Tampilkan postingan dengan label KPU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KPU. Tampilkan semua postingan

PAW Thahar Rum Terhambat Persetujuan Bupati Arjuna

LUWU UTARA - Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Paulus Palino, yang akan menggantikan Muh. Thahar Rum, harus tertunda karena Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi, belum menyetujui berkas usulan yang disampaikan oleh Pimpinan DPRD Luwu Utara kepadanya. Sementara proses PAW tersebut harus segera dilakukan, Karena Muh. Thahar Rum yang maju sebagai Calon Wakil Bupati harus mundur dari keanggotaanya sebagai anggota DPRD yang dibuktikan dengan surat pemberhentian dari Gubernur Sulawesi Selatan.  

Proses PAW tersebut mandek karena Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi belum menandatangani berkas usulan yang sudah lengkap itu,  untuk diteruskan kepada Gubernur Sulsel yang selanjutnya sebagai dasar mengeluarkan surat pemberhentian Muh. Thahar Rum sebagai anggota DPRD Lutra. 

"Kami juga tidak tahu apa alasan Bupati tidak mau tanda tangan berkas usulan yang telah diajukan oleh Pimpinan DPRD Lutra. Padahal berkas tersebut, menurut kepala bagian pemerintahan bahwa seluruh persyaratan berkas telah dipenuhinya," ucap Sekretaris Partai Genrindra, Muhaswal, (11/10). 

Ia menambahkan bahwa Bupati Lutra tidak seharusnya menahan berkas itu karena secara administrasi semuanya sudah lengkap.
"Jangan karena Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi, juga merupakan calon bupati sehingga sengaja menunda berkas tersebut. Karena sesuai aturan, hingga batas waktu tanggal 24 Oktober, surat pemberhentian Pak Thahar sebagai anggota DPRD harus segera dikeluarkan oleh Gubernur Sulsel. Tapi yang jadi masalah karena surat permohonan tersebut masih ditahan oleh Pak Arifin," tegas Muhaswal. 

Sementara itu Paulus Palino, yang merupakan pengganti Thahar Rum membenarkan bahwa memang betul berkas tersebut tidak ingin ditandatangani oleh bupati.
 "Saya heran juga kenapa Pak Bupati tidak segera menandatangani berkas itu. Jangan karena kepentingan, kemudian tidak ingin dia tanda tangani. Saya sebenarnya dipanggil oleh Bupati untuk ketemu empat mata, ingin membicarakan persoalan ini tapi saya tegaskan saya tidak mau. Jangan sampai dihubung-hubungkan dengan Pilkada," tandasnya.  

Sesuai regulasi yaitu PKPU bahwa salah satu persyaratan untuk maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati tidak boleh menjabat sebagai Anggota DPR. Sehingga apabila seseorang masuk sebagai calon maka harus memasukkan surat pengunduran diri yang ditandatagani langsung oleh Gubernur. 
Anggota Komisioner KPU Lutra, Abdul Aziz, menanggapi bahwa jika surat pemberhentian Muh. Thahar Rum sebagai Anggota DPRD Lutra, tidak dimasukkan hingga tanggal 24 Oktober ini, maka dapat mengganggu jalannya proses pencalonan Thahar Rum sebagai calon Wakil Bupati. 
"Agak fatal memang kalau ini tidak segera diselesaikan karena bisa membatalkan pasangan calon," ujar Aziz.  

Olehnya itu, kata Aziz, pihaknya sudah melakukan koordinasi ke tingkat Propinsi jalan keluar jika hingga batas waktu ditentukan surat usulan tersebut belum juga dikeluarkan. 
"Kami sudah melakukan kordinasi ke propinsi, mungkin bisa saja dilakukan yaitu langsung mengajukan permohonan tersebut kepada gubernur tanpa melalui Bupati," jelas Aziz.   

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi kepada Bupati Luwu Utara, Arfin Junaidi terkait mengapa berkas pemberhentian atau PAW itu belum juga ditanda tanganinya.(Rilis)

Ket Foto : Sekretaris Partai Gerindra, Muhaswal (kiri) bersama Paulus Palino (kanan) menunjukkan surat PAW dari Pimpinan DPRD Lutra dan Partai Gerindra.(Rizal) 

DEBAT KANDIDAT Kantor KPU Dikawal Ketat Aparat Keamanan

LUWU UTARA - Minggu siang ini (27/09) sekitar pukul 10.00 wita akan digelar Debat Kandidat Pemilukada Luwu Utara yang akan dihelat di Aula Demokrasi Gedung KPU Luwu Utara kawasan Simpurusiang Masamba. Sebanyak 300 personil aparat keamanan sudah mulai terlihat berjaga-jaga mengamankan lokasi acara. 

Aparat gabungan ini terdiri dari satuan Brimob, Sabhara dan Dalmas Polres Luwu Utara serta di back up unsur TNI. Kapolres Luwu Utara AKBP M. Endro saat ditemui kemarin mengatakan kegiatan pilkada ini rawan dengan segala macam bentrokan, untuk itu pihaknya tidak mau kecolongan. Ia mengaku terus memantau dan mengawasi titik-titik yang dapat menciptakan instabilitas di wilayahnya. Untuk itu ia mengimbau agar massa simpatisan saat debat bisa bersikap arif dan bijaksana tidak saling memancing dan berlebihan saat menyaksikan acara debat kandidat ini, yang rencananya akan tayang di Celebes TV bersama jaringan televisi kabel di kota masing-masing.

Sebagaimana diketahui dua pasangan yang bertarung dalam pilkada kali ini adalah pasangan nomor urut 1 IndahPutri Indriani berpasangan dengan Muhammad Thahar Rum menghadapi rival utamanya pasangan nomor urut 2 Arifin Junaidi - Andi Abdul Rahim.(IR)

Jelang Debat Kandidat Pasangan Pintar Terlihat Enjoy

LUWU UTARA - Menjelang debat kandidat yang bakal diadakan Minggu siang jam 10.00 wita besok (27/09), pasangan nomor urut 1 Indah Putri Indriani – Tahar Rum nampak enjoy dengan aktifitasnya masing-masing. Seharian Indah lebih banyak bercengkrama dengan keluarga dan tim pemenangannya sementara Thahar Rum nampak asyik berkebun disamping rumahnya di kawasan Marobbo Sabbang.

Indah mengatakan forum Debat Kandidat yang merupakan tahapan resmi KPU Luwu Utara jelang Pemilu Kada 9 Desember mendatang adalah hal yang biasa. Tak perlu persiapan khusus karena saban hari sejak menjabat posisi Wakil Bupati Lutra ia telah mengetahui peta permasalahan dilapangan dan program apa yang akan dia lakukan saat terpilih jadi bupati sudah ada dalam benaknya. Ia mengaku santai saja dan lebih banyak rileks seraya menyusun agenda konsolidasi dan sosialisasi untuk bertemu warga.

“debat itu hal biasa, forum semacam ini semacam tukar pikiran dan diskusi yang rutin saya lakukan sejak menjabat Wakil Bupati,” terang Indah di kediamannya.

Sementara itu calon Wakil Bupati pasangan ini, Tahar Rum nampak lebih enjoy dengan cangkul ditangan lelaki berkumis khas ini kelihatan memperbaiki posisi tanaman di kebun samping rumahnya. Bagi dia acara Debat Kandidat besok tidak usah dibuat tegang nanti stress, candanya. Ia lebih memilih menyibukkan diri dengan keluarga dekatnya sambil sesekali menerima telpon yang masuk. Sosok Indah maupun Tahar dikenal sebagai pekerja keras, sosok orang lapangan yang sangat mengerti kondisi masyarakat di lapisan bawah dan problematika pembangunan di Luwu Utara.(*)

Debat Kandidat Pilkada Lutra, Konsultan Politik Tidak Boleh Nimbrung

MASAMBA - Minggu siang jam 10.00 Wita tanggal 27 September 2015 besok, jika tidak ada aral melintang, KPU Luwu Utara yang menggandeng Celebes TV bakal menggelar Debat Kandidat di Aula Demokrasi KPU Lutra. Anggota Komisioner KPU Lutra, Ir. Abdul Asiz saat dikonfirmasi soal teknis pelaksanaan debat ini menjelaskan jika acara debat ini nantinya akan menggunakan tiga segmen, dengan durasi 90 menit debat ditambah 30 menit komersial break alias jeda pariwara.

“Untuk segmen pertama antar calon bupati yang akan menjawab pertanyaan. Segmen kedua para cawabup yang diberi kesempatan dan pada sesi terakhir baik bupati maupun calon wakil bupati akan diberi kesempatan untuk saling bertanya maupun menjawab pertanyaan,” jelas dia.

Abdul Asiz menambahkan, sesuai ketentuan yang baru, maka yel-yel tidak diperbolehkan, serta konsultan politik tidak diperkenankan bersentuhan langsung dengan kandidat saat acara debat berlangsung, “kita ingin kandidat konsentrasi penuh dalam menjawab pertanyaan panelis,” ucapnya lagi.

Adapun panelis yang akan bertanya seputar kompetensi ilmu yang dimiliki masing-masing antara lain adalah Pakar Tata Negara Prof. Dr. H. Hambali Talib yang juga akademisi Fakultas Hukum UMI, Pakar Pertanian Prof. Dr. Darmawan, sedangkan masalah Lingkungan Hidup dan Budaya dari NGO/akademisi, Prof. Supri Laude.

Mengenai pengamanan acara yang diramal bakal berlangsung panas ini, Abdul Asiz mengaku sudah mendapat informasi dari pihak Polres Lutra sebanyak kurang lebih 250 personil Brimob Polri dan unsur TNI akan diturunkan.

Ia berharap pendukung dan simpatisan kandidat yang bertarung agar mampu menahan diri, tidak provokatif serta menjaga keamanan dan ketertiban selama dan setelah acara debat ini berlangsung.(IR)
DETEKSI VIDEO : Debat Kandidat Luwu Utara Diramal Panas, Konsultan Politik Tidak Boleh Masuk!

DETEKSI VIDEO : Debat Kandidat Luwu Utara Diramal Panas, Konsultan Politik Tidak Boleh Masuk!

Ir. Abdul Aziz anggota KPU Lutra, Divisi Hukum dan Hubmas, saat memberi penjelasan pada Rabu sore 23/09 di ruangannya, terkait Persiapan Acara Debat Kandidat Pilkada Luwu Utara tanggal 27 September 2015 nanti yang menurut jadwal dimulai jam 10.30 Wita dan disiarkan langsung Celebes TV. Bakal seru nih pemisa. Silakan simak wawancara Iccank Razcal yang direkam tanpa di edit hanya untuk anda. 

KPU Gandeng Radio Adira FM Gelar Lomba Pidato

MASAMBA - Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra)  menjalin kerjasama dengan Radio Adira FM. Tindak lanjut dari kerjasama itu diwujudkan salah satunya dengan menggelar lomba pidato Pemilu yang disiarkan secara langsung. 

Dalam tahap awal, kegiatan ini berlangsung selama 14 hari, yakni dimulai tanggal 15 September dan berakhir tanggal 28 September 2015 mendatang. Jika pada babak penyisihan, yang ditunjuk sebagai dewan juri adalah KPU Lutra bersama dengan Kru Radio Adira FM, maka pada acara final untuk menentukan juara 1, 2 dan 3 nantinya direncanakan akan mengundang KPU Provinsi Sulsel  menjadi dewan juri.

Komisioner KPU Lutra, Almunawar, yang mengampu Ketua Divisi Sosialisasi dan Pengembangan SDM dalam keterangan persnya mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal, bagaimana cara agar menyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam pemilihan bupati dan wakil bupati. Pasalnya, setiap peserta sebelum berpidato, dewan juri akan mempertanyakan beberapa hal terkait dengan tahapan Pilkada serentak tahun 2015. 

Hal pertama yang ditanyakan, pemilihan bupati dan wakil bupati yang akan digelar secara serentak di  seluruh Indonesia, termasuk Lutra akan dilaksanakan  pada tanggal berapa dan bulan berapa? Kemudian,  apakah mereka sudah terdaftar sebagai pemilih, dan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) berapa akan memilih? 

Meskipun dalam lomba tersebut baik judul maupun temanya diserahkan sepenuhnya kepada peserta, namun ada beberapa hal yang harus ditaati. Misalnya, tidak boleh  mengangkat atau menjatuhkan calon bupati dan wakil bupati, partai politik dan tim kampanye. Selain itu juga tidak diperbolehkan  mengandung unsur SARA (suku ras dan agama) termasuk adat istiadat. Dan hal yang lebih panting lagi pidato harus berbahasa Indonesia yang baik dan benar, waktu yang disiapkan maksimal 10 menit bagi setiap peserta.

Lebih lanjut Uwa, panggilan akrab Almunawar mengatakan, adapun  teknisnya,  peserta boleh mendatangi studio radio untuk berpidato secara langsung, peserta juga diperbolehkan   merekam pidatonya kemudian diserahkan secara langsung ke studio radio untuk  diputar, atau menghubungi nomor telpon yang telah disiapkan kemudian berpidato secara langsung melalui nomor tersebut.

Bagi para pemenang panitia menyediakan hadiah, selain uang tunai, juga bakal  memperoleh piagam penghargaan dan hadiah hiburan lainnya dari KPU Lutra. 

“Melalui kegiatan seperti ini kami  berharap agar partisipasi pemilih bisa lebih meningkat dan memenuhi target yakni 80 % sebagaimana yang telah disepakati oleh 11 kabupaten yang akan menggelar pemilihan bupati dan wakil bupati di Sulsel tahun ini,” ungkap mantan wartawan salah satu harian lokal ini penuh harap.(Ist)


Foto/Narasi : Humas KPU Lutra

KPU Lutra Gelar Sosialisasi Pilkada Bagi Pemilih Pemula

LUWU UTARA - Komisi pemilihan umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara melaksanakan sosialisasi bagi pemilih Pemula di SMU / MAN yang ada di Lutra. Kegiatan ini di mulai pada hari selasa tanggal 16 s/d 21 September 2015 dan di bagi 3 (tiga) Tim Komisioner KPU Lutra. 

Divisi sosialisasi dan SDM, Munawar, mengatakan tujuan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada siswa/siswi tentang pentingnya menggunakan hak pilih pada pemilihan bupati dan wakil bupati yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang.

"Kita lakukan sosialisasi ini agar pemilih pemula ini, bisa ikut memberikan hak suaranya nanti pada pilkada," tutur Almunawar, saat melakukan sosialisasi di SMAN 2 Masamba.(16/9).

Selain itu juga Almunawar memberikan gambaran tentang pelaksanaan Pilkada serentak, karna ini adalah desain baru pilkada serentak yang dilaksanakan pada tahun 2015. 

"Kita juga memberikan informasi tentang semua tahapan pilkada baik yang sudah berjalan maupun yang masih direncanakan termasuk saat ini yang akan dilaksanakan adalah lomba pidato yang sudah buka pada tanggal 15 s/d 28 september 2015 melalui Radio Adira FM," ucapnya. 

Sementara itu salah satu Tim Pemenangan dari pasangan nomor urut 1, yakni Filosofis Rusli yang merupakan Master Campagn, menanggapi positif kegiatan yang dilaksanakan oleh KPU Lutra dalam memberikan Sosialisasi kepada pemilih pemula dengan cara mendatangi sekolah-sekolah. 


"Kita mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh KPU dalam melakukan sosialisasi kepada pemilih pemula, karena pemilih pemula ini pastinya masih sangat buta tentang pemlihan langsung. Daan ini sangat membantu kami utama dipartai Politik dalam melakukan sosialisasi. Akan tetapi kita harapkan kepada KPU yang sedang melakukan sosialiasi kepada pemilih pemula agar tidak memperkenalkan semua calon yang ada," ungkap Sekretaris PDIP Lutra itu.(R)

KPU Torut Gelar Rakor Penguatan Penyelenggara Pemilu

RANTEPAO - Rapat Koordinasi Penguatan Penyelenggara Pemilu Bupati dan Wakil Bupati  Toraja Utara yang dilaksanakan oleh KPU Toraja Utara, dihadiri  tiga orang komisioner KPU Provinsi  Sulawesi Selatan sebagai pembicara, yakni Ketua KPU Iqbal Latief dan 2  anggota lainnya, Faisal Anjir dan Khaerul Mannan.
Kegitan ini digelar  selama sehari di Restourant  Rahmat Rantepao, Senin 14 September kemarin.

Rakor  dihadiri oleh 256 peserta, terdiri dari PPK dari 21 kecamatan  yang ada di Toraja Utara dengan mengutus ketua dan anggotanya, sementara PPS sebanyak 151 orang  hanya dihadiri oleh masing-masing ketuanya.

Rakor ini dibuka langsung oleh  Ketua KPU Toraja Utara, Merry Parura, dan dalam sambutannya menegaskan kepada peserta rakor agar penguatan-penguatan yang disampaikan oleh KPU Provinsi Sulawesi selatan diikuti secara serius, sehingga dapat dijadikan bahan masukan dalam melaksanakanakan tugas sesuai dengan kapasitasnya masing-masing baik pada tingkat PPK dan PPS.
Untuk itu, dari hal-hal yang  kemungkinan  saja dapat dilanggar sebagai penyelenggara pemilu sudah dapat diketahui dengan pasti  terkait dengan  kode etik  sebagi penyelenggara pemilu, sehingga kesalahan atau pelanggaran  tidak terjadi, karena kita sebagai penyelenggara pemilu dalam melaksanakan tugas harus  benar-benar profesioal dan bertanggungjawab.

“PPK dan PPS harus intens melakukan koordinasi dengan pihak panwas sesuai dengan tingkatan yang ada, dan dalam melaksanakan tugas  sesuai dengan tahapan pemilu benar-benar berpegang pada kode etik yang ada,“ pesan Merry.
Sementara itu Ketua KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Latief berharap penuh, melalui rakor penguatan penyelenggara pemilukada ini, mulai dari tingkat  kabupaten hingga sampai ke tingkat bawah, dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu agar mengedepankan  prinsip-prinsip yang baik dan benar mengenai regulasi   dan  kode etik dalam menyelesaikan semua tahapan.

“Agar semua tahapan pemilihan kepala daerah dapat berjalan dengan baik, maka sangat diharapkan bagi penyelenggara pemilukada mulai dari tingkat kabupaten hingga sampai ke bawah harus bekerja keras dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip mengenai regulasi dan kode etik yang berlaku,” harap Iqbal.

Laporan/Foto : Bazry Budi


Editor : Iccank Razcal

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius