Tampilkan postingan dengan label Luwu Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Luwu Utara. Tampilkan semua postingan

Masamba Culture Carnaval, Cara Luwu Utara Promosikan Daerahnya!

LUTRA - Mimpi seorang Bupati Indah Putri Indriani untuk melihat daerahnya sebagai sentra pariwisata di Luwu Raya maupun Sulawesi Selatan mungkin masih jauh di awang-awang. Namun Masamba Culture Carnaval (MCC) yang akan digelar 16 Agustus 2016 ini, bisa saja sebagai cikal bakal menuju parade busana daerah secara kolosal yang bakal menyedot wisatawan mancanegara suatu saat nanti.

Yasir Taba, Koordinator MCC kepada Deteksi Jumat sore 12/08, mengatakan, dirinya beserta ibu bupati sedang concern menyiapkan agar MCC ini kelak bisa menyamai Jember Fashion Carnaval yang kemudian diperhitungkan sebagai agenda wisata fashion Internasional.

 [ Lihat Videonya DISINI ]

“melalui MCC kami terutama ibu Bupati ingin agar Masamba dan Luwu Utara juga bisa dikenal lewat ajang parade fashion atau karnaval budaya yang tidak kalah dari event-event serupa terutama yang berskala Internasional, tapi masih lama, kita memulai dulu dalam skala kecil” ujar Yasir saat dihubungi via telepon.

Yasir menambahkan, event MCC ini akan diikuti oleh peserta dari kalangan pelajar mahasiswa, pemuda, SKPD, karang taruna serta kelompok-kelompok yang ada di Luwu Utara serta disediakan pula piala bergilir juga uang pembinaan sebagai suntikan motivasi.
Ia berharap lewat event Pesta Rakyat dengan serangkaian lomba, bisa memicu semangat gotong royong serta nasionalisme di tengah generasi muda. “Kami tentu berharap agar kegiatan ini memotivasi kita untuk membangun Luwu Utara di berbagai bidang, lewat MCC kita ingin melestarikan budaya nasional mengingat Luwu Utara ini masyarakatnya heterogen atau bhinneka tunggal ika, dan ini sebenarnya modal kita untuk membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan,” imbuhnya.

[ Lihat Rute Karnaval DISINI ]

Jika ada kelompok yang berminat, silahkan menghubungi panitia pendaftaran melalui dirinya di Kantor Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan atau lewat saudara Uje, di Teras Adira Masamba. Contact Person: 0852 9923 3676.(D1/*)


Ketum Pemilar Ini Sarankan Bupati Indah “Move On” dan Segera Genjot Serapan Anggaran

LUWU UTARA - Rendahnya serapan anggaran SKPD Luwu Utara dalam triwulan ketiga mengundang keprihatinan beberapa elemen masyarakat dan mahasiswa. Ketua Umum PP PEMILAR,  Muh. Husain Adam dalam rilisnya yang diterima redaksi DETEKSI Rabu, 03/08, mengatakan, sejak dilantik bulan Februari lalu, dimana Bupati Indah hampir genap setengah tahun menjadi nakhoda di Kabupaten Luwu Utara, namun di awal masa kepemimpinannya problematika daerah yang sangat mencolok saat ini yakni soal lesunya sektor perekonomian akibat dari lemahnya serapan anggaran daerah tak kunjung bisa segera diatasi.

Berdasar laporan dari beberapa SKPD Luwu Utara, penyerapan anggaran belanja pemerintah secara keseluruhan dalam triwulan III saat ini berada di kisaran angka 25%, Jika melihat total alokasi APBD tahun 2016 yang mencapai angka 1,2 Triliun Rupiah, serapan anggaran ini  terbilang sangat lamban dan jauh dari target yang seharusnya mendekati pada angka 48% di awal triwulan III ini.

Dalam sebuah kesempatan dihadapan para pejabat daerah di seluruh Indonesia, Presiden Jokowi mengatakan, ’’Kita ini ada duit, kementerian ada duit, daerah ada duit. Tinggal membelanjakan uang itu, tapi mengapa tidak bisa cepat?’’
Pertanyaan bernada minor itu sesungguhnya adalah tamparan keras bagi para birokrat.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng menilai, kepentingan politik kepala daerah merupakan salah satu penyebab lemahnya penyerapan anggaran. Bahkan, program-program yang menggunakan anggaran APBD dilakukan atas kepentingan politik, kesepakatan seperti itu mengakibatkan pembelanjaan anggaran tidak dilakukan secara teratur sesuai program pembangunan. Pencairan anggaran selalu disesuaikan dengan keinginan kepala daerah.

Ketua Umum Pemilar yang juga alumni Ekonomi S1 Manajemen Keuangan ini mengatakan  jika pemerintah gagal menyerap anggaran, perekonomian akan lesu. Logikanya, ada dana atau duit yang nganggur disana, dalam bahasa yang lebih sederhana, gejala tersebut biasa disebut sebagai inefisiensi anggaran yang berdampak langsung pada melemahnya daya beli masyarakat. Ujung-ujungnya tentu saja perekonomian semakin lesu dan memburuk.

Husain berpendapat, adanya ketakutan dan tekanan di tingkat pimpinan SKPD dalam melakukan belanja daerah adalah salah satu faktor yang mempengaruhi melemahnya serapan anggaran ini. Pengaruh dari bias PILKADA kemarin tak bisa dipungkiri. Terdapat polarisasi dan perbedaan pilihan di tataran elit pemerintahan dalam suksesi PILKADA 2015 lalu. Mirisnya, Surat Edaran MENPAN nomor 2 Tahun 2016 tentang Penggantian Pejabat Pasca-Pilkada yang berisi pergantian para kepala daerah yang baru saja dilantik tidak boleh mengganti pejabatnya atau melakukan mutasi dalam jangka waktu enam bulan, juga tak dihiraukan dan dipatuhi bupati Indah dengan mengganti beberapa Kepala Dinas di bulan Februari lalu terkesan sangat dipaksakan, hingga ada beberapa kadis yang mengundurkan diri, pada akhinya proram kerja SKPD mandek dan inilah juga faktor yang mengakibatan serapan anggaran lemah.
“Harusnya sebagai Bupati yang baru dilantik, sadar serta cerdas melihat kondisi ini dan segera merangkul kembali juga berkonsolidasi di tataran birokrasi maupun dalam tataran elit Politik, hingga dalam tahun ini pimpinan SKPD bekerja secara sehat tanpa tekanan serta bekerja profesional, apa lagi dalam waktu dekat Pemkab Lutra akan melaksanakan pembahasan anggaran perubahan,” tambahnya.

Kita mengharapkan semoga tahun ini masalah serapan anggaran APBD bisa terserap secara maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, serta harus secepatnya melakukan evaluasi pada masing masing lembaga agar nantinya tidak berdampak pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2016-2017, menghindari sanksi Pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Kementerian Dalam Negeri pada alokasi Anggaran 2017, dan itu semua tergantung pada kebijakan Bupati Luwu Utara Indah Putri," pungkasnya.(ick/D1)

Mutasi Part 3, Indah Mulai Berani Bongkar Kabinet Lama

LUTRA — Bupati Indah Putri Indriani nampaknya semakin pede, setelah dorongan kuat publik Luwu Utara atas tingkat kepuasan SKPD yang rendah maka pelan namun pasti bau wangi rotasi di jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Utara sudah mulai kuat aromanya sepekan terakhir ini.

Sejatinya, Senin 10 Mei lalu, nama-nama pejabat yang akan dimutasi sudah beredar dan jadi perbincangan publik. Namun Bupati Indah saat itu masih belum berani mengumumkan sehingga konon membuat Wakil Bupati Muh. Thahar Rum sedikit kecewa. 200 nama yang sudah disodorkan masih ada yang belum fix sehingga kutak-katik nama masih terjadi. Hingga Rabu 4 Mei 2016 lalu, nama-nama itu sudah diteken dan siap untuk diumumkan dan dilantik pada hari Senin pekan lalu. Publik pun semakin bertanya-tanya. Ada apa dengan “Cinta” ?

Sudah jadi rahasia umum jika persaingan para eselon II menuju tahta SKPD hingga diumumkan dan dilantik kemarin diawali proses tarik menarik. Dan beberapa nama akhirnya harus terpental, dicoret dan ditata ulang. Indah Putri Indriani sebagai pimpinan tertinggi pemerintahan di Luwu Utara dihadapkan pada pilihan: minimnya pejabat eselon II yang pas untuk digadang-gadang sebagai pimpinan SKPD.
Meski aroma mutasi ini sempat masuk angin, namun Jumat Keramat pada 13 Mei 2016 kemarin adalah jawaban atas tingginya ekspektasi publik pada kinerja Pemkab Luwu Utara.

Bertempat di Aula Lagaligo, Wakil Bupati Muh. Thahar Rum dengan disaksikan Bupati Indah merotasi 24 pejabat eselon II, III dan IV. Ada yang muka lama dan ada juga yang nonjob serta tidak sedikit yang hanya tukar tempat serta pindah posisi.
Meski belum seluruh SKPD dirombak namun sebagai langkah awal mutasi ini mendapat acungan jempol konstituen Indah-Thahar yang memang sejak awal sangat galak menyuarakan perombakan kabinet. Indah sudah mulai berani pasang badan dan merotasi SKPD yang selama ini dinilai belum bekerja maksimal dan menyisakan segudang masalah bagi pemerintahan Indah-Thahar ke depan. Inilah alasan paling masuk akal dan bisa diterima publik.

“Mutasi yang manis dan smooth,” sebut Yunus saat dihubungi terpisah, Sabtu pagi 14/05/2016. Pengamat politik ini menilai Indah sudah semakin pede dan mendapat dukungan sisa-sisa pendukung Arjuna. Yunus mengatakan mutasi di Jumat Keramat kemarin adalah bentuk keberanian Indah-Thahar untuk memulai gerakan perubahan di Luwu Utara. Indah sebut Yunus sangat lihai memainkan dawai-dawai mutasi dan merancang perombakan kabinet ini berdasarkan skala prioritas bukan pada keinginan orang per orang. “Ini semacam peringatan, bahwa bupati Indah memang tegas dan masih memainkan iramanya sendiri, bukan irama orang,” tambah mantan tenaga pendidik kota Palopo ini.

Bupati Indah Putri Indriani sendiri saat dikonfirmasi secara singkat hanya mengatakan jika mutasi adalah hal biasa dan sebagai bagian dari kontrak politik dan kontrak sosial pejabat yang dilantik dengan masyarakat Luwu Utara. “ini kontrak sosial politik, mereka harus mempertanggungjawabkan kinerja mereka pada rakyat Lutra, jadi harus berhati-hati dan transparan,” tegasnya.(Tim D1/ist)

Nama-nama pejabat yang kena mutasi baik promosi maupun reposisi:

1. Drs. Armiadi, M.Si,  Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian (BKP3), sebelumnya Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan dan Perkebunan.

2. Suaib Mansyur, Kadis Pekerjaan Umum (PU), sebelumnya Kadis Pertambangan dan Energi.

3. Ir. Arif Palallo MM, Kadis Perhubungan, sebelumnya Staf Ahli Bupati

4. Drs. M. Asyir Suhaeb, M.Si, Kepala Inpektorat, sebelumnya Kepala Badan Kesbangpol

5. Adriani Ismail, Kadis Kehutanan dan Perkebunan, sebelumnya staf ahli bupati.

6. Muhtar Jaya SE, M.Si, Staf Ahli Bupati sebelumnya Kadis PU

7. Jumail Mappile, S.IP, M.Si, Staf Ahli Bupati sebelumnya Kadis Perhubungan.

8. Buramin Dannu, Pelaksana Tugas Kesbangpol, Staf Ahli Bupati.

9. Yasir Taba, Pelaksana Tugas Kepala badan KB & Pemberdayaan Perempuan, sebelumnya sebagai Sekertaris badan KB & Pemberdayaan Perempuan.

10. Alam Komar diperbantukan pada Sekretariat Daerah, sebelumnya menjabat Kepala Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan.

11. Martina Simon diperbantukan pada Sekretariat Daerah, sebelumnya menjabat Kepala BKP3

12. Metu Ratu, Kabag Ekonomi, sebelumnya menjabat Sekertaris Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan.

13. Tapsil Saleh, Kabag Umum, sebelumnya menjabat Kabag Ekonomi

14. Andi Muhammad Nasrum, Sekertaris Dinas Kesehatan, sebelumnya Fungsional Dokter UPTD Puskesmas Masamba.

15. Muhammad Yahya, Kepala Kantor Lingkungan Hidup, sebelumnya Kabid di BKP3.

16. Nakicah, Sekertaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, sebelumnya Kabid di Dinas Kependdudukan dan Catatan Sipil.

17. Irwan menjabat sebagai Kabid Penanganan Darurat di BPBD Lutra, sebelumnya Kabid Bina Marga di PU Lutra.

18. Yasir menjabat sebagai Kabid Pengelolaan data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, sebelumnya Kabag Perencanaan Pembangunan.

19. Muhammad Tahir menjabat sebagai Kabid Catatan Sipil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, sebelumnya Kepala Kantor Lingkungan Hidup.

20. Yasri menjabat sebagai Kabid kelembagaan dan Pembinaan di BKP3, sebelumnya Fungsional Penyuluh di BKP3.

21. Bimas Pasolong, diperbantukan pada Inspektorat, sebelumnya Kabag Umum.

22. Machful Djaya, Kabid Bina Marga di PU, sebelumnya Kasi Pengelolaan Sampah dan Limbah di PU.

23. Marhani Katma Mars,  sebagai fungsional dokter di RSUD Andi Djemma, Sebelumnya Direktur RSUD Andi Djemma.

24. Mardiana diperbantukan pada Kantor Camat Mappadeceng, sebelumnya Kabid Penanganan Darurat dan Logistik di BPBD Lutra.

25. Muhammad Ilyas, staf kantor KPU, sebelumnya Sekertaris KPU.

26. Bambang Heriawan, Plt Kabag Perencanaan Pembangunan, sebelumnya Kasubag di Dinas PU.

27. Usnan Jaya, Pj Kasi pengelolaan sampah dan limbah, sebelumnya staf di Dinas PU.




Mahasiswa Unanda Ini Menangi Lomba Foto “Luwu Utara di Mataku”

Muh Fachrijal (kanan) berpose dengan seorang "guide" sebelum hunting gambar di Air Terjun Pongrea
MASAMBA – Banyak kegiatan digelar dalam memperingati HUT Luwu Utara ke 17, satu diantaranya Lomba Fotografi “Luwu Utara di Mataku”. Dalam Coaching Clinic Fotografi yang digelar di Teras Adira FM Masamba, Senin malam 25/04 menghadirkan Yusuf Ahmad pewarta foto Reuters yang juga didaulat sebagai juri.

Keluar sebagai juara kategori landscape kelas professional (DSLR) adalah karya fotografer Muhammad Fachrijal. Mahasiswa fakultas hukum Unanda ini menyisihkan puluhan karya peserta lain dengan setting gambar panorama air terjun Pongrea di Desa Sepakat Luwu Utara. Atas keberhasilannya, karya Rijal yang bertajuk “Pesona Air Terjun Pongrea” ini diganjar piagam dan uang pembinaan dari sponsor kegiatan ini.
Juara kedua diraih Edy Suranta Ginting “Biarkan Aku Tetap Begini”.
Juara ketiga Ikhsan staf humas DPRD Lutra foto berjudul “The Beauty of Sago Palm Tree”. Selain kategori Landscape dilombakan juga kategori Human Interest dan Photo Selfie dan Foto Model masing-masing untuk kelas kamera DSLR dan smartphone.

Hamrullah alias Uje selaku Ketua Panpel Lomba Fotografi mengaku event ini sebagai langkah awal mempopulerkan destinasi wisata di Luwu Utara, sekaligus ajang silaturahmi dengan fotografer  se-Luwu Raya. “kami puas, ini event pertama dan terbilang cukup sukses, selanjutnya karya finalis akan dipamerkan dalam kegiatan menyambut HUT Luwu Utara di Lapangan Taman Siswa, ini juga bagian promosi wisata daerah,” jelas Uje.

Dalam kesempatan ini dibentuk pula komunitas MAP atau Masamba Art Photografi sebagai wadah pemersatu fotografer Luwu Utara dan sekitarnya. Didaulat sebagai ketua, Arief Ayi mengaku tantangan dan peluang Luwu Raya khususnya Luwu Utara ke depan semakin bersinar dengan semakin tumbuhnya komunitas pecinta dunia fotografi di daerah ini. “Kami berharap deklarasi MAP yang akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Jadi Luwu Utara semakin mengokohkan semangat dan persaudaraan bagi insan-insan fotografer dalam memacu perkembangan daerah agar lebih terbuka dan dikenal lebih luas melalui karya-karya foto yang berkualitas, kuncinya. (Iccank)

Ikhsan Yasin Limpo Kasih Duit Dua Juta Hadiah Jalan Sehat HUT Lutra XVII

MASAMBA – Jelang peringatan HUT Lutra ke XVII diadakan gerak jalan santai yang mengambil start di depan Rujab Bupati Luwu Utara Selasa pagi 26/04/2016. Ribuan peserta sejak pukul 7.00 wita pagi tadi memenuhi pelataran jalan depan Rujab yang juga digelar pameran UMKM.

Yang menarik, turut hadir Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Selatan, Ikhsan Yasin Limpo, yang pagi tadi nampak bugar menikmati suasana jelang prosesi Hari Jadi Luwu Utara yang bakal digelar besok (27/04/2016) di Lapangan Taman Siswa Masamba.

Dalam kesempatan pengundian doorprize bagi peserta acara jalan sehat ini, Ikhsan menghimbau masyarakat yang ingin  tetap sehat dan bugar sama seperti dirinya agar rajin-rajin berdonor darah. Ikhsan sekaligus menyatakan permohonan maaf karena tidak sempat menghadiri prosesi perayaan Hari Jadi Lutra besok karena harus segera ke Jakarta untuk mengunjungi keluarga dekatnya yang sedang sakit. Namun ketidakhadiran dirinya besok dibayar dengan memberikan tambahan hadiah sebesar dua juta Rupiah bagi pemenang undian doorprize televise yang dimenangkan oleh seorang ibu yang berasal dari Lara Kecamatan Sabbang. “saya memohon maaf tidak bisa hadir besok tapi sebagai gantinya saya kasih hadiah tambahan bagi pemenang televisi dengan uang dua juta,” tukas Ikhsan seraya mencabut kupon undian bagi peserta jalan sehat. Nampak petinggi Luwu Utara ikut mendampingi Ketua PMI Sulsel yang disebut-sebut bakal maju Pilgub 2018 mendatang, selain Bupati Indah Putri Indriani, nampak pula Sekkab Abdul Mahfud dan Ketua DPRD Lutra, H. Mahfud Yunus.(Iccank)

HUT ke 17 Lutra, Pembalap Masamba Ini Minta Bupati Bangun Sirkuit



JOGYAKARTA – Jelang Hari Jadi ke XVII Kabupaten Luwu Utara, pembalap Masamba yang kini bergabung di Tim Trijaya Bandung meminta agar Bupati Indah Putri Indriani membangun sirkuit bagi anak-anak muda Luwu Utara yang gemar racing alias balapan.

Lewat sambungan telepon, Jumat 22/04/2016, Awin Sanjaya, pembalap berusia 17 tahun ini tidak minta yang muluk-muluk selain dibangunkan sirkuit atau arena balapan. Awin juga berdoa agar Luwu Utara kedepan semakin maju dan diperhitungkan dalam kancah nasional.


Awin kini tengah fokus mengikuti race di Malang dan memilih homestay di Jogyakarta agar lebih dekat dengan beberapa event race yang akan ia hadapi. Awin menilai banyak anak-anak muda Luwu Utara yang punya bakat sama dengan dirinya hanya saja wadahnya yakni sirkuit tidak ada sehingga mereka memilih balapan liar di jalan raya yang rentan dengan resiko dan membahayakan pengguna jalan lain. “saya rasa Luwu Utara tidak kalah dari daerah lain, sirkuitnya yang perlu dibangun dan aspek keamanan juga harus dijaga, saya berharap Lutra di usianya yang ke 17 bisa lebih maju dan berkembang, selamat untuk kita semua,” kunci Awin.(Iccank)

Hari Kartini, Bupati Cantik Ini Punya Banyak Agenda

Hari Kartini yang diperingati 21 April kemarin ternyata memiliki makna bagi bupati cantik Luwu Utara ini. Indah Putri Indriani yang tengah disibuki urusan Hari Jadi Luwu Utara ke 17 memiliki serangkaian agenda penting, diantaranya Peluncuran Kartu Keluarga Sehat (KKS), Launching Program ASLINYA (Ambil Sampah Lingkungan Bersih, Indah dan Nyaman) menghadiri Final Pemilihan Duta Pariwisata Luwu Utara serta Dzikir Akbar di Masjid Syuhada Masamba dan pembukaan Pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) di pelataran depan Rujab. 

Indah kepada Deteksi mengungkapkan Hari Kartini adalah momentum kebangkitan perempuan Indonesia untuk maju. "Hari Kartini hari dimana perempuan seluruh Indonesia bertekad untuk maju sejajar dengan pria dalam ikut membantu menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat  di sekitarnya," tuturnya Kamis 21/04. 

Inilah rangkaian foto kegiatan Indah Putri Indriani yang terekam dalam peringatan Hari Kartini kemarin.

Rumah Bola Gelar Lomba Fotografi, Ada Kontes Foto Selfie Juga Loh

JELANG HUT LUTRA KE 17

MASAMBA -  Jelang peringatan Hari Jadi Luwu Utara ke 17 tanggal 27 April mendatang, komunitas Rumah Bola Teras Adira dan inputsulsel.com menggelar hajatan lomba bidik gambar alias fotografi untuk kalangan professional dan amatir. Kamera yang digunakan wajib memakai DSLR untuk profesional dan smartphone untuk peserta amatir . menurut Hamrullah Ketua Panpel event ini saat ditemui di sekretariatnya di Teras Adira, Kamis siang 14/04/2016 mengungkapkan optimismenya jika kegiatan ini bakal mendapat respon positif dari insan penyuka fotografi di Luwu Raya. Pasalnya, kata Uje, demikian ia biasa akrab disapa, event semacam ini baru pertamakali diadakan di Luwu Raya, dan Masamba sebagai kota penyelenggara patut bersyukur dan berbangga karena momentum Hari Jadi Luwu Utara bisa menjadi ajang pembuktian diri jika ternyata generasi muda Luwu Utara itu yang selama ini hanya dikenal dari aspek pemberitaan yang negatif, perkelahian misalnya, dengan event ini kita bisa buktikan jika kita juga mampu menampilkan karya yang memiliki nilai seni tinggi bahkan menjadi duta-duta pariwisata di Kabupaten Luwu Utara. Uje berharap dari kegiatan ini, destinasi wisata yang ada di Luwu Utara semakin dikenal orang, dan mendapat respon positif dari Pemkab untuk membenahi fasilitas dan sebagainya, “ujung-ujungnya akan membawa pada kesejahteraan masyarakat, bila potensi wisata di Lutra kita gali dan explore melalui bahasa gambar dalam ajang Lomba Fotografi bertema “Luwu Utara Dimataku”, jelas Uje lagi.

Adapun kategori yang dilombakan dalam kontes ini menurut Uje, adalah Humas Interest, Landscape, Photo Model serta Photo Selfie. Batas akhir pendaftaran 18 April 2016 nanti dan keesokannya (19/04)  jam 16.00 wita diadakan technical meeting peserta serta pengambilan ID Card peserta. Uje menambahkan, sesi foto contest akan dilaksanakan dari tanggal 20 hingga 22 April. Pemasukan karya foto untuk dinilai diterima panitia sejak 23 April dimana tiap peserta dapat memasukkan karya fotonya maksimal tiga lembar foto ukuran 5R. Karya foto peserta juga akan dipamerkan pada saat prosesi Hari Jadi Luwu Utara yang rencananya akan dihelat selama 3 hari berturut-turut sejak 26 hingga 28 April 2016 dengan mengambil lokasi di area Lapangan Taman Siswa, tidak jauh dari pintu masuk, jelas Uje.(Iccank/Anto)


Duta Pariwisata dan Puteri Indonesia 2016, Ajang Generasi Muda Lutra Hentikan Tawuran + Narkoba

PALOPO/LUWU UTARA - Memeriahkan HUT Luwu Utara ke 17, Jerry Model Management bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Dispora Budpar) Luwu Utara bakal menggelar Duta Pariwisata dan Puteri Indonesia Luwu Utara 2016. Jerry Achmadi, Ketua Panpel event ini menjelaskan Jumat siang 08/04/2016 di Palopo bahwa kegiatan kepemudaan ini sebagai bagian keikutsertaan pihaknya meramaikan Hari Jadi Luwu Utara dan juga kampanye kegiatan positif di kalangan generasi muda untuk menjauhi tawuran, narkoba dan minuman keras.

“ya Alhamdulillah, sudah banyak yang daftar, totalnya 40-an peserta dan ditutup resmi pada ini. Mereka nanti akan mengikuti pembekalan dan technical meeting pada 10 April mendatang,” terang Jerry.

Untuk acara audisi akan dibesut pada tanggal 16 April di Aula Lagaligo Kantor Bupati Lutra. “Peserta nanti akan diinterview, unjuk bakat, dan ada sesi photo shoot,” papar mantan Duta Pajak Lutra 2011 ini. 

Grand Finalnya sendiri dihelat pada Kamis 21 April bertempat di depan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Lutra. "alhamdulillah semua pihak sudah menyatakan mendukung, sejak awal memang kami disupport sama Dispora Budpar dan DPRD Luwu Utara, semoga acara bernilai positif ini kian berkembang, dan menjadi agenda tahunan demi memajukan sumber daya manusia Luwu Utara dalam mengkampanyekan destinasi wisata yang ada di daerah ini, tambah Jerry. Untuk para pemenang nantinya akan membawa pulang trophy, uang pembinaan, serta piagam.  

“Dan nanti juaranya berhak mewakili Luwu Utara ke tingkat Propinsi, tutup manajer model se-Luwu Raya ini. (IR/Ardi)

Kadis Tinjau UN di SMK 1 Bone-Bone, eh Listrik Sempat Padam



LUWU UTARA – Hari ketiga Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Luwu Utara hari ini Rabu, 06/04/2016 dimana dua sekolah yang jadi pilot project adalah SMKN 1 Masamba dan SMKN 1 Bone-bone rupanya diwarnai kejadian yang menarik. Saat baru sekitar sepuluh menit menginjakkan kaki di SMKN 1 Bone-bone yang memiliki keunggulan di bidang pertanian dan perkebunan ini, Jasrum, Plt Kepala Dinas Pendidikan Luwu Utara  mendapati listrik di sekolah ini sempat padam. Kejadiannya sekira pukul 11.08 WITA. Sontak kadis yang juga Asisten III Bupati Lutra ini mengangkat telepon dan segera menelepon Kepala PLN Ranting Masamba.  Namun tidak lama berselang, listrik yang putus akhirnya nyala kembali. Proktor dan Pengawas Ujian yang bertugas nampak sibuk menyalakan kembali komputer dan menghubungkan ke server pusat. Jasrum yang didampingi Kepsek SMK 1 Bone-Bone Yulianto, mengaku secara umum pelaksanaan UN di Luwu Utara secara umum berlangsung baik, aman dan tertib.
“ya kecuali peristiwa yang barusan (padam listrik, red), alhamdulillah kita di Lutra semua berjalan baik, aman dan lancar,” tandasnya.

Terkait mutasi jilid 1, Jasrum menambahkan Ujian Nasional dan Mutasi jilid 1 tidak punya korelasi, itu sepenuhnya wewenang bupati, dan hingga kini tidak ada dampak dari pergantian kepsek tersebut. Soal sempat adanya kisruh di SMK1 Malangke dimana Kepsek awalnya ditolak warga setempat, menurut Jasrum sudah selesai, semua sudah berjalan normal dan tidak ada lagi masalah.
“itu kemarin hanya koran yang meramaikan, sebenarnya tidak ada masalah, cuman prosedural biasa saja, tapi udah selesai koq, UN disana juga sudah berlangsung dengan baik,” jelas Jasrum.

Sementara itu Kepsek SMK 1 yang baru menjabat merasa senang mendapat kunjungan di hari ketiga UN ini, Yulianto menyatakan meskipun ada sedikit kejadian kecil tadi tapi secara keseluruhan 325 siswanya yang ikut UN tidak ada kendala berarti. “selama 3 hari UN di sekolah kami tidak ada masalah berarti, kemarin juga memang mati lampu, tadi juga mati, tapi durasinya cepat saja, sekitar 1 hingga 2 menit. Kami sudah antisipasi, ada genset bilamana durasi mati lampunya agak lama,” terang Yulianto. Sama halnya di SMKN 1 Masamba di sekolah ini juga menggunakan 3 shift dimana tiap ruang terdapat 37 unit komputer dan 1 unit server.(Iccank/Ant)

4 Desanya Sering Kena Banjir, Camat Mappedeceng Curhat ke Wartawan

LUWU UTARA - Camat Mappedeceng, Saleh S.Sos Jumat siang 01/03 curhat pada beberapa wartawan saat 4 Desa di kecamatannya direndam banjir akibat meningkatnya debit air Sungai Baliase diakibatkan hujan deras yang mengguyur sepekan terakhir ini. Keempat desa yang dilanda banjir masing-masing adalah Desa Tarra Tallu, Cendana Putih 2, Kapidi dan Ujung Mattajang.

Saleh mengaku pihaknya belum berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Ia hanya mengharapkan Pemerintah Kabupaten memberikan perhatian serius karena kurang lebih 40 ribu areal sawah dan perkebunan serta pemukiman warga yang terendam banjir saat ini kesulitan air bersih, sanitasi dan juga dampak bagi perekonomian masyarakat akibat tanaman mereka mati akibat luapan air tersebut.



Tanaman warga yang terkena banjir adalah padi, nilam, kelapa sawit dan kakao serta jagung. Saleh merasa iba dan mengajak semua pihak memikirkan baik jangka pendek maupun jangka panjang solusi atas kondisi yang sejak tahun 2010 daerah ini selalu menjadi langganan banjir. “Masa petani kita harus menunggu selama empat tahun mereka tidak makan gara-gara proyek bendungan belum selesai?” Saleh berharap semua stakeholder ikut peduli dan membantu mencarikan solusi jangka pendek. “Kami bersyukur karena masing-masing desa sudah berupaya, misalnya membuat tanggul atas biaya swadaya maupun dari dana ADD mereka tapi itu parsial dan bersifat sementara karena terjangan air menyebabkan beberapa tanggul yang sudah dibuat jebol dan harus diperbaiki lagi,” tandasnya prihatin.(Anto/Ic)

Bupati Lutra Perketat Ijin Perjalanan Dinas. Cidda’ko…!

MASAMBA – Gara-gara di era pemerintahan bupati Arifin Junaidi anggaran untuk perjalanan dinas membengkak dan konon banyak yang fiktif serta amburadul, maka rezim pemerintahan yang bulan Februari lalu dilantik, Bupati Indah Putri Indriani akan memperketat ijin pejabat yang akan melakukan perjalanan dinas keluar kota.
Hal tersebut diungkapkan bupati cantik yang berhijab ini saat ditanya wartawan soal isu mutasi dan besarnya anggaran perjalanan dinas pejabat yang disinyalir selama ini simpangsiur dan tidak tertib. Tentu saja hal ini wajib jadi perhatian serius bagi para pejabat yang ada di lingkup Pemkab Luwu Utara. Bupati Hj. Indah Putri Indriani menegaskan, tidak boleh lagi ada pejabat terutama kepala SKPD yang melakukan perjalanan dinas tanpa seizin Bupati.
Indah tak menampik, ada sejumlah pejabat Lutra yang melakukan perjalanan dinas tanpa sepengetahuan dan ijin darinya sebagai kepala pemerintahan.
Karenanya, untuk menertibkan hal ini, perjalanan dinas pejabat utamanya ke luar daerah harus mendapatkan persetujuan bupati terlebih dulu.
Kedepan, tutur Indah, para pejabat sebelum berangkat harus melapor ke bupati, wakil bupati, atau minimal Sekda dengan menyampaikan alasan dan urgensi kepergiannya dalam melakukan perjalanan dinas.
“Jadi yang terjadi selama ini banyak yang semaunya saja melakukan perjalanan dinas tanpa sepengetahuan atasan tertinggi,” terang Indah pada Minggu siang (20/03).
 “Nanti akan dikaji lagi, apakah tujuan mereka melakukan perjalanan dinas adalah sesuatu yang memang penting dan harus dilakukan, semua nanti kami lihat. Jangan sampai tujuannya lain dan hanya memanfaatkan fasilitas ini, maka itu yang kita hindari,” tegas bupati perempuan pertama Sulsel ini.

Menurutnya, pejabat yang meninggalkan daerah tanpa ijin pimpinan, maka dianggap melanggar. “Sanksinya bisa tegas. Misalnya bisa dicopot dari jabatannya, sebagai bentuk pembinaan kepada seluruh pejabat Lingkup Pemkab Luwu Utara,” kunci Indah.(Arief/Anto)

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius