Tampilkan postingan dengan label Luwu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Luwu. Tampilkan semua postingan

Dualisme Pengurus Takmir Masjid Agung Luwu Palopo, Ini Putusan Hakim PTUN Makassar!

MAKASSAR – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar yang menggelar sidang pembacaan putusan pada Kamis siang 03/11/2016 kemarin membuat putusan yang sumir. Di satu sisi, hakim menolak gugatan pihak Yayasan Pengurus Masjid Agung Luwu Palopo. Sisi lainnya, hakim juga menolak eksepsi pihak tergugat yakni Walikota Palopo HM Judas Amir.
Putusan Majelis Hakim yang diketuai Michael Renaldy Z, SH, MH yang oleh sebagian pengamat dianggap sarat nuansa politis.

Berikut kutipan putusan hakim PTUN Makassar atas sidang gugatan Yayasan Pengurus Masjid Agung Luwu Palopo terkait dualisme kepengurusan takmir Masjid Agung dimana pihak Yayasan MALP berseteru dan menggugat Pihak Walikota Palopo karena dituding merubah SK Pembentukan Pengurus Takmir Masjid Agung Luwu Palopo secara sepihak:
Dalam Penundaan:
-       Menolak Permohonan Penundaan Pelaksanaan Keputusan yang dilakukan oleh Penggugat
Dalam Eksepsi:
-       Menolak Eksepsi Tergugat
Dalam Pokok Perkara:
-       Menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya
-       Menghukum penggugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp.184.500,- (Seratus Delapan Puluh Empat Ribu Lima Ratus Rupiah).-

Laporan : Iccank Razcal

Yayasan Merasa Didzolimi tapi Walikota Bersikukuh Karena Merasa Benar. Lalu Apa Kata Tenriadjeng?

PALOPO - Ibarat drama tarik menarik kepentingan dalam kisruh Masjid Agung Luwu Palopo (MALP) semakin seru dan menegangkan. Tim Pemkot Palopo pada Senin 13 Juni 2016 melempar bola panas yang mengarah pada Pengurus Yayasan MALP. Sertifikat Masjid Agung konon dijadikan aset pribadi oleh KH Syarifuddin Daud dan kawan-kawan. Dalam rilisnya, tim pemkot menengarai ada upaya secara sistematis pihak yayasan untuk menguasai aset diatas lahan kompleks masjid tersebut. Drama ini semakin kontroversial dengan dokumen-dokumen yang turut dilampirkan.

Haji Jamal Dhara, SH Ketua seksi hukum dan advokasi pengurus masjid agung versi yayasan menyebut jika kasus ini sebaiknya kurang elok jika terus menerus di blow up di bulan suci Ramadan. “hargailah bulan suci Ramadan. Soal materi atau pokok perkara bisa diperdebatkan di forum yang terhormat. Di pengadilan misalnya daripada harus ribut-ribut berpolemik di koran. Ini sudah mengarah pada pencemaran nama baik,” ujarnya meradang membaca tulisan di dua harian lokal kota penghasil sagu ini. Ia lantas memperlihatkan sertifikat asli tanah eks Golkar yang disorot oleh Tim Pemkot Palopo. Sertifikat tanah itu berlabel “Tanah Wakaf” yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional pada tanggal 28 Juni 2007.
“Sertifikat ini adalah jawaban dari tuduhan itu. Jika ini tanah pribadi maka anda bisa lihat sendiri di sertifikat ini atas nama siapa?,” tegasnya.

Walikota Palopo HM Judas Amir saat konperensi pers beberapa waktu lalu mengatakan jika pihaknya mencium aroma tidak beres dalam sewa menyewa diatas lahan masjid Agung. “ada yang janggal dalam perjanjian sewa menyewa dan sudah ada surat pembatalan dari notaris mereka sendiri Amiruddin Alie, SH terkait susunan pengurus yayasan ,” ucap Judas saat itu.

Namun Haji Jamal Dhara membantah sinyalemen walikota tersebut. Tidak ada pihak yang menjadikan lahan mesjid ini sebagai milik pribadi itu hanya ketakutan walikota saja. Dasarnya tidak ada, karena sertifikat tanah yang dimiliki yayasan tetap bersifat kolektif kolegial, tiga nama yang ada dalam sertifikat mewakili ribuan ummat muslim Luwu Raya. “Sertifikat ini yang mereka persoalkan adalah tanah wakaf dan nadzir (penerima) adalah yayasan melalui tiga pengurusnya, ini clear, jika pun tanah ini dimanfaatkan itu untuk keperluan ummat karena uangnya dikelola yayasan melalui bendahara yayasan yang secara transparan diumumkan setiap hari Jumat di Masjid Agung, kurang apa lagi?” tandasnya penuh semangat.

Secara terpisah, Minggu malam lalu, 19/06, redaksi DETEKSI menghubungi mantan orang nomor satu di kota Palopo yakni HPA Tenriadjeng yang kini meringkuk di LP Gunung Sari Makassar. Ribut-ribut soal Masjid Agung rupanya sampai juga ke telinga dia. Secara khusus ia menyampaikan permohonan maaf di bulan suci ramadan ini bagi umat muslim Kota Palopo. Tenriadjeng mengatakan soal tanah wakaf dari eks kantor Golkar menjadi aset Masjid Agung Luwu Palopo sudah melalui prosedur yang benar. Dirinya selaku pembina Masjid Agung saat itu menerima wakaf berupa tanah yang harus digunakan untuk keperluan umat muslim. “waktu itu almarhum Yahya Saude menyerahkan pada saya selaku walikota yang juga pembina Masjid Agung dan saksinya ada tiga orang. Itu sudah final, tidak bisa diganggu gugat lagi, kalau ada yang gugat itu orang (maaf) baga,” terangnya. Tenriadjeng menambahkan jika tanah diatas Masjid Agung diserahkan langsung pada yayasan melalui dirinya selaku walikota saat itu.
“saya sebagai dewan pembina Masjid Agung menerima dan saya anggap kebesaran hati kita semua jika tidak usah lagi meributkan hal itu karena tanah itu milik publik masyarakat Palopo khususnya dan Luwu umumnya,” ujar dia sembari memberi nasehat pada kedua pihak yang bertikai.

Mengacu pada rebutan asset antara Kabupaten Luwu dan Pemkot Palopo pasca pemekaran Luwu Raya memang nama Masjid Agung masuk dalam zona aman karena keduanya baik Pemkab Luwu maupun Pemkot  Palopo sudah tidak lagi mempermasalahkannya.
Namun tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba muncul surat pembatalan atas surat keterangan yang dibuat di jaman HPA Tenriajeng berkuasa yang akhirnya dicabut dan dibatalkan. Sesuatu yang menurut beberapa kalangan dampaknya bisa meluas pada aspek bisnis.

“ngeri jika tiba-tiba lantaran sakit hati, surat keterangan dari lurah atau camat dicabut begitu saja, misalnya perihal tempat usaha masyarakat. Ijin warung makan saya dicabut padahal sudah pernah diberikan, ini soal aspek kepastian hukum, dampaknya bisa meluas pada sektor bisnis,” ujar seorang pengusaha di kawasan pasar niaga Palopo yang enggan dikorankan namanya.(Iccank/*)

BPN: Tanah Masjid Agung Palopo Tanah Wakaf!

Sertifikat Tanah Wakaf Masjid Agung Palopo Bukan Tanah Pribadi (Exclusive DETEKSI)
PALOPO - Pada Selasa siang (21/06) sekitar pukul 12.00 redaksi DETEKSI menemui Kepala Badan Pertanahan Nasional Kota Palopo untuk meminta klarifikasi perihal kisruh soal tanah Masjid Agung yang disinyalir oleh pihak Pemkot Palopo sebagai tanah yang akan dijadikan aset pribadi oleh oknum pengurusnya.

Sinyalemen ini membuat tim kami demi kebenaran dan keadilan pun bergerak menelusuri fakta dibalik silang sengketa antara Pihak Pemerintah Kota Palopo dan Yayasan Masjid Agung Luwu Palopo. Namun Kepala Pertanahan Palopo ini tidak bersedia ditemui karena kesibukan menyiapkan agenda rapat dengan pihak Kantor Pajak dan menyerahkan mandat pada Aspar, Kasi Pengukuran, untuk menjelaskan masalah itu secara lebih rinci.

Maka kami pun menuju ruangan Kepala Seksi Pengukuran di BPN Kota Palopo ini untuk mengklarifikasi. Secara gamblang Aspar membenarkan jika pihaknya hanya sebatas membuatkan akta berdasarkan fakta kelengkapan berkas/dokumen yang harus dipenuhi pemohon. “kami sebatas meneliti apakah berkasnya sudah cukup lengkap atau belum? Kami tidak berhak meneliti sejauhmana keaslian dokumen, tanda tangan dan sebagainya itu ranah jaksa dan kepolisian,” ujar Aspar.

Aspar membenarkan jika status tanah diatas lahan Masjid Agung eks kantor Golkar adalah tanah wakah. “Ini jelas tanah wakaf bukan tanah pribadi, karena adanya unsur yang menyerahkan yang disebut wakif yakni Ketua Golkar saat itu yakni Drs. H. Yahya Sahude dan pihak penerima atau disebut “nadzir” yakni ketiga pengurus yayasan saat itu Syarifuddin Daud, Nawir Kaso, dan Baharuddin. BPN Kota Palopo mengeluarkan sertifikat tersebut pada tanggal 28 Juni 2007 dengan register nomor 00001 terletak di Kelurahan Batupasi Kecamatan Wara Utara. Statement Badan Pertanahan Nasional Kota Palopo ini akhirnya memperjelas duduk soal polemik tanah Masjid Agung yang sempat jadi trending topic di kalangan generasi muda Islam Kota Palopo.(Iccank/*)

Ome Prihatin, Kisruh antara Walikota versus Yayasan Masjid Agung Contoh Buruknya Komunikasi Pemimpin

PALOPO - Wakil Walikota Palopo Akhmad Syarifuddin Daud yang akrab disapa Ome sangat prihatin dan menyesalkan timbul selisih paham antara Walikota HM Judas Amir dan pihak Yayasan dimana sang Ketua Umum Yayasan notabene adalah ayahnya sendiri. Ditemui di kediamannya, Sabtu 28/05, Ome mengatakan jika dirinya sedapat mungkin menahan diri untuk berkomentar mengingat akan timbul conflict of interest karena hubungan emosional yang sulit untuk dielakkan. “saya mungkin hanya bisa sebatas prihatin dan menyesalkan kisruh ini terjadi, tidak elok jika saya turut memberi komentar,” ujarnya.

Namun begitu, Ome merasa ikut terpanggil untuk mencarikan solusi. “mungkin jalan mediasi dengan wakil rakyat di DPRD jauh lebih elegan dan bermartabat ketimbang menempuh jalur hukum, kecuali memang sudah tidak ada jalan, yah apa boleh buat,” tambah tokoh muda yang digadang-gadang akan maju dalam bursa Pilkada Palopo ini. Ome merasa buruknya komunikasi ditambah lagi orang-orang dalam lingkaran walikota yang kurang kapabel sebagai biang kekisruhan ini.

Ia mengaku gerah dengan pemberitaan media tertentu yang menurutnya sebagai pembenaran sepihak karena tanpa ditelaah dan dikaji terlebih dahulu. Ome menolak berkomentar lebih jauh saat ditanya wartawan perihal dirinya yang konon dijadikan sasaran tembak walikota. “oh, kalau hal itu silakan ditafsirkan sendiri, saya tidak enak berkomentar,” tandasnya. Sudah jadi rahasia umum jika hubungan antara walikota HM Judas Amir dan dirinya  memang sudah lama tidak sejalan dan tidak akur. Namun Ome meyakini kebenaran dan kemungkaran suatu saat akan diperlihatkan oleh Yang Maha Kuasa. “Kami tetap teguh pada pendirian jika suatu saat nanti segala macam muslihat dan tipu daya akan dibuka oleh Yang Maha Mengetahui, Tuhan tidak tidur, Allah Maha Bijaksana, kami harus sabar dengan segala macam cobaan dan tantangan yang ada,” ucapnya pasrah.


Sementara itu secara terpisah, Rezki Azis selaku pengurus remaja Masjid Agung yang juga Ketua GP Anshor Palopo menilai jika tindakan walikota mengobok-obok Masjid Agung adalah bertentangan dengan UU Yayasan dan cenderung memecah belah umat. “Seharusnya Judas bersyukur masih ada orang yang mau peduli dan membesarkan mesjid yang mendapat dukungan penuh dari jamaah masjid. Harusnya kita malu dengan daerah lain yang pemimpinnya senantiasa berjalan beriringan dengan ulamanya, urai Rezki. Sebaiknya Judas fokus menyelesaikan janji-janji politiknya kepada masyarakat terkait dengan berbagai program yang tidak berjalan maksimal hingga saat ini. Harapan masyarakat walikota punya perasaan yang sedikit peka dengan kondisi saat ini di Purangi, bagaimana masalah pedagang Pasar Andi Tadda, Pendidikan Gratis, kesehatan dan sebagainya bukan malah mengurusi hal-hal yang tidak substantif seolah-olah tidak ada kerjaan lain,” urainya dengan nada tinggi. Rezki mengkhawatirkan bilamana masalah ini terus berlarut maka adzab Allah akan turun di kota Palopo.(DETEKSI/D1)

Syarifuddin Daud: Walikota Intervensi Yayasan dengan Membuat Pengurus Baru!

PALOPO – Polemik pengurus masjid dan sewa menyewa diatas lahan Masjid Agung akhirnya dijawab oleh Ketua Umum Yayasan Masjid Agung Luwu Palopo HM. Syarifuddin Daud, Sabtu siang 28/05 ba’da Dhuhur di Masjid Agung Luwu Palopo.

Dalam jumpa pers tersebut Syarifuddin Daud mengatakan bentuk intervensi Walikota Palopo HM Judas Amir adalah dengan membuat pengurus baru padahal sudah jelas kepengurusan kami sudah disahkan Kementerian Hukum dan HAM dan Walikota seharusnya sisa menetapkan saja tanpa harus merombak total nama-nama yang kami sodorkan. “Walikota tidak berhak untuk merubah-rubah atau mencoret nama-nama pengurus yang kami sodorkan, harusnya beliau sisa menetapkan saja, disinilah polemik itu bermula,” tegas Syarifuddin.

Ketua MUI ini juga menyampaikan bahwa untuk pengurusan IMB terkait sewa menyewa dengan PT Solusindo pihaknya justru mempertanyakan  sikap Walikota karena IMB yang sudah dikeluarkan berasal dari Dinas Perijinan yang notabene adalah anak buahnya di lingkup Pemkot sendiri. “Ini IMB bukan untuk bangun baru tapi untuk persyaratan PT Solusindo guna melengkapi syarat kerjasama dengan PT Telkomsel. BTS yang dipasang di menara Tower masjid terinspirasi dari hasil audiensi kami dengan Wapres JK dimana ada masjid dekat rumah beliau yakni Masjid Sunda Kelapa yang dipasang perangkat BTS untuk perusahaan telekomunikasi seluler. “Kerjasama kami 11 tahun dengan nilai kontrak Rp. 150 juta jelas-jelas masuk ke rekening yayasan dan dikelola secara profesional penggunaan dananya di audit setiap tahun, ini ada salinan Rekening Koran tanggal berapa dan berapa jumlah dana yang masuk di rekening Bank Muamalat,” jelas Syarifuddin Daud lagi sambil memperlihatkan fotokopi bukti rekening koran Bank Muamalat yang dimaksud.

Ia menyayangkan jika kemudian ada pihak yang terus menerus melancarkan fitnah terhadap dirinya, baik sebagai pribadi maupun sebagai pengurus Yayasan. “saya tidak meminta untuk jadi ketua lagi, tetapi jamaah dan anggota pengurus yang meminta saya, dan saya anggap ini amanah, ditembak sekalipun saya tidak akan mundur!” tegasnya berapi-api.
Bukan sekali ini saja fitnah keji dialami Syarifuddin Daud. Ia menuturkan, ia juga pernah difitnah jika yayasan menerima dana 1 milyar tetapi dana tersebut tidak masuk ke rekening yayasan. Padahal isu itu bohong dan sudah diklarifikasi. ”jika memang ada bukti yayasan pernah menerima dana sebanyak itu tunjukkan kapan dan dimana?” tantang Ketua MUI Kota Palopo ini.
Didampingi para pengurus Masjid dan Pengurus Yayasan, Syarifuddin Daud menegaskan jika status tanah Mesjid Agung ini adalah tanah wakaf. “ini dulu kampung Langsat. Sekolah yang ada dalam kompleks masjid ini adalah milik Pak Najamuddin almarhum yang sudah dibeli yayasan. Kemudian Masjid Agung ini awalnya adalah kantor Partai Golkar waktu itu, yang kemudian melalui HPA Tenriajeng diurus untuk diwakafkan artinya menjadi tanah wakaf yang menjadi milik ummat Islam Luwu, saat itu. “saya akan diserbu umat Islam Luwu Raya jika tanah ini saya akui milik saya pribadi atau akan saya sertifikatkan kemudian menjadi milik pribadi apalagi dijual, mana ada masjid dijual?” tandasnya.

Ia menganggap tudingan akan menjadikan yayasan milik pribadi sebagai pikiran sempit dan mengada-ngada. “Jika dibandingkan dengan Yayasan 45 milik Andi Sose, sudah pasti keliru karena Yayasan 45 milik H. Andi Sose yang dijual ke Bosowa adalah milik pribadi bukan milik ummat seperti Masjid Agung ini. Saya tidak pernah mengklaim ini milik pribadi saya, dalam akta notaris Alex Sambenga kami bertiga disitu hanya sebagai para pihak yang mewakili yayasan dimana di dalam yayasan ada banyak nama mulai dari pembina sampai anggota biasa, dan tidak mungkin sewa menyewa dengan pihak ketiga (PT Solusindo, red) mau menyebutkan semua nama pengurus dan pembina yayasan cukup 3 orang saja mewakili. Inilah ketakutan luar biasa yang sejak jaman bupati dan sekarang walikota setelah pemekaran Luwu tidak pernah terjadi ribu-ribut. Baru jaman Pak Judas Amir ini dipersoalkan. Ada apa ini? Silakan tafsirkan sendiri. “Kami siap jika misalnya walikota mau menggugat secara hukum, tidak ada kejahatan yang kami lakukan disini, kami bekerja tulus ikhlas sebagai Ketua Yayasan kami tidak digaji dan ini murni pengabdian dan ibadah kepada Allah SWT,” kuncinya.(D1/Tim)


“Kombinasi Muda-Tua” lagi Trend, Ome Pastikan Maju Pilwalkot dengan Tokoh Senior

PALOPO - Kombinasi Pasangan “Muda-Tua” mewacana dalam perhelatan Pilwalkot Palopo, Pilkada Luwu dan Pilgub Sulsel. Ishak Yswandi salah seorang pengamat politik mengungkapkan hal itu dalam sebuah kesempatan di salahsatu warkop di Kota Palopo, Jumat siang, 25/03. Mantan reporter Radio Bharata ini mengatakan ada hal yang menarik dari penelusuran dia seputar wacana pilkada dan yang nampak menjadi trend adalah kombinasi pasangan dimana yang jadi 01 adalah yang berusia muda sementara wakilnya adalah tokoh yang usianya terbilang senior alias tua. Ia mencontohkan pasangan Jokowi-JK, sebagai salahsatu contoh nyata. Untuk skala Sulsel, misalnya di Luwu Utara bupati Indah Putri Indriani yang berusia 39 tahun berpasangan dengan wakilnya Muh. Thahar Rum yang usianya sudah masuk kepala 6. Di Gowa kita punya Adnan Purichta Ichsan YL yang berpasangan dengan H Abd Rauf Malagani.  

Menariknya di Trenggalek Jawa Timur, bupatinya berusia 31 tahun sedangkan sang wakil bupati baru berumur 25 tahun. Untuk bupati termuda tercatat Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang baru berusia 26 tahun menjabat bupati Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat, sedangkan gubernur termuda ada pada Ridho Ficardo pemuda kelahiran Juli 1980 menjabat gubernur Lampung yang juga adalag Ketua DPD Partai Demokrat Lampung.

“Kombinasi Muda-Tua” adalah trend yang bisa diterjemahkan sebagai masa peralihan generasi, dimana generasi yang lahir di tahun 70-an akhirnya akan jadi pemimpin menggantikan tokoh-tokoh angkatan 60-an,” beber Ishak. Meski begitu, peran sang wakil sebagai pendamping juga sangat menentukan di masa peralihan ini.

Ditemui di kediamannya, Ome demikian sapaan akrab Akhmad Syarifuddin, walikota Palopo ini walau masih sedikit malu-malu namun ketika ditanya perihal kesiapan dirinya maju Pilwalkot Palopo, "soal itu nanti saja, masih lama, kita kerja dulu, tapi jika masyarakat menghendaki ya kita harus siap" ujarnya. Disinggung soal hubungannya dengan Judas Amir yang nampaknya pecah kongsi di Pilwalkot mendatang ia juga enggan mengungkapkan. Ia nampak kecewa dengan partnernya saat Pilwalkot 2013 lalu yang berhasil menumbangkan rival beratnya pasangan HATI. Soal kombinasi muda-tua, ia sependapat. Menurutnya, kota Palopo memerlukan energi yang besar dan itu ada pada tokoh muda. "kita lihat saja Bandung, walikotanya luar biasa, muda kreatif dan relijius," paparnya. Soal tokoh senior yang digadang-gadang akan ditandemkan dengan dirinya, Ome secara diplomatis berkata," hahaha, masih jauh pilkada, tetapi memang sudah ada beberapa nama tokoh senior, saya rasa, tokoh senior ini baik untuk jadi perekat dan bisa mengayomi serta membimbing tokoh muda, konsep muda-tua memang ideal untuk membangun Palopo, tetapi soal nama belum bisa kita buka sekarang," tambahnya lagi. 

Nah, jika para kontestan jeli, khususnya di Pilkada Luwu, Palopo dan Pilgub Sulsel pintar-pintarlah membaca situasi. Harusnya wacana “kombinasi muda-tua” ini bisa jadi pedoman mereka terutama dalam memilih pasangan. Karena faktor pendamping atau sang wakil sangat signifikan mengkatrol perolehan suara.
“biasanya tokoh senior yang dijadikan wakil memiliki basis massa yang kuat, karena dari segi pengalaman baik di organisasi maupun di level birokrasi mereka sudah cukup makan asam garam, saran saya, agar para kandidat berhitung cermat, saya haqqul yakin, jika trend ini kian menguat di Pilkada mendatang,” kunci Ishak.(R11/Ard)

Bentrok Dua Desa, Bua vs Purangi Aparat Siaga

LUWU/PALOPO - Bentrok massa yang melibatkan dua kampung terjadi di perbatasan Kota Palopo dan Kabupaten Luwu, Rabu (17/2/2016). Bentrok ini melibatkan warga dari Purangi Desa Sampoddo, Kecamatan Wara, Palopo Selatan, dengan warga di Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.
Dikutip dari pojoksulsel, dalam bentrokan tersebut, sedikitnya 29 orang warga yang diduga terlibat diamankan oleh aparat kepolisian di sektar TKP. Polisi juga berhasil menyita 1 karung senjata tajam, dan busur yang digunakan pelaku penyerangan.
Informasi yang dihimpun, bentrokan ini dipicu penikaman terhadap warga Sampoddo yang dilakukan oleh seorang warga Desa Padang Kalua. Dalam penyerangan tersebut, 1 orang warga desa Padang Kalua menjadi sandera.
Personel kepolisian dari Polres Luwu kemudian mendatangi TKP untuk membebaskan warga desa Padang Kalua yang menjadi sendera.
Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan mengatakan, situasi di TKP sudah bisa disterilkan setelah bekerjasama dengan Polres Palopo.(PS/net)
Saksikan videonya DISINI

Gol Ferdinan Bawa Gaspa Juarai Amsal Sampetondok Cup 2016

PALOPO  -  Hawa stadion Lagaligo saat digelarnya partai Final turnamen Amsal Sampetondok Cup 2016 terasa panas saat Gaspa United A menjamu PS Luwu, Rabu 10 Januari 2016. Sejak kick off babak pertama jual beli serangan mulai terjadi.
Absennya Syamsul Chaeruddin dan Rasyid Bakri membuat lini tengah Gaspa United terlihat agak keropos. PS Luwu terlihat mendominasi dengan duet Paulo Sitanggang dan Kaharuddin sebagai pengatur serangan.

Mulai menekan dibabak pertama, Gaspa United langsung memimpin 1-0 lewat gol yang diukir oleh Ferdinan Sinaga di menit ke 17 hasil assist pemain nomor punggung 11 Enriko. Sontekan kerasnya bersarang di jaring Deni Marsel bagian tengah atas.

Beberapa peluang emas tercatat dimiliki PS Luwu yang mengandalkan speed and power. Sontekan Aditya Putra Dewa maupun Muhclis Hadi dan M Rahmat yang masuk dibabak kedua beberapa kali gagal membuahkan hasil. Performa Syamsidar sang penjaga gawang Gaspa United A juga patut diacungi jempol termasuk beberapa palang pintu Gaspa yakni Elad Henri Njobi, Hamdi Hamzah dan Lisman.

Sampai babak kedua peluit panjang wasit Kasman dibunyikan tidak mengubah kedudukan tetap 1-0 untuk keunggulan anak-anak asuhan Junaid Oga. Ribuan supporter dan penonton memasuki lapangan pertandingan dan memberikan ucapan selamat.

Kolonel Amsal Sampetondok dan istri didampingi Wakil Walikota Palopo memberikan apresiasi kepada 4 tim yang lolos sebagai finalis. Juara 1 Gaspa United diganjar hadiah dengan piala setinggi 1,7 meter ditambah uang pembinaan sebesar Rp.160 juta rupiah. PS Luwu yang harus puas sebagai runner up dalam turnamen ini menerima uang pembinaan Rp.100 juta sedangkan Masamba 45 FC diperingkat ketiga dengan uang pembinaan Rp.75 juta dan diperingkat keempat Saputra Walmas FC meraih Rp.50 juta. 

Top Skor diberikan pada striker PS Luwu AP Dewa dengan 12 koleksi golnya, sedangkan tim terbaik (fair play) diberikan pada Japfa FC Makassar. M Rahmat keluar sebagai The Best Player dalam turnamen pertama Amsal Sampetondok Cup ini. Panitia Penyelengara juga memberikan apresiasi wasit terbaik yang jatuh pada wasit Kasman dari Kabupaten Gowa. Aparat keamanan terbaik hingga manajer terbaik serta penonton terbaik.(Sky Pratama)

M Rahmat Pecah Kebuntuan PS Luwu, di Final Bakal Ketemu Gaspa United A

M Rahmat (kiri) dan Rasul sang captain kesebelasan PS Luwu (kanan) saat water break

PALOPO - Laga semifinal kedua Amsal Sampetondok Cup 2016  yang mempertemukan dua kutub berbeda di Kabupaten Luwu yakni Saputra Walmas FC berhadapan dengan PS Luwu akhirnya dimenangkan oleh PS Luwu dengan skor tipis, 1-0.
M Rahmat tampil sebagai pahlawan berkat sontekannya yang keras dari bagian tengah jantung pertahanan Saputra Walmas di menit ke 102 atau di babak perpanjangan waktu, setelah 2x45 menit kedua kesebelasan ini bermain imbang 0-0.
Diawali dari tendangan bebas Fandi Edi di seblah kanan pertahanan Saputra Walmas, umpan pendek Fandi pada Algazali diteruskan pada M Rahmat yg berdiri bebas. Dengan kaki kanannya tembakan M Rahmat meluncur deras di sebelah kiri jaring Alfonsius. Goooooool 1-0.

Di babak pertama dan babak kedua, nampak kedua kesebelasan ini silih berganti melakukan penyerangan. PS Luwu yang mengandalkan pemain-pemain muda eks PSM Makassar dan mantan Timnas dipaksa melayani permainan Saputra Walmas yang mengandalkan lebar lapangan.

Tusukan-tusukan Paulo Sitanggang dan kawan-kawan berulangkali merepotkan pertahanan Saputra Walmas yang dikawal oleh Hendra dkk.
Di lini tengah PS Luwu terlihat dominan menguasai lapangan. Pergerakan PS Luwu yang cepat dan tanpa bola membuat barisan pertahanan  Saputra Walmas harus berjibaku dalam mengamankan daerahnya.

Tempo permainan keras yang diperagakan oleh anak-anak Walmas di babak perpanjangan waktu membuahkan 2 kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit Kangiadi. Kartu merah diterima Maldini Pali gara-gara dianggap meludahi pemain no. 94 Saputra Walmas, Sugiono. Sugiono yang tidak terima (diludahi, red) langsung memukul Maldini. Dengan diganjarnya Maldini Pali kartu merah, berarti ia akan hilang dan tak dapat bermain dalam pertandingan final nanti, yang bakal digelar Rabu 10 Februari 2016 jam 2 siang.

Wakil Walikota Palopo Akhmad Syarifuddin yang akrab disapa Ome, yang juga pembina Gaspa United terlihat enjoy menyaksikan laga derby ini. Ia mengaku timnya sangat siap untuk menghadapi PS Luwu. Ome berharap di Final nanti baik Gaspa United maupun PS Luwu tetap bermain sportif dan menjunjung tinggi fair play. Ia meminta semua pihak untuk ikut membantu kesuksesan turnamen ini. 

"Tentu Gaspa United A siap meladeni PS Luwu di Final, siapapun yang lolos ke final, saya rasa kita siap hadapi," tukas dia.

Ketika disinggung mengenai konflik Palopo dan Belopa terkait mess Trimurti, ia menjelaskan bahwa sepakbola tidak boleh dicampuradukkan dengan urusan lain. 

"ini murni sepakbola, saya minta kita semua bersikap dewasa, arif dan bijaksana, keindahan sepakbola janganlah dikotori hal-hal lain,"kuncinya.

Laporan : Iccank Razcal 




Akhirnya PS Luwu Menyusul Ke Semi Final, Siap Tarung Dengan Saputra Walmas FC

PALOPO – Akhirnya PS Luwu menyusul rekan-rekannya sesama tim Luwu Raya dalam turnamen Amsal Sampetondok Cup, Jumat sore 5 Februari 2016. PS Luwu yang dikapteni oleh penjaga gawang Deni Marcel ini melaju semi final setelah menghempaskan Asbar FC Makassar dengan skor tipis 1-0.

Kuatnya barisan pertahanan Asbar FC yang sangat diisplin menjaga pertahanannya membuat serangan demi serangan dari Ardan Aras dan kawan-kawan berulangkali digagalkan oleh anak-anak Asrama Bara-barayya Makassar ini.

Asbar Makassar dengan pola 4-4-2 bahkan beberapa kali mengancam gawang PS Luwu yang dijaga oleh Deni Marsel. Beruntung beberapa peluang emas yang dimiliki Asbar masih belum membuahkan hasil.

Babak pertama duel seru ini hingga memasuki menit ke 40 masih juga membuahkan gol. Barulah ketika sebuah serangan balik PS Luwu yang dengan cepat menusuk jantung pertahanan Asbar di menit ke 40 hasil tendangan Beni Ashar Acca yang membuat penjaga gawang Muliadi mati langkah karena kesalahannya sendiri yang terlalu maju ke depan. Bola gantung dari Acca ini sontak membuat Bupati dan Wakil Bupati Luwu serta Ketua DPRD Luwu yang ikut menyaksikan pertandingan ini bersorak girang.

Hasil 1-0 ini bertahan hingga babak kedua berakhir dan PS Luwu akhirnya harus berhadapan dengan Saputra Walmas FC yang akan digelar pada hari Minggu, 7 Februari nanti.(Sky Pratama)

Jelang Pilkades Serentak, Cakka Briefing 282 Calon Kades Se-Luwu

BELOPA - Ruang pola Andi Kambo Kantor Bupati Luwu, Selasa 17 November penuh sesak. Sebanyak 282 Calon Kepala Desa yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 91 desa se Kabupaten Luwu dikumpulkan Bupati Luwu, HA Mudzakkar, jelang pelaksanaan Pilkades serentak yang akan digelar 26 November 2015 mendatang.
Dikutip dari PalopoPosOnline, dalam sambutannya, Bupati Luwu, HA Mudzakkar di hadapan 282 calon kepala desa mengungkapkan, atas nama Pemkab Luwu pihaknya berharap pelaksanaan Pilkades serentak ini dapat dilalui 282 Calon Kepala Desa dengan suasana yang sejuk, aman, dan damai, serta beretika dan bermartabat. 
"Silahkan mengikuti pesta demokrasi dengan sebaik-baiknya. Lewatilah pesta demokrasi ini dengan baik aman dan damai serta beretika. Jika ada kecurangan dibawah silakan menyampaikan aspirasi dengan beretika dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya kita. Saya sangat berbangga dengan seluruh calon kepala desa di Kabupaten Luwu ini dan semuanya punya kelebihan satu sama lain," ungkap HA Mudzakkar Selasa kemarin (17/11).
Cakka, sapaan akrab Bupati Luwu dua periode ini mengatakan, pihaknya berpesan kepada calon kepala desa yang akan berkompetisi di pesta demokrasi Pikades serentak ini agar berkompetisi dengan bersih, dan tidak menggunakan kampanye hitam. 
"Jika dalam kompetisi nanti ada yang kalah, maka terimalah kekalahan itu. Dan peliharalah kelebihan yang kita miliki itu untuk kita optimalkan membangun desa. Dan bagi calon kepala desa yang menang, saya minta amanahlah dalam mengemban tugas sebagai kepala desa. Berdayakan perangkat desa, berikan haknya aparat desa dan jangan mengganti aparat desa yang sudah ada. Serta yang tidak kalah pentingnya, jangan angkat istrinya sebagai perangkat desa dan angkatlah bendahara yang tegas dan memiliki tanggungjawab dalam tugasnya," pesan HA Mudzakkar.
Ketua panitia Pilkades tingkat Luwu, Hasman R Djano SE, didampingi Kabag Hukum Setdakab Luwu, Achyar Kasim SH, MH mengatakan, dari 207 desa di kabupaten Luwu, sebanyak 91 desa yang akan menggelar Pilkades serentak tahap I ini, yang tersebar di 21 kecamatan, dimana jumlah bakal calon kepala desa yang mendaftar sebanyak 317 orang namun yang berhasil ditetapkan menjadi calon kepala desa sebanyak 282 orang. "Jumlah total daftar pemilih tetap dari 91 desa yang melaksanakan Pilkades ini sebanyak 79.298 jiwa. Insya Allah mereka yang menang dalam Pilkades ini akan dilantik pada 26 Januari 2016 mendatang," tandas Hasman R Djano.(PP/Iccank)

2 Kandidat Kepala Desa ini Bicara Soal Pilkades Serentak di Luwu

Walmas - Pemilihan Kepala Desa alias Pilkades di Kabupaten Luwu bakal seru dan menarik. Pasalnya, sebanyak 282 orang Calon Kades ikut mendaftar di desanya masing-masing guna memperebutkan singgasana “Kepala Desa” yang bakal diadakan Kamis, 26 November 2015 mendatang. Sebanyak 91 desa di Kabupaten Luwu yang mengikuti Pilkades Serentak tahun ini, tersebar di 21 Kecamatan. 

Calkades Mansyur S
Di Kecamatan Lamasi sendiri, ada empat desa yang menyelenggarakan Pilkades yaitu : Desa Se’pon, Wiwitan Timur, Salujambu dan Desa Setiarejo. Khusus di Desa Salujambu  ada 5 bakal calon kades yang ikut berlaga. Yakni (berdasarkan nomor urut) :  Usmin – Haerullah – Mansyur S – Ismail dan Yohanis K.

Menurut Camat Lamasi, Drs. Arsul Hayam, di ruang kerjanya saat ditemui Selasa siang (17/11) lalu, Desa Salujambu memiliki peran strategis karena siapa pun yang terpilih (sebagai Kades)  di desa ini, harus memperhatikan irama dan langgam kerja dengan 5 desa lain yang berbatasan langsung dengan desa penghasil padi dan hasil kebun serta tambang galian C ini. Desa Salujambu adalah desa tertua yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Luwu Utara. Desa ini terkenal dengan temperamen anak mudanya yang sedikit keras. Maklum saja, karena Desa Salujambu berkarakter dan merupakan moyang pejuang veteran Luwu di jaman kemerdekaan dulu. Banyak pejuang veteran di daerah ini, tambah Camat yang dikabarkan orang dekat Wabup Amru Saher ini. 

Calkades Ismail
Kelima desa (penyangga) tersebut ialah Desa Awo Gading, Setiarejo, Desa To’lemo, Lamasi Hulu dan Salu Pao. “Tentu setiap kepala desa di lima desa tersebut menginginkan yang terpilih nanti adalah orang yang kapabel, bijaksana serta mampu menyelesaikan masalah bilamana dikemudian hari terjadi selisih atau masalah antar dua desa yang bertetangga,” terang Arsul. 


Nah, apa saja pandangan mereka seputar Pilkades serentak ini? Berikut penuturan Calon Kepala Desa (Calkades) Salujambu ; Mansyur S dan Ismail, yang kami rangkum dalam Info Grafis sebagai berikut :


Laporan : Iccank Razcal & Rasjal
Desain Grafis : Widi
Editor : Muh. Idrus 



Pilkades Sisa 8 Hari, Suasana 6 Desa di Lamasi dan Lamasi Timur Tetap Kondusif

Walmas - Meski Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 6 desa di Kecamatan Lamasi (4 desa) dan Kecamatan Lamasi Timur (2 desa) sisa 8 hari lagi, namun sejauh ini belum ada laporan terjadi gejolak jelang hari H yakni tanggal 26 November 2015 mendatang.
Camat Lamasi Drs. Arsul Hayam saat ditemui siang tadi (Selasa 17/11) di ruang kerjanya membeberkan suasana di Lamasi tetap terjaga dan harmonis. “Saya sudah mengadakan pertemuan  dengan semua calon kades dan mereka berjanji akan tetap menjaga hubungan baik dan suasana kondusif hingga tiba hari pencoblosan,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat agar menjaga daerahnya masing-masing karena ini (Pilkades) adalah hal biasa dan tidak perlu melakukan manuver-manuver karena yang bertarung juga masih satu rumpun dan keluarga di desa masing-masing,” imbuhnya lagi.

Camat yang terbilang berprestasi ini mencontohkan dirinya yang pernah gagal  dan tidak terpilih sebagai Kades, akan tetapi garis tangannya justru menjadikan ia sebagai seorang Kepala Kecamatan yang notabene membawahi desa-desa, kenangnya sambil tersenyum. “Pilkades adalah hal biasa dan jika gagal jangan berhenti untuk terus berkarya membangun desa, saya pernah alami hal itu dan Alhamdulillah meski gagal dalam pilkades, Tuhan menentukan garis tangan saya ternyata menjadi seorang camat,” timpalnya.
Sementara itu secara terpisah, Kapolsek Lamasi yang membawahi dua kecamatan yang mengadakan Pilkades serentak, AKP Marthen Sipa, SH mengatakan dirinya sudah melakukan langkah-langkah persuasif dengan mengadakan silaturahmi mendatangi satu persatu calon kades dan meminta agar ia dan pendukungnya selalu memberi suasana aman,  nyaman dan tentram, baik sebelum maupun setelah hari pencoblosan tiba. “Sesuai arahan Kapolres, kami selalu melakukan pendekatan secara individu dan kekeluargaan, dan alhamdulillah sampai saat ini suasana 6 Desa yang akan mengadakan Pilkades tetap kondusif yakni Desa Salujambu, Desa Setiarejo, Desa Wiwitan Timur dan Desa Se’pon untuk Kecamatan Lamasi dan Desa Pompengan Timur serta Lamasi Hulu untuk Kecamatan Lamasi Timur,” jelasnya.

Namun ia mewaspadai adanya gejolak di daerah yang ia prediksi memiliki potensi untuk terjadi kegaduhan, yakni zona terjauh dari Kantor Polsek Lamasi yaitu Desa Lamasi Hulu dan Pompengan Timur.

Kapolsek Lamasi ini juga menambahkan untuk hari H Pencoblosan, pihaknya akan menurunkan sedikitnya  4 orang personil dari Polsek Lamasi di setiap TPS ditambah pasukan dari Polres Luwu sebagai BKO untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi ditambah dari unsur Bhabinkamtibmas dan TNI. Meski demikian, ia mengaku optimis semuanya akan berjalan lancar.(*)

Hiiiiii, Bangku Adnan Masih Kosong Melompong, Semua Temannya Takut Duduki

Ket. Foto : Ade semasa hidup (kiri). Suasana Kelas III IPS 1 tempat duduk Ade (tanda panah). Foto : Getty Images/SeruYA
BELOPA - Bangku Adnan Malik Harun, 17 tahun, di kelas III IPS 1 SMAN 2 Belopa, Kabupaten Luwu, dibiarkan kosong melompong, Kamis (12/11/2015) siang kemarin. Adnan ditemukan tewas mengapung di Pelabuhan Tanjung Ringgit Kota Palopo. Bangku milik korban di kelasnya, masih enggan ditempati oleh siswa sekelasnya.

Seperti dikutip dari seputarluwuraya.com  meskipun suasana belajar mengajar di kelas tetap dilaksanakan setelah meninggalnya Adnan yang cukup tragis. Namun, suasana belajar sedikit lain dengan pemandangan bangku kosong milik pemuda naas itu. Rekan kelas korban masih trauma dengan kejadian yang menimpa rekannya. Bangku korban yang menempati baris kedua terakhir dari belakang sampai sekarang masih belum ditempati oleh siswa sekelasnya.


Terkadang dalam suasana belajar berlangsung, hampir seluruh siswa kadang melirik bangku milik temannya yang malang, lantaran tidak biasanya kosong ketika jam pelajaran berlangsung setiap harinya. Bahkan tidak sedikit teman sekelasnya terlihat murung dengan kepergian siswa yang dikenal hobbi bernyanyi tersebut.

Wali Kelas Adnan, Zakiah mengungkapkan, teman sekelasnya masih enggan menduduki bangku yang ditinggalkan Ade, begitu Adnan akrab disapa, karena belum percaya atas kejadian yang menimpa rekannya tersebut. Suasana kelas yang dulunya ramai dengan canda tawa siswa IPS I tersebut, akhir-akhir ini menjadi jarang terdengar usai kejadian pembunuhan itu. Ade adalah siswa SMAN 2 Belopa kelahiran 7 September 1997.

Zakiah mengisahkan, keseharian Ade selama di sekolah dikenal sebagai pribadi yang cukup akrab dengan siswa sebayanya. "Selama disini (SMAN 2 Belopa), Ade tidak pernah punya masalah. Dia (Ade) pandai bergaul dan cepat akrab dengan siswa lain di sekolah ini. Saya sendiri juga tidak pernah mendengar Ade punya masalah dengan siswa lain," kata Zakiah.

Beberapa hari jelang kematian korban, teman kelasnya tidak pernah melihat ada keanehan yang diperlihatkan atau terkesan memiliki masalah. Hanya saja, ketika teman kelasnya bersenda gurau sambil ketawa, korban hanya senyum saja.

"Seperti biasa saja. Dia sering tertawa dengan kami kalau waktu istirahat. Tapi jelang kematiannya, dia hanya sering tersenyum tidak seperti biasanya ketika teman ketawa,  dia juga ikut tertawa," kata Agung, salah seorang teman akrab korban.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 2 Belopa, Munawar mengungkapkan, pihak sekolah sangat kehilangan salah satu siswanya, apalagi terhitung beberapa bulan mendatang akan berlangsung ujian nasional. "Saya fikir kepergian Ade sangat memberi kesan kehilangan yang mendalam bagi sekolah khususnya siswa kami yang mengenal korban," katanya.(ivan ismar/seruYA/i77)

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius