siparape ini kedepan bisa meningkatkan kualitas mutu pendidikan kita disini,” sebut Firmanza DP, Kepala Bappeda Kota Palopo saat dimintai tanggapannya. Firmanza merasa “siparape” adalah solusi atas kemajuan teknologi sekaligus cara paling ampuh bagi peningkatan kualitas SDM utamanya para guru dalam prosentasi kehadiran mereka dalam proses belajar mengajar. Soal peran Bappeda, pihaknya mengaku akan terus mendukung dan berjanji akan memaksimalkan program “siparape” hingga bisa terus dikembangkan dan disempurnakan.

“Pemerintah pusat mengharapkan adanya ‘One institution, one inovation’ hingga dengan adanya Siparape ini diharapkan lahir inovasi yang bisa diterapkan bahkan kalau perlu sampai ke tingkat Nasional dan Palopo bisa menjadi pusat studi percontohan nantinya,” tambah Kepala Bappeda Palopo ini dengan raut wajah optimis.

Semoga dengan adanya “siparape” tidak ada lagi istilah guru malas dan siswa pembolos. Karena tingkat kehadiran dan nilai akademik mereka saat ulangan atau semester bisa langsung terpantau secara real time. Sehingga orangtua maupun walimurid, tak lagi bisa dibohongi,” kunci Akram Risa sambil kedua tokoh ini mengacungkan jempolnya ke arah pewarta foto.(Iccank Razcal)

KASAT LANTAS KESAL, BANYAK PELAJAR YANG MASIH ARAK-ARAKAN DI JALAN RAYA

MASAMBA - Hari terakhir Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMKN 1 Masamba pada hari Kamis 07/04/2016 rupanya dimanfaatkan oleh para pelajar dengan melakukan aksi corat coret dan konvoi di jalan raya. Hal inilah yang membuat naik pitam Kasat Lantas Polres Luwu Utara, AKP Sumartono.  Bersama jajarannya ia kemudian menghadang konvoi dan menaikkan puluhan motor keatas mobil truk di sekitar Pasar Masamba.

Kasat Lantas ini mengaku prihatin karena pihaknya sudah berkali-kali memperingatkan agar para siswa tidak melakukan tindakan yang bisa membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. 
“saya kesal, sudah berkali-kali diperingatkan tapi masih nekad juga ya kita amankan saja motornya,” tegas Sumartono saat menyaksikan puluhan motor yang berhasil diamankan anggotanya diturunkan satu-persatu di Markas Kepolisian Resort Lutra.
Diantara bentuk pelanggaran pengemudi motor ini antara lain tidak memakai helm pengaman, kebut-kebutan, dan surat-surat kendaraan mereka banyak yang tidak lengkap.

Dari pantauan kami, sejak dua hari terakhir puluhan motor sudah diamankan dari berbagai jenis kendaraan roda dua, baik matic maupun non matic, bahkan ada beberapa diantaranya knalpotnya memang sudah dipreteli.

Kepsek SMKN 1 Masamba sendiri, Jasman,  saat dihubungi via telepon membenarkan ada beberapa siswanya yang tidak mampu menahan diri dan memaksakan turun ke jalan padahal pengumuman kelulusan masih lama. “iya saya dengar kabar itu melalui siswa dan guru, kami prihatin, kami apresiasi langkah polisi lalu lintas untuk tegas agar anak-anak ini bisa belajar disiplin dan mematuhi aturan berlalu lintas,“ kuncinya.(Iccank/Ant)


Kadis Tinjau UN di SMK 1 Bone-Bone, eh Listrik Sempat Padam



LUWU UTARA – Hari ketiga Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Luwu Utara hari ini Rabu, 06/04/2016 dimana dua sekolah yang jadi pilot project adalah SMKN 1 Masamba dan SMKN 1 Bone-bone rupanya diwarnai kejadian yang menarik. Saat baru sekitar sepuluh menit menginjakkan kaki di SMKN 1 Bone-bone yang memiliki keunggulan di bidang pertanian dan perkebunan ini, Jasrum, Plt Kepala Dinas Pendidikan Luwu Utara  mendapati listrik di sekolah ini sempat padam. Kejadiannya sekira pukul 11.08 WITA. Sontak kadis yang juga Asisten III Bupati Lutra ini mengangkat telepon dan segera menelepon Kepala PLN Ranting Masamba.  Namun tidak lama berselang, listrik yang putus akhirnya nyala kembali. Proktor dan Pengawas Ujian yang bertugas nampak sibuk menyalakan kembali komputer dan menghubungkan ke server pusat. Jasrum yang didampingi Kepsek SMK 1 Bone-Bone Yulianto, mengaku secara umum pelaksanaan UN di Luwu Utara secara umum berlangsung baik, aman dan tertib.
“ya kecuali peristiwa yang barusan (padam listrik, red), alhamdulillah kita di Lutra semua berjalan baik, aman dan lancar,” tandasnya.

Terkait mutasi jilid 1, Jasrum menambahkan Ujian Nasional dan Mutasi jilid 1 tidak punya korelasi, itu sepenuhnya wewenang bupati, dan hingga kini tidak ada dampak dari pergantian kepsek tersebut. Soal sempat adanya kisruh di SMK1 Malangke dimana Kepsek awalnya ditolak warga setempat, menurut Jasrum sudah selesai, semua sudah berjalan normal dan tidak ada lagi masalah.
“itu kemarin hanya koran yang meramaikan, sebenarnya tidak ada masalah, cuman prosedural biasa saja, tapi udah selesai koq, UN disana juga sudah berlangsung dengan baik,” jelas Jasrum.

Sementara itu Kepsek SMK 1 yang baru menjabat merasa senang mendapat kunjungan di hari ketiga UN ini, Yulianto menyatakan meskipun ada sedikit kejadian kecil tadi tapi secara keseluruhan 325 siswanya yang ikut UN tidak ada kendala berarti. “selama 3 hari UN di sekolah kami tidak ada masalah berarti, kemarin juga memang mati lampu, tadi juga mati, tapi durasinya cepat saja, sekitar 1 hingga 2 menit. Kami sudah antisipasi, ada genset bilamana durasi mati lampunya agak lama,” terang Yulianto. Sama halnya di SMKN 1 Masamba di sekolah ini juga menggunakan 3 shift dimana tiap ruang terdapat 37 unit komputer dan 1 unit server.(Iccank/Ant)

SK Mutasi Tanggal 28, Kepsek Baru Ini Bingung Rubah Database UN Online


MASAMBA - Sisa sehari lagi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) diadakan, tapi Jasman, S.Pd mengaku bingung dan kewalahan lantaran ia baru menjabat Kepala Sekolah SMKN 1 Masamba sesuai SK Bupati per tanggal 28 Maret 2016 lalu. Sementara untuk mengubah database di pusat paling lambat tanggal 26 Maret 2016. Demikian keluh Jasman saat kami temui di ruangannya Sabtu siang 03/03 kemarin.

“iya kami agak kewalahan mengubah input data, karena sistem menolak terus, terpaksa kami harus konsultasi ke Panitia UN Kabupaten dan Propinsi untuk mencari solusinya,” tutur Jasman.

Siswa SMK Negeri 1 Masamba yang akan ikut ujian sebanyak 329 siswa sementara computer sekolah karena kurang jumlahnya terpaksa meminjam sana-sini demi mengejar UNBK di sekolah kejuruan favorit di Kota Masamba ini. “Alhamdulillah, 110 komputer sudah siap besok, ada yg pinjaman dari guru, siswa dan keluarga dekat,” jelas Jasman. Ia menambahkan karena masih kurang, maka UN besok dibagi dalam tiga shift. Ada 3 ruang yang akan digunakan, masing-masing 37 komputer dan 36 komputer serta ruang cadangan jika terjadi apa-apa sebanyak 8 komputer ditambah 1 server.


“Insha Allah sekolah kami siap ikut UNBK, untuk kendala, saya berharap PLN Masamba bisa antisipasi kemungkinan listrik padam, kami dari pihak sekolah juga sudah menyiapkan genset manakala terjadi mati listrik,” tandas kepsek yang juga sekertaris PGRI Luwu Utara ini.(Anto/Icc)

Anak Asuhnya 6 Orang, Polisi Ini Bagi Tips Lulus UN

MAMUJU - Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Brigadir Pieter A Paembonan tidak hanya bertugas untuk menjaga keamanan masyarakat di wilayahnya saja. Tapi juga ikut bertanggungjawab atas pendidikan anak-anak di daerah itu.
Bahkan, Pieter yang dikenal akrab dengan pelajar-pelajar di daerahnya, juga mengaku memiliki kiat-kiat tersendiri untuk memotivasi anak siswa asuhnya dalam menghadapi ujian nasional (UN) yang akan digelar Senin 4-7 April 2016.

Sebelumnya, Pieter mengaku selalu mengumpulkan anak siswa asuhnya tersebut, untuk menanyakan sejauh mana kesiapannya dalam soal-soal UN.
"Kalau ada kendala yang mereka hadapi, saya beri mereka tips dalam mengerjakan soal yang sulit tersebut," kata Pieter.
Selain menekankan kepada siswa asuhnya untuk belajar tekun, Pieter juga ‎meminta anak asuhnya untuk memperbanyak membuka buku dan mengulangi mengerjakan soal-soal yang telah diberikan oleh gurunya di sekolah sebelumnya.
"Tips nomer satu ya belajar yang keras. Karena sesuai pengalaman selama ini siapapun yang berusaha dia yang suskses. Makanya tensi belajar yang harus ditingkatkan," jelas Pieter.

Pieter juga mengungkapkan, saat ini ada 6 anak asuhnya yang akan mengikuti UN. Sebanyak 3 orang ditingkat SMA dan ditingkat SMP ada 1 orang serta tingkat SD ada 2 orang.

"Harapannya mereka lulus dan setelah mereka sudah lulus, baju bekasnya wajib disumbangkan ke anak lainnya yang kurang mampu. Jadi jangan dicorat-coret," tutup Pieter.(Eka Hakim/net)

Hebat, SDN 01 Lalebbata Raih Juara Umum Comess-A SMPN 1 Palopo

PALOPO – SMPN 1 kembali menggelar Comess-A untuk kedelapan kalinya. Kompetisi sains dan seni ini digelar selama tiga hari berturut-turut, sejak Jumat, 12 Februari dan ditutup Minggu 14 Februari 2016 di halaman SMPN 1 Palopo.

Ketua Panpel, Sukawati Umar, S.Pd, M.Si mengatakan lomba dalam Comess-A ini terdiri dari Lomba Nyanyi Solo, Baca Puisi, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Lomba diikuti oleh kurang lebih 200 peserta dari puluhan Sekolah Dasar di Kota Palopo dan Luwu Raya.

Dalam acara penutupan, mewakili Kadis Pendidikan Kota Palopo, Kabid Dikdasmen Yunus, S.Pd, M.Si mengatakan event seperti ini harus diperbanyak tidak hanya di SMPN 1 karena selain untuk menguji wawasan murid juga baik bagi guru-guru untuk mengetahui sejauh mana implementasi cara mengajar terhadap anak didik. “event semacam ini bagus untuk dikembangkan, kami sangat apresiasi terhadap SMPN 1 semoga bisa memotivasi sekolah lain, lomba seperti ini nantinya diharapkan memacu siswa untuk berprestasi juga guru untuk bahan evaluasi cara mengajar mereka di sekolah,” ujar Yunus.

Dalam Comess-A kali ini, SDN 1 Lalebbata keluar sebagai juara umum dengan menyabet 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu. 

Berikut daftar nama pemenang lomba.

Nyanyi Solo
1.Tribuana SDN 87 Katokoan
-   2.Muthia SDN 01 Lalebbata
    3.  Alathea SDN 26 Pattene

Lomba Baca Puisi
1. A. Sirawu SDN 1 Lalebbata
2. Muh. Fathir SDN Pasang
3. Falisia SDN 1 Lalebbata

Lomba Bahasa Inggris
1. Adelya Parits SDN 1 Lalebbata
2. Khalis Alwahabu SDN 26 Pattene
3. A. Putri Fatimah SDN 87 Katokoan

Lomba Matematika
1. Cristian Adi SDN 26 Pattene
2. Muh. Rafli SDN 03 Surutangan
3. Andre Isra SDN 12 Langkanae

Lomba IPA
1. Nurul Aulia Ishak SDN 48 Pattiware
2. Rully Dento Suangga SDN 1 Lalebbata
3. Maharani Prista, SDN 1 Lalebbata


Editor/Foto : Iccank

Meriah Porseni di SMAN 6 Palopo

Kadispora Palopo, Salahuddin Abadi melakukan serve bola voli pertanda Porseni SMAN 6 dibuka resmi di lap. upacara Smanam kemarin 15/12
PALOPO - Kadis Pora Kota Palopo, Salahuddin Abadi, Selasa 15/12 kemarin membuka kegiatan Porseni di SMAN 6 Palopo. Dalam apel pembukaan di lapangan upacara SMANAM, Salahuddin menegaskan bahwa SMAN 6 sudah masuk dalam jajaran sekolah unggulan di kota ini, sehingga siswa-siswinya diharap menunjukkan prestasi gemilang dalam hal olahraga, seni dan kepemudaan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang terbilang masih muda ini juga berharap SMAN 6 berkontribusi dalam pembangunan kota Palopo agar nama kota Palopo bisa lebih harum lagi, baik di forum regional maupun nasional apalagi internasional.

"jangan mau kalah dari sekolah lain, karena SMAN 6 adalah sekolah yang besar di Palopo, buktinya bisa membuat porseni secara meriah seperti ini," ucapnya.

Sementara itu Abdul Gaffar kepala sekolah SMAN 6 dalam sambutannya meminta anak didiknya mau mengembangkan potensi seni dan olahraga di sekolah yang ia pimpin. "jangan mau kalah sama Evi Masamba, kalian jika serius menekuni dunia seni maupun olahraga pasti akan sukses dan terkenal," tandasnya. 

Porseni di SMAN 6 Palopo juga dihadiri Muh. Idrus Sekertaris PWI Luwu Raya dan Ikhwan Direktur PT Palopo Pos. Dalam Porseni 2015 ini, SMAN 6 mempertandingkan cabang olahraga bola voli, Basket 3 on 3, tennis meja, catur, lompat jauh, lomba nyanyi solo, lomba mading, rangking 1 dan sebagainya, yang diikuti oleh 21 kelas yang ada di sekolah yang terletak di jalan Patang II nomor 61 ini. 

Menurut Ilyas Yusuf, ketua panpel yang juga guru bidang studi Matematika ini, kegiatan Porseni adalah kegiatan tahunan dalam rangka penyegaran siswa setelah melakukan semester. Ia berharap siswa-siswi di SMAN 6 memanfaatkan momentum ini selain untuk memperkuat tali silaturahmi juga sebagai ajang potensi bakat yang dimiliki para siswa.(Iccank)

Imbas Pilkada, Beberapa Sekolah Dilarang Ikut Kegiatan PMI

LUWU UTARA - Sejumlah sekolah di Luwu Utara tidak dibolehkan mengikuti acara Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) yang ke - 70. Yang dilaksanakan selama 3 hari di Desa Kaluku Kecamatan Sukamaju. Pada Perayaan Hut PMI hanya diikuti beberapa sekolah yakni 23 sekolah saja dari total sekolah yang diundang sekitar seratusan.  
Menurut Sekertaris Panitia Pelaksana HUT PMI, Amiruddin,  sangat disayangkan adanya beberapa sekolah yang sudah kita undang tapi tidak bisa hadir. 
"Kegiatan yang dilaksanakan oleh PMI ini sangat banyak manfaatnya,  karena kita banyak memberikan ilmu ekstrakuriler kepada siswa.  Mereka diberikan kegiatan pengembangan diri.  Tapi sangat disayangkan ada beberapa sekolah yang tidak ikut, " ujarnya. 
Amiruddin juga membenarkan bahwa ada dua sekolah yang awalnya sudah konfirmasi untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh PMI ini.  Akan tetapi hingga pelaksanaan tidak ada konfirmasi yang jelas, alasan mereka tidak jadi ikut kegiatan. 

Sementara itu, staf SDM Muhammad Mahfud Makmur, mengatakan sebagai staf yang membidangi PMR sangat menyesalkan kepada kepala sekolah yang tidak mendukung kegiatan ekstrakurikuler. Terbukti saat kita melaksanakan perayaan hari ulang tahun PMI yang ke-70 banyak sekolah yang tiba tiba tidak hadir, pada hal antusias siswa untuk ikut sangat besar, ini artinya kreatifitas siswa yang dikungkung oleh pihak-pihak tertentu.
"Jangan hanya karena sekarang ini sudah masuk dalam momen politik, sehingga semua kegiatan seperti selalunya dipolitisir oleh oknum-oknum tertentu, apalagi kegiatan ini merupakan salah satu kegitan ekstrakurikuler yang wajib ada di sekolah," tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, menyesalkan tindakan kepala sekolahnya yang tidak mengikutkan siswanya tanpa adanya alasan yang jelas.

"sebenarnya siswa kami sudah bersiap-siap untuk berangkat pada hari itu ke lokasi kegiatan, tiba tiba ada larangan dari kepala sekolah untuk membatalkan keberangkatan para siswa untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Pada hal disekolah kami sudah terbentuk PMR, dimana hari itu juga kami telah mendapat undangan untuk ikut sebagai peserta dalam kegiatan tersebut," tandasnya.


Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Yunus, S.Pd, M.Si kepada media ini menyayangkan langkah Dinas Pendidikan yang terlibat langsung dalam momen politik pilkada. “Ini sudah tidak benar, tendensius menggunakan jabatan untuk kepentingan orang tertentu yang tidak sehaluan sangat tidak dapat dibenarkan. Sikap kerja professional harus dikedepankan, jangan korbankan masyarakat terutama siswa dari PMR maupun PMI akibat perseteruan dalam Pilkada Lutra,” kuncinya.(AR)

Editor : Andhika 

Sorring Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Dinas Guru


TORAJA UTARA  -  Bupati Toraja Utara, Frederik Batti Sorring bersama rombongan  (11/09) hadir di Kecamatan Sa’dan lembang Pasondongan dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan rumah dinas berjumlah 1 unit pukul 09.00 wita.
Turut hadir dalam kegiatan serupa ini para Kepala SKPD, Kepala Dinas, Kepala Badan/Kantor, Camat, Lurah, Lembang, Kepala Sekolah,  Siswa (i) SDN 6 Pasondongan dan masyarakat setempat.

Matius Sende, S.Pd mengatakan setelah mendapatkan proyek bangunan sekolah SDN 6 Sa’dan pada 21 Maret 2013 lalu, kali ini Lembang Pesondongan mendapatkan sebuah rumah dinas guru SDN 6 Pesondongan berjumlah 1 unit guna meningkatkan mutu pelayanan khususnya di bidang pendidikan, terang Kepala Sekolah SDN 6 Sa’dan.

Dalam rilis yang kami terima, alokasi tanah yang akan dibangun  perumahan dinas guru ini bersumber dari swadaya masyarakat setempat bersama komite sekolah dan tahun ini siswa (i) SDN 6 Sa’dan berjumlah 134 Siswa (70 LK dan 64 PR) Pegawai Negeri Sipil 4 orang dan 5 orang tenaga kontrak, 1 security, tambah Matius S.

Paulus Koba’, SH kepala bidang pendidikan dasar menuturkan bahwa anggaran yang  disediakan oleh Dinas Pendidikan Toraja Utara sangatlah terbatas dan diprioritaskan untuk wilayah pelosok disebabkan keterbatasan anggaran yang tersedia, terang Paulus Koba.
Oleh sebab itu pembangunan yang dikerjakan disesuaikan dengan anggaran yang ada dan harus merata sebab mutu pendidikan yang ada di Toraja Utara harus dipermantap melalui peningkatan pembangunan khususnya di bidang pendidikan.

Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring yang sekaligus melakukan peletakan batu pertama secara simbolis di Lembang Pesondongan Kec. Sa’dan menuturkan  meskipun kondisi yang ada di Lembang Pesondongan kurang memungkinkan, keterpanggilan dirinya untuk membenahi hal tersebut diprioritaskan bagi masyarakat pelosok salah satunya yakni pembangunan rumah dinas guru, guna peningkatan pelayanan pendidikan, kata Frederik Batti Sorring.

Pembangunan rumah dinas guru tersebut bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan dicanangkan di tahun anggaran berikutnya (1 periode) lembang pesondongan akan mendapatkan bantuan ternak berupa kerbau untuk masyarakat serta mengirim puskesmas pembantu untuk lembang tersebut, imbuh Frederik Batti Sorring.
Sebelum menutup sambutannya Bupati Toraja Utara berpesan kepada siswa(i) SDN 6 Sa’dan untuk lebih giat lagi belajar dan jangan mau kalah dengan SD yang ada di perkotaan.

Laporan : Basri Budi (Humas Torut)

Editor : Iccank Razcal 

Pejabat Torut Bangga SMPN 2 Kesu’ Juara 2 Tingkat Nasional


RANTEPAO -  Sungguh luar biasa SMPN 2 Kesu’, sekolah utusan Propinsi Sulsel ini menang dan meraih juara ke 2 Tingkat Nasional dalam Lomba Sekolah Sehat yang diadakan belum lama ini.
Ditemui oleh wartawan media ini pada Selasa 08/09 di Ruang Pola Bupati Toraja Utara Kepala Bina Kesra Propinsi Sulsel, Dra. Hajjah Kurnia, M.Si mengatakan bahwa prestasi yang telah diraih oleh SMPN 2 Kesu’ sungguh memuaskan dan membanggakan hingga mampu meraih juara 2 untuk tingkat Nasional yang diikuti 34 Provinsi di seluruh Indonesia.
Setelah meraih juara 1  Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada 17 April 2015 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulsel nomor 935/III/2015  tentang Penetapan Pemenang dan Pemberian Hadiah Lomba Sekolah Sehat TK/ RA, SD/ MI, SLTP/ M.Ts., dan SLTA/ MA Tingkat Provinsi Sulsel Tahun 2015 akhirnya SMPN 2 Kesu’ pun dipilih untuk mewakili Provinsi Sulawesi Selatan pada Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional bulan Juli lalu.
Toraja Utara merupakan kabupaten yang masih sangat muda, namun telah membuktikan bahwa mampu bersaing dengan kabupaten lainnya dengan menunjukan prestasi yang memuaskan, kata Hajjah Kurnia.
Wakil Bupati Toraja Utara Frederik Buntang Rombelayuk, S.Pd sekaligus Ketua Komite SMPN 2 Kesu’ ketika dimintai tanggapannya, menuturkan bahwa semua itu berkat kerja keras dan usaha semua stakeholder terkait sehingga prestasi ini dapat tercapai.
Lewat proses dan persaingan yang panjang, baik di tingkat kabupaten, provinsi hingga ke tingkat nasional, SMPN 2 Kesu’ telah membawa nama harum daerah dan Provinsi Sulawesi Selatan hingga meraih juara 1 Se–Toraja, Juara 1 di Tingkat Provinsi Sulsel dan juara 2 untuk Tingkat Nasional, imbuh Rombelayuk.(BB)

HUT SMANSA Palopo ke 58 Banjir Hadiah Bro!

PALOPO – Deteksi. HUT ke 58 SMA Negeri 1 Palopo, digelar Sabtu pagi  05/09 di halaman sekolah paling favorit di Kota Palopo ini. Diawali dengan acara gerak jalan yang diikuti lebih dua ribu siswa dan para guru serta alumni sekolah bergengsi ini, dengan rute berputar melewati jalan-jalan di sekitar kawasan Jalan Imam Bonjol nampak wajah-wajah bahagia insan pendidik, siswa dan alumni  terlihat diraut wajah mereka.

Kepala Sekolah SMAN 1 Palopo, Drs. Esram, M.Pd yang juga berbaur diantara para peserta jalan sehat mengatakan, ini adalah hari istimewa bagi sekolah ini karena usia 58 tahun bukanlah usia yang singkat, dan kebetulan ini untuk pertama kali dirinya merayakan karena terbilang baru menjabat sebagai kepala sekolah sejak dilantik 15 Juli 2015 lalu.
Selain gerak jalan santai, panitia kegiatan yang dimotori oleh OSIS Smansa Palopo lewat ketuanya, saudara Fajrul  dan  Agung Saputra selaku Ketua Panitia Peringatan HUT Smansa Kota Palopo ini juga menggelar kegiatan positif lainnya.

Agung menuturkan ia dan teman-teman dengan arahan Kepala Sekolah serta alumni salah satu sekolah unggulan di Palopo ini berupaya menghadirkan suasana keakraban lewat pentas seni dalam rangkaian hari jadi tahun ini. Tidak hanya itu, serangkaian lomba-lomba juga digelar termasuk lomba kebersihan antar kelas dan kegiatan bakti sosial bersih lingkungan sekolah dengan melibatkan organisasi intra sekolah seperti PMR, drum band, Paskibraka dan juga Sispala.


Rahmat Masri Bandaso yang merupakan alumni Smansa juga terlihat hadir menyemarakkan kegiatan ini. Ratusan hadiah doorprize jalan sehat 58 Tahun Smansa juga disiapkan oleh panitia pelaksana, diantaranya sepeda, alat-alat rumah tangga serta perangkat belajar mengajar. Drs. Esram, M.Pd berpesan agar kualitas belajar mengajar di sekolah ini terus ditiingkatkan. “ini bentuk syukur  dan apresiasi pada guru serta siswa yang sudah bekerja keras agar SMANSA Palopo tetap meraih yang terbaik,” kuncinya. (IR)

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius