Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Video News: Terima SK Golkar, Wawali Palopo Mundur dari PNS


PALOPO - Setelah resmi mendapat SK dari Partai Golongan Karya (Golkar) sebagai Koordinator Luwu Raya, Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin Daud yang akrab dipanggil Ome telah resmi mengundurkan diri menjadi PNS terhitung pada bulan Agustus lalu.

Ome mendapatkan SK dari Golkar seminggu yang lalu saat menghadiri rapat koordinasi DPD Golkar di Makassar.

"Saya sudah resmi mundur sebagai PNS dan suratnya sudah ada terhitung bulan Agustus lalu," jelas Ome seperti dikutip dari tribunpalopo.com, Jumat (23/9/2016) kemarin.

Ini dia video wawancaranya. Klik disini

Gabung Golkar, ACM Puji Keberanian Ome

PALOPO – Munculnya nama Akhmad Syarifuddin  atau yang lebih akrab disapa Ome, untuk turut membesarkan Partai Golkar diapresiasi positif oleh Andi Cincing Makkasau (ACM), tokoh Golkar yang dikenal dekat dengan Gubernur Syahrul Yasin Limpo ini.
Dalam wawancara lewat sambungan telepon Rabu malam, 06/09, ACM memuji keberanian Wakil Walikota Palopo ini untuk  ikut memberi warna segar bagi Partai Golkar seperti rumor yang belakangan kencang berhembus. Diketahui, dengan beredarnya SK Pengurus versi Plt Golkar Nurdin Halid membuat gonjang-ganjing peta perpolitikan di Luwu Raya utamanya Palopo yang sedang panen isu politik. Santer diberitakan Ome mempersiapkan dirinya untuk maju menantang Walikota HM Judas Amir dengan menyiapkan beberapa kendaraan politik yang juga nampak serius ingin mengusung putera Ketua MUI Palopo ini.

ACM sekaligus membantah rumor bahwa kehadiran Ome dalam Partai Golkar sebagai jebakan lawan-lawan politiknya agar Wawali Palopo ini berada dalam kubu yang salah. “saya tegaskan tidak ada kubu-kubu, Nurdin Halid bisa saja dan itu dibolehkan, sepanjang membuat pengurus sementara yang tujuannya adalah dalam rangka mempersiapkan musda Partai Golkar Sulsel. Golkar malah berterima kasih Ome mau ikut membantu partai ini,” ujarnya. ACM juga menyebut siapa saja boleh masuk bergabung dan nanti jika SK definitif telah ada, maka mau tidak mau Ome harus menunjukkan Surat Pengunduran dirinya selaku Aparatur Sipil Negara karena aturan UU ASN memang melarang seorang PNS untuk berpolitik praktis atau terjun langsung sebagai pengurus partai.

ACM menganggap isu tentang SK Pengurus versi  Nurdin Halid dan perang antara dua kubu dalam Partai Golkar Sulsel sebagai isu yang dimainkan oleh para kompetitor Ome yang sedang dilanda ketakutan.

“tujuannya jelas agar Ome batal masuk sebagai pengurus karena kalau Ome sampai masuk, berarti itu ancaman serius dan pergerakan Ome akan semakin sulit dibendung, ini yang saya cermati,” tandas ACM.

Sempat beredar isu jika masuknya Ome dalam kepengurusan Nurdin Halid sebagai jebakan dari lawan politik Ome sendiri, karena toh pada akhirnya bukan kubu Nurdin Halid yang akan memegang peranan dalam konstalasi politik Golkar Sulsel pasca Musda, melainkan kubu Ichsan Yasin Limpo sehingga didramatisir sedemikian rupa seolah-olah Ome sengaja “dimainkan” pada kubu yang salah. Lagi-lagi ACM membantah bahkan kembali menegaskan bahwa Golkar Sulsel sangat solid, tidak ada istilah kubu-kubuan, jika muncul, itu hanya dinamika sesaat, yang jelas semua sepakat mendukung Ichsan Yasin Limpo. 

“Tidak ada kubu Nurdin Halid, karena beliau itu pengurus DPP masak mau turun kelas menjadi Ketua DPD I, kan tidak masuk akal? Saya tegaskan semua solid untuk mendukung IYL, dan kaki Ome di partai Golkar sudah 60%, saya berani taruhan, tidak ada yang mampu menghalangi dia bergabung di Partai Golkar,” kunci ACM seraya meminta agar media jangan mengkompori hal-hal yang dianggap tidak masuk akal.(*)

Jika LAM vs Aziz di Pilgub, KKLR akan Kemana?

MAKASSAR – Dua tokoh Luwu Raya, Aziz Qahhar Mudzakkar dan Luthfi A Mutty disebut-sebut akan mencalonkan diri pada Pilgub Sulsel 2018. Suara di Luwu Raya pun diprediksi pecah jika kedua figur ini saling berlawanan. Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR), Buhari Kahar Muzakkar mencoba diplomatis atas “persaingan” kedua tokoh asal Luwu Raya itu.

Seperti dikutip dari rakyatku.com dikatakan, KKLR akan mendukung siapa pun figur yang dianggap memiliki kapabilitas yang mumpuni untuk bersaing dan mampu membangun Provinsi Sulawesi Selatan. 

“Sebenarnya di KKL Raya itu pada prinsipnya hanya mensuppport saja, karena KKL Raya tidak pada posisi bisa menentukan seseorang itu maju dalam pilkada,” kata Buhari kepada Rakyatku.com, Senin (11/1/2016).

Buhari menambahkan, masyarakat Kabupaten Luwu Raya juga punya hak sendiri dalam menentukan pilihannya pada moment pilkada mendatang. “Setiap agenda pilkada, tidak ada arahan khusus itu seperti apa. Kita lihat saja konstelasi politiknya. Karena secara spesifik, di dalam lingkup KKL Raya, personelnya ada banyak partai berbeda, tidak bisa menggunakan pendekatan kawasan saja,” tegas Buhari.

Secara geo politik, suara Luwu Raya selama ini menjadi incaran di Pilgub Sulsel. Pada Pilgub 2007 lalu, suara Luwu Raya pecah atas majunya Aziz Qahhar dan Mansyur Ramli. Aziz berpaket dengan Mubyl Handaling sedangkan Mansyur mendampingi Amin Syam. Hasilnya, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang tampil sebagai pemenang. Luthfi Andi Mutty yang dikonfirmasi mengatakan, dirinya sejauh ini masih mencermati dinamika politik yang terus berkembang.
“Saya itu sangat rasional dalam berpolitik. Saya lihat survei, kalau surveinya bagus, kita maju. Kalau tidak untuk apa. Politik itu tidak boleh pakai perasaan,” ucap Luthfi. Selain itu, lanjut mantan bupati Luwu Utara dua periode ini, dirinya tidak ingin menjadikan faktor geopolitik sebagai satu indikator mengukur kekuatan figur dalam pilkada.
“Satu hal yang ingin saya katakan, terlalu naif seseorang politisi kalau dia mengklaim satu wilayah geopolitik, orang bersaudara saja bisa beda pilihan.” Termasuk menurut Luthfi, kondisi masyarakat Luwu Raya yang bersifat majemuk.

“Soal suara signifikan, jangan terlalu naiflah berpolitik. Itu namanya menyederhanakan. Apalagi kayak Luwu Raya yang penduduknya sangat majemuk,” tutup Anggota DPR RI dari Partai NasDem ini.(Fathul/Wid)

courtesy : rakyatku.com

Kocak, Adhie Massardi Prediksi Reshuffle Jilid II Bakal Sengit?

JAKARTA - Susunan kabinet produk reshuffle jilid II yang kabarnya akan diumumkan bakal mencerminkan hasil pertarungan politik Jokowi vs Jusuf Kalla (JK).

Demikian disampaikan Adhie M Massardi dalam dialog publik bertajuk "Jokowi Vs JK, dalam Isu Reshuffle Kabinet Jilid II" yang digelar Institute Soekarno-Hatta di resto Warung Komando, Jakarta, Jumat (8/1/2015).

"Memang kalau diibaratkan tinju, pertarungan Jokowi vs JK di kabinet sudah memasuki ronde ketiga. Pada ronde pertama, Jokowi kalah lumayan telak. Karena praktis hanya menempatkan dua menteri, Praktikno ((Setneg) dan Andrinov Chaniago (Bapenas). Selebihnya, merupakan pilihan JK. Karena seleksi akhir dari para kandidat menteri yang dikirimkan partai-partai pendukung oleh Jokowi diserahkan kepada JK untuk dipilih. Maklum, ketika itu Jokowi belum mengenal mereka," paparnya.

"Tapi pada ronde kedua pertarungan berjalan imbang. Meskipun Menko Ekonomi diisi orang JK (Darmin Nasution), Jokowi bisa mengimbanginya dengan memasang Rizal Ramli sebagai Menko Maritim dan Sumber Daya. Sedangkan pencopotan Andrinov yang diganti Sofyan Djalil (JK) tapi di Seskab Jokowi memasang Pramono Anung," sambung dia.

Pada ronde ke-3, lewat tangan kanan (Sudirman Said) dan tangan kiri (Yuddy Chrisnandi), JK memang berhasil melancarkan “jab-jab” telak yang mengguncang pertahanan Jokowi. Sudirman Said dengan manuver berbahaya melakukan perpanjangan kontrak karya Freeport, kontrak blok gas Masela dan pungutan liar BBM. Tapi untung Jokowi berhasil menggagalkan jab-jab Sudirman Said.

"Sedangkan jab dari Yuddy, evaluasi anggota kabinet yang disasarkan hanya kepada menteri-menteri dari Partai Nasdem dan PKB, menguncang kekokohan KIH, koalisi pendukung Jokowi. Saya percaya, teman-teman tak akan goyah karena paham ini seperti yang dilakukan Sudirman Said, hanya manuver politik distabilitas (keguncangan politik) yang bisa membawa Jokowi ke medan pemakzulan di Senayan," katanya.

Lebih lanjut, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini memprediksi pada ronde ke-4 Jokowi akan memenangi pertarungan dengan TKO. Alasan Adhie, pertahan politik JK mulai goyah.

"Lihat saja, RJ Lino akhirnya bisa ditersangkakan oleh KPK. Sebentar lagi mungkin Mabes Polri dan Kejaksaan. Freeport juga urung diperpanjang. Pungutan liar BBM yang berpotensi melawan UU berhasil dinetralisir Jokowi," urainya.

"Makanya, dengan fakta-fakta politik ini, saya percaya kabinet Jokowi session dua bakal mencerminkan 'kabinet 100 persen presiden' sehingga bisa menjalankan roda pemerintahan yang berpihak kepada rakyat," pungkas Adhie.

Dalam diskusi yang dipandu Hatta Taliwang ini hadir juga anggota DPR Masinton Pasaribu (PDIP), Khotibul Umam Wiranu (Demokrat), Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Puyono, aktivis Petisi 28 Haris Rusly Moti serta Syahganda Nainggolan dan Johan Silalahi.

Sementara itu, pengamat politik dari Negarawan Center Johan Silalahi menyatakan tidak benar ada konflik antara Presiden Jokowi dengan Wapres Jusuf Kalla yang berkaitan dengan isu perombakan kabinet jilid II.

Johan yang mengaku memiliki kedekatan khusus dalam bidang politik dengan Jokowi dan Jusuf Kalla sejak pra-Pilpres 2014 menyatakan dwi tunggal bangsa itu saling menghormati satu sama lain. "Dalam konteks Jokowi versus JK, saya koreksi bahwa tidak benar ada realitas seperti itu . Yang ada hanya lah persepsi saja," jelas Johan Silalahi.

Johan mengatakan dirinya sejak awal telah mendukung dan mengusulkan agar Jokowi-JK berpasangan dalam Pilpres 2014. Dia menilai JK bukan lah orang yang menjadi musuh dalam selimut. Sebaliknya Jokowi menurut dia, sangat menghormati JK sebagai orang tua.


"Saya menjamin tidak ada pertarungan antara Jokowi-JK. Bahwa ada perbedaan dan miskomunikasi, semua orang pasti bisa miskomunikasi, tetapi niat keduanya sama-sama baik yaitu menginginkan pemerintahan berjalan responsif, cepat dan taktis," kata dia.(dx/okezone)

Permadi: Jokowi Lengser, Prabowo Presiden 2016

Permadi : Terjadi Goro-Goro, Kudeta Lebih Besar dari Tahun 1965

“Permadi Ramal Jokowi Lengser Prabowo Presiden 2016, Terjadi Goro-Goro, Kudeta Lebih Besar dari Tahun 1965”

Ketika pemilihan presiden tahun lalu banyak yang menyamakan Calon Presiden Joko Widodo maupun Prabowo Subianto sebagai titisan Soekarno. Bahkan ramalan mitos Notonegoro diyakini jika akhiran nama tidak sesuai dengan mitos tersebut.
Lalu bagaimana dengan ramalan Ongko Joyoboyo? Menurut Permadi SH, orang yang sering dimintai pendapat soal hasil terawangannya, masa jabatan Presiden Joko Widodo paling lama sampai awal 2016. Hal itu bukan tanpa sebab, menurut Permadi sebelum Jokowi jatuh akan ada goro-goro lebih besar dari tahun 1965.
Lalu bagaimana ramalannya jika kursi Presiden saat ini di duduki oleh Prabowo Subianto? Kepada Laurel Benny Sharon Silalahi dan Arbi Sumandoyo dari pantauan attasites.com, Permadi mengatakan jika Prabowo belum mendapat restu menjadi presiden. Apalagi jika dia maju dalam Pemilihan Presiden 2019 nanti, Prabowo diyakini juga bakal kalah.
Peluang Prabowo menjadi presiden hanya pada 2016, dimana setelah Jokowi lengser oleh rakyat, bekas Danjen Kopassus itu bisa duduk sebagai presiden. "Tidak akan bisa, tidak bisa Prabowo menang, Tuhan tidak menghendaki itu," kata Permadi saat berbincang dengan wartawan di kediamannya, Jumat pekan lalu.

Berikut kutipan Wawancara Permadi SH soal ramalannya yang dia percaya akan terjadi.

Ada yang menyebut Prabowo dan Jokowi itu titisan Soekarno?

Prabowo dan Jokowi kita hitung, seharusnya Prabowo menang, karena Prabowo lebih terkenal terlebih dahulu juga banyak yang suka dan banyak yang membenci Prabowo. Apalagi Amerika pada saat itu Prabowo harus kalah, karena dia dituding pelanggar HAM. China juga mengatakan prabowo harus kalah karena dituding dalang pembunuhan orang China 98. Nah itu sebenarnya kalau mau jujur Prabowo itu menang tipis tapi di balik angkanya sedemikian rupa. Apa yang diproteskan oleh Prabowo tidak ada yang menang.
Bagaimana Jokowi belum dikenal bisa menang, orang Ambon, Papua, Sulawesi, belum tahu Jokowi. Bagaimana bisa? Saya merasa ada kecurangan yang disponsori oleh China dan Amerika. Karena China dan Amerika itu sekarang ini rebutan rizki di Indonesia, mereka bagi dua. China bagian timur, Amerika bagian barat perdagangan kita sekarang ini betul-betul dikuasai China dan Amerika. Kembali neolib berkuasa, nah kalau neolib berkuasa arwah tanah leluhur termasuk Bung Karno tidak mengikhlaskan mendorong rakyat untuk berontak karena Bung Karno mengatakan revolusi belum selesai.

Kalau misalkan pemilihan presiden kemarin Prabowo yang menang, ramalan anda seperti apa?

Tidak akan bisa, tidak bisa Prabowo menang, Tuhan tidak menghendaki itu. kalau Prabowo menang masih akan lama Indonesia rusak porak porandanya, karena dia punya ketegasan. Oleh karena itu harus dipimpin oleh orang yang memble, yang gak ngerti apa-apa, yang kalau membuat keputusan belum dijalankan sudah dicabut.

Ada kepercayaan bahwa pemimpin Indonesia harus dari orang Jawa?

Saya sebenarnya menyatakan kalau toh presiden itu orang jawa, itu bisa dimengerti karena orang jawa itu tinggal di pulau dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Tetapi kalau kita pikir Pak Harto, Bung Karno itu benar. Tetapi Pak Habibie sendiri bukan orang Jawa, beliau orang Makassar orangtuanya. Jadi sulit yah mengatakan apakah Bung Karno itu orang Jawa Asli, Pak Harto juga tidak menyebut nama ayahnya. Kalau lihat kulitnya kuning cakep, Pak Harto itu bukan orang desa.

Jadi ramalan Notonegoro itu menurut bapak seperti apa?

Notonegoro itu bukan ramalan Ongko Joyoboyo. Itu ramalan Profesor Doktor, guru besar di Yogyakarta. Dia mengatakan lihat saja nanti presiden di Indonesia itu mengikuti nama saya Notonegoro. Itu akal-akalan profesor saja. Joyoboyo akan mengatakan satrio piningit.

Apakah satria piningit ini masih masuk keturunan raja Majapahit?

Memang ada kaitannya, dan inilah saat kebangkitan kerajaan Majapahit, Majapahit kan jatuh di tangan Brawijaya Pamungkas, lalu dijatuhkan oleh anaknya setelah itu Brawijaya bersumpah memang saat ini jatuhnya Majapahit tetapi ingat sekian ratusan tahun yang akan datang akan saya tagih kembali. Nah pada saat Majapahit jatuh akhirnya itu sirno ilang lentani bumi, hilang lah kesejahteraan dan kemakmuran di Nusantara. Nah sekarang ini tidak hanya sirno ilang lertani bumi hilang lah angkara murka kemudian akan muncul kejayaan bumi kembali, kembalilah kejayaan Majapahit .

Jadi memang satria piningit keturunan Majapahit?

Betul, tapikan sudah ribuan tahun bisa jadi orang Batak, Makassar, bisa juga di luar Jawa.

Bagaimana jika Prabowo maju 2019 apakah akan menang?

Saya menyatakan pada Prabowo, kalau kamu maju lagi 2019 habis kamu. Tak ada kesisa. Kamu tunggu saja Jokowi jatuh paling lama tahun 2016, kalau berani kamu lakukan revolusi sekarang, kalau gak tidak ada lagi nama kamu.

Menurut anda Prabowo bisa maju mengambil alih kursi kepresidenan tahun 2016?

Terserah dia berani atau tidak? Tinggal nunggu berjuangnya saja. Kalau tidak akan terlambat, buat apa nunggu pemilu akan datang.

Anda mengatakan bahwa anda penyambung lidah Bung Karno, bisa dijelaskan?

Kalau itu saya sadar. saya sangat bangga dibilang penyambung lidah Bung Karno. Mengapa? Bung Karno bagi saya adalah manusia dewa pikirannya tak bisa dicerna cemerlang sekali 100 tahun baru bisa dijangkau. Dia menjonkokan merdekakan tahun 45. Dari tahun 20 dia sudah mengatakan, kalau kita dijajah Jepang nanti kita pasti merdeka. Dia menjalankan trisakti itu benar semua, Pancasila itu benar semua, undang-undang dasar itu benar semua.

Ketika dia dijatuhkan Pak Harto, di mana-mana terjadi Desoekarnoisasi. Kalau ada orang yang memasang gambar Pak Karno ditangkap dipenjara. Saya tidak takut, malah memasang gambar banyak foto Bung Karno di rumah saya dan ketika Bung Karno meninggal pada saat gawat-gawatnya 1970 saya menyatakan saya penyambung lidah Bung Karno, saya bangga dengan itu. Itu saya sumpah di makam Bung Karno.
Resikonya tidak kecil saat saya mengatakan itu. Pada saat itu Pak Harto memburu saya, tahun 70-an saya dikejar-kejar saya dipenjara saya ditangkap polisi belasan kali. Dipenjara satu kali, dihukum mati dalam BAP dua kali. Itu pada saat peristiwa 27 Juli dan pada saat peristiwa Semanggi. Saya ketangkep di lapangan, saya di BAP polisi hukuman mati, tapi saya lolos yang menyelamatkan saya Pak Harto, Pak Harto sayang sama saya, sekalipun dia tahu saya penyambung lidah Bung Karno.

Ketika saya tahu saya mau dihukum mati pak Harto panggil Pak Benny Moerdani, Permadi dalam kesulitan kamu urus. Benny yang mengambil BAP di kantor polisi. Ketika saya dihukum di Yogya Pak Benny memasukkan 11 militer melindungi saya karena saya mau dibunuh, dan itu bukti. Nah pada waktu saya di Gerindra, Prabowo berpidato kepada kader Gerindra semua, dia bilang saya pernah mendapat perintah membunuh Permadi, tapi saya hormat sama dia karena dia tidak melakukannya, karena yang memerintah bukan Pak Harto, waktu itu yang memerintah Pangab.

Bung Karno pernah berkata "kutitipkan negeri ini". Lalu ada yang memahaminya bahwa Bung Karno akan balik lagi. Apakah anda percaya?

Bukan. Bukan itu, itukan hanya menjadi pendamping. Bung Karno menurut keyakinan saya tidak meninggal tapi mukso, seperti yesus kristus, di salib mati, tiga hari hidup lagi. Karena itu banyak orang yang melihat Bung Karno di Bogor, di Blitar di pantai selatan yah bisa saja, penglihatan beda-beda. Kalau saya ikut yakin Bung Karno tidak mati.

Bagaimana anda melihat UUD 45 yang anda percayai sudah dibuat oleh Bung Karno diubah oleh Megawati?

Bung karno adalah arsitek undang-undang dasar. Banyak sekali masterpiece buatan Bung Karno, dan kalau kita lihat sebenarnya undang-undang dasar itu mencerminkan Indonesia sebagai negara kerajaan. Raja yang harus berkuasa karena itu presiden sangat berkuasa menjadi mandataris MPR. itu bisa menjadikan dia diktator tapi Bung Karno tidak mau seperti itu. Rakyat yang dipentingkan.

Kemudian diamandemenkan, saya anggota MPR waktu itu. Saya menolak, sekalipun Megawati tidak terima, Permadi menolak catatan amandemen undang-undang. Karena menurut saya itu ada pengkhianatan terhadap undang-undang dasar yang asli, terhadap Pancasila yang asli, termasuk SBY saya beritahu anda mengkhianati Pancasila sehingga iya tidak mau bergaul dengan saya.

Bayangkan sila ke-4, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Jadi kalau mau memutuskan yang penting harus melalui permusyawaratan perwakilan itu penting, pemilihan presiden pemilihan kepala daerah itu harus permusyawaratan perwakilan tidak boleh langsung itu pengkhianatan dalam Pancasila.

Jadi Bung Karno itu ada sejarahnya mengapa dia merumuskan pancasila, pada waktu itu rakyat Indonesia sekitar 100 juta di 17.000 pulau masih telanjang, masih nomaden tidak ada televisi tidak ada BH, jadi bagaimana mereka bisa kenal siapa Bung Hatta, siapa Syahrir, oleh karena itu harus ada perwakilan, perwakilannya kan ada di antara mereka yang sekolah sarjana itulah yang diangkat sebagai DPR MPR, itu permusyawaratan perwakilan jadi tidak ada pemilah langsung. Nah alasan zaman SBY waktu itu DPR bisa disuap, jadi ini harus kembali ke UUD 45. makanya itu saya itu keluar dari PDI.


Asdar Thosibo : Debat Kandidat Pilkada Luwu Utara Tidak Adil, Memangnya Wija To Luwu Tidak Ada Yang Mampu Jadi Panelis?


PALOPO - Sebagai Wija To Luwu, Asdar Thosibo SH, MH, merasa sedih karena Tahapan Pemilu Kada Serentak di Luwu Utara dan nantinya di Luwu Timur khususnya dalam acara Debat Kandidat yang ditayangkan di salah satu TV regional Sulsel, tidak satupun menampilkan cendekiawan yang berasal dari Luwu.

“Saya amat menyayangkan karena kita disini, di Luwu Raya banyak pakar yang berkompeten untuk bisa dilibatkan menjadi panelis dalam kegiatan Debat Kandidat, bukannya mau berpikir kedaerahan, tapi kapan lagi pakar-pakar kita Wija to Luwu dalam kegiatan yang momennya penting demi kemajuan Luwu Raya itu sendiri dilibatkan,” ungkapnya saat ditemui Kamis kemarin (30/09) di kompleks Masjid Agung Palopo. Asdar yang juga Direktur Lembaga Advokasi Hukum Pilkada Indonesia (LAHPI) ini merasa heran karena pilkada di Luwu Utara maupun Lutra penayangan siarannya tidak memaksimalkan keberadaan stasiun tv lokal maupun media-media lokal.

“Acara debat kandidat ini sendiri yang punya kepentingan kan masyarakat di Lutra dan Lutim, masak orang di Makassar yang disuguhkan siaran langsung? Harusnya KPU sebagai penyelenggara mengajak peran serta media lokal, menghidupi dan memberdayakan media elektronik dan media cetak setempat karena kuenya di daerah tersebut, masak orang dari jauh yang datang nikmati?”

Lebih lanjut Asdar memaparkan bahwa tujuan debat adalah untuk mempertandingkan konsep visi misi dan bagaimana masing-masing kandidat membuat program-program terkait potensi dan juga permasalahan di daerah agar masyarakat dapat menilai, memilih dan mengambil kesimpulan atas pemaparan dan jawaban kandidat diacara tersebut. “ini adalah pembelajaran demokrasi, masyakarat pemilih harus diberi pencerahan, itulah sebenarnya tujuan diadakannya debat kandidat,” kuncinya.(IR)

Foto : Dok. Deteksi/Iccank Razcal

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius