Tampilkan postingan dengan label Toraja Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Toraja Utara. Tampilkan semua postingan

AMTI: Bupati Toraja Utara Harus Copot Sekda dari Dua Jabatan Rangkapnya!

JAKARTA - Ketua Umum DPP Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan di Jakarta meminta agar Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan segera mengambil sikap tegas mencopot pejabatnya yang tersandung kasus korupsi. Pejabat yang dimaksud adalah Sekda Toraja Utara, Lewaran Rantela'bi' yang saat ini merangkap jabatan sebagai Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Pernyataan tersebut dikeluarkan AMTI atas Amar Putusan Kasasi dari Mahkamah Agung terhadap terdakwa Lewaran Rantela'bi' tertanggal 3 Oktober 2016. "AMTI meminta agar Bupati Toraja Utara segera mengambil sikap tegas mencopot Sekda Toraja Utara dari jabatannya. AMTI juga meminta pencopotan yang bersangkutan dari jabatan lain yang dirangkapnya yang ternyata juga sebagai Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Toraja Utara," ujar Tommy Turangan di Jakarta, Sabtu (8/10/2016).

Dalam putusan tersebut, Kasasi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan selaku pemohon yang menuntut terdakwa Lewaran 2,5 tahun penjara, Dikabulkan oleh MA. "Sesuai dengan nawacita Presiden, pemerintah tidak boleh absen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif dan demokratis dan terpercaya serta terbebas dari korupsi, unsur kolusi dan unsur nepotisme," kata Tommy Turangan.

Turangan menambahkan, dalam hal seseorang telah tersandung kasus korupsi, para kepala pemerintahan setempat harusnya mengambil sikap tegas. "Untuk apa dipertahankan orang yang bermasalah hukum. Orang berperkara jangan malahan diberi rangkap jabatan. AMTI mulai mengawal kasus ini dan segera berkoordinasi ke lembaga negara terkait," kunci Tommy Turangan, Ketua Umum DPP Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) di Jakarta.(Tim/*)

Marak Pungli, Bupati Torut Kumpulkan Orangtua Siswa di SMAN 1 Rantepao


RANTEPAO - Sejumlah orangtua siswa menghadiri rapat pengembalian uang pungutan yang ditarik saat Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun 2016 lalu.
Rapat tersebut digelar di aula SMAN 1 Rantepao, Toraja Utara pada Rabu, 21/9/2016 kemarin.

Diberitakan sebelumnya, Pengembalian Pungutan itu atas perintah Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan.

“Saya sudah perintahkan bahkan sudah memanggil kepala sekolahnya untuk mengembalikan pungutan itu,” kata Kalatiku Paembonan kepada Warta Bersatu, grup jaringan media Deteksi News (2/9) waktu itu.

Pihak sekolah yang sebelumnya menarik dana sebesar Rp.1,5 juta rupiah per siswa akhirnya harus mengembalikan uang pungutan itu, kecuali bagi para orangtua yang telah merelakan pungutan itu menjadi sumbangan sukarela.
Kalatiku tidak setuju jika pihak sekolah memungut dana dari orangtua siswa, kata
Kalatiku yang memimpin rapat pengembalian uang itu.

Laporan/Foto: Tim Warta Bersatu
Editor: Iccank


Reses Anggota DPRD Sulsel Alfritha Danduru Kunjungi Toraja


RANTEPAO - Alfritha Pasande Danduru, SH.M.Kn, salah satu anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Komisi E, Fraksi Partai Golkar melakukan Kunjungan Kerja ke Panti Asuhan Kristen Tagari, Rantepao, Toraja Utara.

Kunjungan kerja tersebut adalah rangkaian dari beberapa kegiatan reses wakil rakyat asal Toraja itu, khususnya di Dapil 10 yakni, Tana Toraja dan Toraja Utara.
Dari beberapa kegiatan reses Alfritha selama di Toraja, dua diantaranya terpantau oleh Warta Bersatu, media grup jaringan DETEKSI News.

Diberitakan sebelumnya, wanita cantik itu, juga telah berkunjung ke Leproseri Batulelleng di Rantepao, Toraja Utara, lokasi penampungan para Penderita Kusta.
Dalam kunjungan kerja kali ini, ia menemui 34 anak yatim piatu di Panti Asuhan itu.
Ihwal kunjungan kerja itu, Alfrita meminta, Pemkab Toraja Utara memberi perhatian khusus kepada ke-34 anak yatim piatu itu.(*)


Berita selengkapnya disini

Penasaran, None Akhirnya Kunjungi Negeri Diatas Awan

TORAJA UTARA – Penasaran dengan cerita dan foto-foto para pejabat di Sulawesi Selatan yang mengunjungi Lolai serta berselfie ria, membuat adik Syahrul Yasin Limpo, Irman Yasin Limpo, yang akrab disapa None pun mengunjungi kawasan wisata alam tersebut. Kehadiran None disambut pengalungan selendang tenun khas Toraja oleh warga setempat.

Pada Sabtu pagi, 20/08, begitu sampai di lokasi yang terletak di Kecamatan Kapalapitu, Lembang Benteng Malammu tepatnya di Tongkonan Lempe, None terlihat begitu gembira dan langsung mengeluarkan handphonenya untuk mengabadikan keindahan negeri diatas awan itu.

Kepala Badan Diklat Provinsi Sulsel  ini pun langsung berselfie didampingi Bupati Torut, Kalatiku Paembonan, Sekretaris Daerah Toraja Utara Lewaran Rantela'bi' dan Kepala Bagian Humas Fitra Rusdy.

“iya luar biasa, begitu menakjubkan, indah sekali,” ucap None singkat saat ditanya kesan-kesannya oleh awak media. Ia mengajak semua orang ke tempat yang memang sedang trending topic ini, “anda akan menyesal jika tidak sempat datang kesini, makanya datang, biar terlambat yang penting sudah datang,” ujarnya sambil tersenyum.(Iccank/Foto: Basry Humas)

Malam Nanti Closing Ceremony TIF 2016, Wawali Palopo Juga Diundang


RANTEPAO – Wakil Walikota Palopo, Akhmad Syarifuddin juga diundang menghadiri closing ceremony kegiatan Toraja Internasional Festival 2016. Ome, demikian sapaan akrab Wawali Palopo ini diberi kesempatan untuk bisa melihat secara langsung penutupan TIF 2016 di Palawa’ dan Kete Kesu’. Founder sekaligus Direktur TIF, Franky Raden saat dihubungi tadi pagi mengatakan, pihaknya sengaja mengundang tetangga dekat Palopo ini karena dinilai Palopo punya history yang kuat dengan Toraja. “Kami mengundang beliau karena Toraja dan Palopo sebenarnya masih rumpun saudara, kebetulan antara Bupati Kalatiku Paembonan dan Wakil Walikota Palopo ini adalah  kawan akrab, jadi tidak canggung lagi, kami berharap beliau bisa hadir menyaksikan Toraja Opera yang dihelat dalam closing ceremony malam nanti,” ucap Franky Raden.

Ome sendiri membenarkan adanya undangan tersebut dan mengupayakan bisa turut serta dalam closing ceremony malam nanti. “Saya dalam perjalanan ke Palopo, dan surprised bapak Bupati Torut bersama Direktur TIF mengundang kami, ini suatu kehormatan, dan atas nama pemerintah Kota Palopo kami mengapresiasi, semoga event internasional ini berlangsung aman, tertib dan sukses.”

Mengenai kehadiran dirinya sendiri Ome belum bisa memastikan, karena mepetnya waktu. “ini saya masih di daerah Anabanua, mudah-mudahan masih sempat, Insha Allah saya akan hadir, tetapi bila tidak sempat atau terlambat saya mohon maaf sebesar-besarnya, intinya saya bersedia, karena event pariwisata ini penting dalam menggerakkan perekonomian rakyat, ” ujarnya lewat sambungan telepon sore ini. Jumat, 19/08.


TIF 2016 sendiri pada penutupan malam nanti akan menghadirkan kolaborasi kesenian lokal Toraja dan musisi mancanegara diantaranya musisi Senegal, Hungaria, Kuwait dan Malaysia. Dalam amatan media ini, dua malam berturut-turut, venue Kete Kesu’ selalu kebanjiran penonton baik dari Toraja sendiri maupun wisatawan nusantara dan mancanegara.(D1/*)

Franky Raden: TIF2016 Bakal Lebih Semarak!

RANTEPAO - Franky S. Notodirjo atau yang akrab disapa Franky Raden selaku penggagas  sekaligus Direktur TIF kepada Deteksi, Selasa siang hari ini (16/08) mengatakan jika Toraja Internasional Festival 2016 sudah siap digelar.
Beberapa artis pendukung sudah mulai berdatangan ke kota Rantepao. Glenn Fredly dan kawan-kawan sendiri besok dijadwalkan baru akan tiba.

[ lihat videonya DISINI ]

Franky Raden mengatakan, untuk event TIF kali ini diadakan di 2 tempat yakni Palawa’ dan Kete Kesu’. Untuk hari pertama, besok di Palawa’ jam 2 siang, pengunjung akan disuguhkan lomba vocal grup dan paduan suara serta wisata kuliner dan kerajinan tangan.
Sedangkan sorenya, jam 4 di Kete Kesu’ diadakan pertunjukan seni musik etnis Toraja, Glenn Fredly n The Bakucakar akan perfom malam jam 8 setelah opening ceremony.

“jadi untuk kali ini sangat menarik karena banyak artis dan musisi, dari Senegal Afrika, Kuwait, Malaysia, Helga Sedlin juga kali kedua akan tampil kembali, serta nanti ada Toraja Opera dipenghujung event, dimana semua artis pendukung akan berkolaborasi,” kuncinya

Sementara itu Bupati Torut, Kalatiku Paembonan saat ditemui beberapa waktu lalu berharap jika dari event TIF ini pariwisata di Toraja semakin berkembang dan maju, pihaknya sendiri telah mengambil langkah agar pintu masuk ke Rantepao lewat bandara di Makale maupun Bua Kabupaten Luwu lebih banyak lagi melalui penerbangan komersil dengan pesawat berbadan lebar.

“Kami mengupayakan, agar maskapai penerbangan pesawat komersil yang dapat menampung lebih banyak turis seperti pesawat  jenis ATR 72 ,” pungkasnya.(Bayu Krisna/Icc)

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius