Tampilkan postingan dengan label Tana Toraja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tana Toraja. Tampilkan semua postingan

Reses Anggota DPRD Sulsel Alfritha Danduru Kunjungi Toraja


RANTEPAO - Alfritha Pasande Danduru, SH.M.Kn, salah satu anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Komisi E, Fraksi Partai Golkar melakukan Kunjungan Kerja ke Panti Asuhan Kristen Tagari, Rantepao, Toraja Utara.

Kunjungan kerja tersebut adalah rangkaian dari beberapa kegiatan reses wakil rakyat asal Toraja itu, khususnya di Dapil 10 yakni, Tana Toraja dan Toraja Utara.
Dari beberapa kegiatan reses Alfritha selama di Toraja, dua diantaranya terpantau oleh Warta Bersatu, media grup jaringan DETEKSI News.

Diberitakan sebelumnya, wanita cantik itu, juga telah berkunjung ke Leproseri Batulelleng di Rantepao, Toraja Utara, lokasi penampungan para Penderita Kusta.
Dalam kunjungan kerja kali ini, ia menemui 34 anak yatim piatu di Panti Asuhan itu.
Ihwal kunjungan kerja itu, Alfrita meminta, Pemkab Toraja Utara memberi perhatian khusus kepada ke-34 anak yatim piatu itu.(*)


Berita selengkapnya disini

Bupati Torut: Mari Kunjungi Toraja, Banyak Event Bagus Bulan Agustus Ini!

RANTEPAO – Jelang digelarnya Toraja Internasional Festival (TIF) 2016, Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan mengajak penikmat seni dan budaya baik lokal maupun wisatawan nusantara dan mancanegara untuk datang beramai-ramai ke destinasi pariwisata yang terletak di dataran tinggi ini.

Ditemui di Misiliana Hotel, Minggu sore 14/08, Kalatiku mengaku tengah berupaya agar jumlah kunjungan wisatawan ke daerahnya bisa terus meningkat, salah satunya dengan memperpendek jarak tempuh dengan memaksimalkan bandar udara yang ada di Makale maupun Bua, Kabupaten Luwu. Ia mengatakan, jarak tempuh lewat jalur darat amat menghabiskan energi, waktu dan biaya.

“8 jam perjalanan dari Makassar selain terlalu lama juga menghabiskan energi. Mereka tiba di Toraja dalam kondisi capek. Turis itu biasanya punya limit waktu. Jika 16 jam pulang pergi, harusnya mereka sudah bisa kunjungi 2 atau 3 objek wisata,” jelas Kalatiku.
Untuk itu, pihaknya telah melakukan lobby dengan beberapa maskapai penerbangan sambil menunggu Bandar Udara Makale selesai diperbaiki. “Kami ingin ada penerbangan dengan pesawat yang mampu memuat minimal 70 penumpang, sehingga konektivitas antar daerah wisata di Indonesia bisa diwujudkan. Dari Bali misalnya, pesawat bisa transit di Makassar lalu ke Toraja dan ke Manado,”.

Khusus Toraja Internasional Festival sendiri, Kalatiku mengatakan jika event ini adalah kolaborasi yang unik antara budaya mancanegara dan budaya lokal Toraja. “TIF ini sudah kali yang keempat diadakan, dan kali ini tempatnya ditambah di Palawa’ selain Kete Kesu’ sebagai ikon pariwisata Torut selama ini,” ujar bupati yang gemar olahraga tinju ini.   
Kalatiku yang tengah menikmati weekend bersama kerabatnya ini mengajak semua pihak agar datang dan saksikan event Internasional yang banyak digelar dalam bulan Agustus ini. “Ayo datang ke Toraja. Kami punya banyak event bagus di bulan ini. Ada TIF tanggal 17 Agustus nanti, kemarin ada Toraja Marathon, nanti tanggal 24 ada Lomba Paralayang Tingkat Dunia, Ada Toraja Explore dan banyak event lain yang sayang untuk dilewatkan,” kuncinya.(Iccank/*)

***

Java Jazz Apresiasi Budaya Toraja, Syahrul Anwar Temui Dewi Gontha


JAKARTA - Terus berupaya dalam mendorong budaya dan wisata dalam setiap momen perlu dilakukan sebagai wujud komitmen untuk lebih mengembangkan potensi daerah yang ada di Sulawesi Selatan khususnya budaya Toraja.

Berkaitan hal itu, Syahrul Anwar Pays, SE yang juga Kepala Bank Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Cabang Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, menemui Dewi Gontha Ketua Panitia Java Jazz Festival, baru-baru ini Minggu (7/3/2016) di lokasi Java Jazz Festival 2016, JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. Dewi ditemui sebagai wujud terimakasih dan apresiasi yang tinggi atas tema Java Jazz tahun ini yang bernuansa etnik Toraja.
Syahrul Anwar yang juga pemerhati budaya-wisata di Sulsel ini menyerahkan cinderamata kepada putri Duta Besar Polandia , Peter F.Gontha.

Cinderamata yang diberikan putra daerah Sulsel itu berupa miniatur Tongkonan (rumah adat Toraja), kopi Arabika Toraja kelas satu (dalam kemasan bamboo) dan Buku Budaya Wisata Toraja “Cerita Tentang Toraja” yang kesemuanya dikemas dalam sebuah kantung yang didisain khusus bermotif budaya Toraja, Pa’Tedong.  

Cinderamata yang dibawa Syahrul jauh hari sebelumnya tersebut adalah hasil produksi masyarakat Toraja, yang dipesan khusus dari UD. Manalagi sebuah UKM lokal yang beralamat di  Jalan Poros Makale-Makassar, Toraja Utara.
Persiapan cinderamata itu langsung ditangani sendiri Syahrul, yang memang sudah bertekad untuk menyerahkan cinderamata sebagai ucapan syukur kepada panitia terkait tema JJF tahun ini yakni “Eksplore Indonesia Desain Toraja”
“Cinderamata ini kami berikan, bentuk ucapan terimakasih karena mengangkat Toraja untuk Indonesia di mata dunia,” ucap Syahrul sembari menyerahkan bingkisan tersebut.
Dewi Gontha yang menerima bingkisan memberi apresiasi dan memuji kekhasan adat Toraja. “Terimakasih atas cinderamata ini,” tutur Dewi usai menerima bingkisan yang memang khusus diberikan kepada pengusaha industri musik itu.

Ikut menyaksikan penyerahan cinderamata tersebut beberapa pengurus Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia diantaranya David Pajung (Sekjen PMTI), Nelli A. Dase (Pengurus PMTI-Mantan staf Kemenpar di jaman menteri Joop Ave). Ikut hadir menyaksikan penyerahan cinderamata ini Margariche Pannanangan (Pengurus PMTI juga Staf Kementerian Pariwisata RI) dan Jaffray Kaunang M Mustafa (Ketua Lingkar Pena Pariwisata Toraja/LPP-Toraja).(Wid/Ist)

Syahrul Anwar Temui Tokoh Toraja di Jakarta

JAKARTA - Pemerhati budaya wisata Toraja Syahrul Anwar bersilahturahmi dengan sejumlah tokoh Toraja di Jakarta, Minggu (5/3/2016).

Syahrul Anwar yang juga Kepala Bank Pembangunan daerah Sulselbar Cabang Rantepao, Kabupaten Toraja Utara ini ingin masyarakat khususnya para tokoh Toraja untuk terus bersama-sama mendorong kepedulian terhadap daerah Toraja yang berbasis budaya.
Seperti terekam gambar kamera, keinginan tersebut dilakukan dengan mengajak para tokoh Toraja bertemu dalam sebuah bincang-bincang di Rumah Makan Handayani di bilangan Matraman, Jakarta Timur.

Para perantau Toraja yang berkiprah di ibu kota tersebut datang dari berbagai profesi, beraktivitas di pemerintahan hingga swasta.

Sejumlah tokoh yang tercatat hadir bincang bincang bertajuk “Mendorong Kesadaran dan Kepedulian Masyarakat Toraja Terhadap Potensi Daerah Yang Berbasis Budaya-Wisata Demi Kemajuan Perekonomian Masyarakat Toraja,” diantaranya Lily Amelia Salurapa, Direktorat Pengembangan Seni dan Pertunjukan Kementerian Pariwisata.(Ist)

Tarian Khas Toraja Mengawali One Day Toraja Trail Adventure

MAKALE - Sabtu 21 November 2015, Toraja kembali bersorak dengan dentuman suara motor trail yang siap menjelah pesona alam Toraja.

Tarian khas Toraja (Ma’gellu) pun tak ketinggalan dipentaskan sebelum acara dimulai, para peserta motor trail sekita bersorak ketika melihat keanggunan para penari mudah Toraja.  Hal ini membuktikan bahwa tarian Toraja adalah sesuatu hal yang memukau dan indah untuk di saksikan dan memberikkan rasa gembira kepada penonton. Jadi tak heran jika tarian Toraja sampai menyebarangi pulau bahkan sampai kedunia Internasional untuk dipentaskan.

Ma’gellu pada umumnya selalu dipentaskan pada acara-acara yang diselenggrakan di tempat ini baik acara penyambutan tamu kehormatan maupun acara adat.
Tarian ini disaksikan sekitar kurang lebih 500 peserta One Day Toraja Trail Adventure ditambah dengan masyarakat umum yang ikut menyaksikan serta meramaihkan acara ini. Para penari mudah Toraja serta pemukul gendang patut berbangga karena diantara peserta yang hadir mengikuti serta  menyaksikan banyak berasal dari luar seperti lintas kabupaten, provinsi, pulau, bahkan internasional ikut berpartisipasi dalam acara ini.
Panitia One Day Toraja Trail Adventure mengungkapkan bahwa Peserta yang hadir cukup banyak bahkan melampaui batas yang telah diperkirakan, bahkan peserta yang hadir pada acara ini ada yang berasal dari pulau Madura, Spanyol, serta daerah lain diseluruh pelosok Nusantara. Bahkan dalam acara ini peserta termudah yang ikut berumur 13 tahun, rekan kita ini bersal dari Luwu.


One Day Toraja Trail Adventure start di Plaza kolam Makale dan berakhir ditempat yang sama, rute yang akan dilalui rekan-rekan pencinta motor trail sekitar 6o km melewati 4 kecamatan dengan medan yang dilalui sekitar 80% merupakan jalur tantangan alam yang masih alami atau jalur tanah. Panitia juga menghimbau kepada peserta agar tetap menjaga kebersamaan, karena acara ini bukan lomba melainkan untuk menjalin keakraban antara sesama peserta dari berbagai wilayah. Para peserta akan menikmati keindahan wisata alam toraja sekaligus mengujungi agro wisata pango-pango yang terletak di KM. 2 poros Makale-Enrekang, Tana Toraja.(foto : nospi/torajaberceritacom)

Front Solidaritas Masyarakat Toraja Imbau PEMKAB Lebih Agresif

Tragedi Pembantaian di Teluk Bintuni Warga Toraja Berduka

Tana Toraja/Toraja Utara  – Terkait kasus pembunuhan yang terjadi di Teluk Bintuni Papua Barat atas pembunuhan keji terhadap Frelly Dian Sari (26) yang tengah hamil 4 bulan serta dua anaknya yakni Cicilia Putri Natalia (6) dan Andika (2) yang tewas terbunuh di rumahnya sendiri pada tanggal 27 Agustus lalu, Front Solidaritas Masyarakat Toraja yang terdiri dari beberapa organisasi seperti Serikat Pemuda Toraja, Jaringan Kebudayaan Toraja, Bem Uki Toraja, Bem STAKN Toraja, GMKI Toraja, PMKRI Toraja, Lembaga Celebes Center dan HIMABIG Uki Toraja menggelar Aksi Unjuk rasa di Kantor DPRD Tana Toraja (21/09/2015) pukul 08.00 wita.

Unjuk rasa yang dipimpin langsung Jenderal Lapangan (Jenlap) Suwandi Sipi dan Wakil Jendral Lapangan (Wajenlap) Rudolf K berharap Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara harus lebih agresif untuk menekan Bupati Teluk Bintuni dan Gubernur Papua Barat untuk bisa menjamin keamanan masyarakat Toraja yang ada Teluk Bintuni.
Harapan besar kami dari masyarakat Toraja kepada Pemerintah Daerah untuk lebih Fokus menangani masalah tersebut. Disinilah Masyarakat Toraja membutuhkan Peran Bupati, tegas Suwandi-Rudolf.

Menyikapi hal tersebut Bupati Toraja Utara, Frederik Batti Sorring dalam temu Press Conferens di ruang kerjanya terkait kasus pembunuhan Masyarakat Toraja di Teluk Bintuni Papua Barat , Pemerintah kabupaten Toraja Utara turut berduka Cita, kata Frederik Batti Sorring.

Bupati Toraja Utara himbau agar masyarakat Toraja tidak mudah terprovokasi akan kasus ini,  dan diharapkan Kapolda melalui anggotanya di Teluk Bintuni untuk mengusut kasus tersebut secara profesional serta mengungkap dan menangkap pelaku atas pembunuhan sadis tersebut, ujar Frederik B.S

Sebelum menutup jumpa Pers , Frederik Batti Sorring imbau kepada seluruh  Masyarakat Toraja berdoa agar proses tersebut dapat terselesaikan secara hukum yang berlaku Indonesia, kunci Frederik Batti  Sorring.(*)

Laporan dan Foto : Bazry Budi

Editor : Iccank Razcal

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius