Tampilkan postingan dengan label Amsal Sampetondok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amsal Sampetondok. Tampilkan semua postingan

Begini Proses Gol Ferdinan Sinaga [Galeri Amsal Sampetondok Cup 2016]


1. Menerima Umpan tarik dari Enriko (11) Ferdinan Sinaga memasuki jantung pertahanan PS Luwu
2. Berhadapan dengan Deni Marsel penjaga gawang PS Luwu, Ferdinan awalnya nampak agak grogi
3. Dengan kaki kiri Ferdinan menyontek bola ke gawang Deni Marsel.
4. Sontekan Ferdinan hinggap di sebelah kanan atas jala Deni Marsel. Gooooooollllll 1-0
5. Pemain-pemain PS Luwu memprotes hakim garis karena tidak mengangkat bendera. Mereka menduga Ferdinan sudah berdiri offside sebelumnya. Tayangan video ini menunjukkan gol Ferdinan murni dan tidak dalam posisi offside. Cek videonya DISINI

Palopo Mania bersorak dan bergembira atas Gol Ferdinan Sinaga
Manajer Gaspa United A, dr Abd. Syukur Kuddus bahagia bersama istri saat penerimaan trophy

Gol Ferdinan Bawa Gaspa Juarai Amsal Sampetondok Cup 2016

PALOPO  -  Hawa stadion Lagaligo saat digelarnya partai Final turnamen Amsal Sampetondok Cup 2016 terasa panas saat Gaspa United A menjamu PS Luwu, Rabu 10 Januari 2016. Sejak kick off babak pertama jual beli serangan mulai terjadi.
Absennya Syamsul Chaeruddin dan Rasyid Bakri membuat lini tengah Gaspa United terlihat agak keropos. PS Luwu terlihat mendominasi dengan duet Paulo Sitanggang dan Kaharuddin sebagai pengatur serangan.

Mulai menekan dibabak pertama, Gaspa United langsung memimpin 1-0 lewat gol yang diukir oleh Ferdinan Sinaga di menit ke 17 hasil assist pemain nomor punggung 11 Enriko. Sontekan kerasnya bersarang di jaring Deni Marsel bagian tengah atas.

Beberapa peluang emas tercatat dimiliki PS Luwu yang mengandalkan speed and power. Sontekan Aditya Putra Dewa maupun Muhclis Hadi dan M Rahmat yang masuk dibabak kedua beberapa kali gagal membuahkan hasil. Performa Syamsidar sang penjaga gawang Gaspa United A juga patut diacungi jempol termasuk beberapa palang pintu Gaspa yakni Elad Henri Njobi, Hamdi Hamzah dan Lisman.

Sampai babak kedua peluit panjang wasit Kasman dibunyikan tidak mengubah kedudukan tetap 1-0 untuk keunggulan anak-anak asuhan Junaid Oga. Ribuan supporter dan penonton memasuki lapangan pertandingan dan memberikan ucapan selamat.

Kolonel Amsal Sampetondok dan istri didampingi Wakil Walikota Palopo memberikan apresiasi kepada 4 tim yang lolos sebagai finalis. Juara 1 Gaspa United diganjar hadiah dengan piala setinggi 1,7 meter ditambah uang pembinaan sebesar Rp.160 juta rupiah. PS Luwu yang harus puas sebagai runner up dalam turnamen ini menerima uang pembinaan Rp.100 juta sedangkan Masamba 45 FC diperingkat ketiga dengan uang pembinaan Rp.75 juta dan diperingkat keempat Saputra Walmas FC meraih Rp.50 juta. 

Top Skor diberikan pada striker PS Luwu AP Dewa dengan 12 koleksi golnya, sedangkan tim terbaik (fair play) diberikan pada Japfa FC Makassar. M Rahmat keluar sebagai The Best Player dalam turnamen pertama Amsal Sampetondok Cup ini. Panitia Penyelengara juga memberikan apresiasi wasit terbaik yang jatuh pada wasit Kasman dari Kabupaten Gowa. Aparat keamanan terbaik hingga manajer terbaik serta penonton terbaik.(Sky Pratama)

Hadapi PS Luwu, Syamsul dan Rasyid Tidak Masuk Starting Eleven


PALOPO – Laga panas antara PS Luwu yang bakal memperebutkan gelar juara Turnamen Amsal Sampetondok berhadapan dengan Gaspa United A diramalkan bakal berlangsung panas dan dalam tempo tinggi, Rabu siang 10/02/2016. Jual beli serangan akan terjadi. Namun apa yang terjadi bila tiga bintang berhalangan turun dalam laga ini? 
Syamsul Haeruddin masih menjalani sesi pra wedding di Bali sedangkan Rasyid Bakri dikabarkan tengah sakit di kota Makassar. Sementara bintang PS Luwu Maldini Pali harus absen lantaran terkena kartu merah saat menghadapi Saputra Walmas FC dalam laga semi final. 

Manager Gaspa United, dr Abdul Syukur Kuddus  belum bisa memastikan mengenai perubahan lini tengah pasca absennya dua pilar Gaspa United ini. Konon Erwin bakal diplot ditengah dan ditandemkan dengan Sardianata sementara Hamdi Hamzah yang dalam laga sebelumnya dibangkucadangkan akibat cedera akan turun sebagai starter.

Sementara itu Ferdinan Sinaga berjanji akan bermain maksimal dan akan berusaha mempersembahkan gol bagi Gaspa United A. Striker PSM Makassar ini akan menjadikan laga terakhirnya di Gaspa United sebagai ajang pembuktian bahwa dirinya masih bisa diperhitungkan di kancah sepakbola Indonesia.

Palopo Mania sendiri melalui koordinatornya Anca Landau, berjanji akan mempersembahkan yang terbaik sebagai penutup turnamen ini. Kelompok supporter kreatif ini akan tampil all out guna mendukung Gaspa United memenangkan laga yang sarat dengan adu gengsi ini. “ya, kita akan all out, kami akan persembahkan yang terbaik hingga Gaspa United bisa menjadi juara, kami berharap besok semua berjalan lancar dan kemenangan insya Allah akan menjadi milik Gaspa United, apalagi Ome, sang wakil walikota Palopo berjanji akan turun kembali memandu kami sebagai dirigen di barisan terdepan,” ujarnya saat ditemui di rujab Wakil Walikota Palopo, Selasa malam 09/02.(Iccank)

Prakiraan Pemain 
GASPA UNITED A

Pola : 4-4-2
Pelatih : Junaid Oga

Syamsidar (1) 
Hamdi Hamzah (29) Zul Fitra (14) Elad Henri Njobi(5) Tomi Rifka (23)
Erwin (4) Sardianata (7) Enriko (11) Wanto Kanan (6)
Escobar (9) Ferdinan Sinaga (10)




Prakiraan Pemain 
PS LUWU

Pola : 4-3-3
Pelatih : Fahruddin

Denny Marcel (1) 

Kurniawan Karman (13) Ardan Aras (37) Hendra Wijaya (77) Rasul Zainuddin (3)
Melki Patian (8) Paulo Sitanggang (23) Kaharuddin (14)
AP Dewa (28) Rahmat (9) Benny Ashar Acca (7)


Prediksi 
Gaspa United A vs PS Luwu

Ball Possesion 45%:55% 
Tendangan berbahaya ke gawang : 40%-60%
Tendangan melenceng ke gawang : 65%-35%
Corner Kick : 47%-53%






Perebutan Juara Ketiga Ricuh, Akhirnya Masamba 45 FC Menang WO

PALOPO – Duel panas kembali terjadi di Stadion Lagaligo Palopo, saat dua finalis terluka yakni masing-masing Saputra Walmas FC yang kalah dari PS Luwu 1-0 serta Masamba 45 FC yang kalah di semi final lawan Gaspa United A 2-1, keduanya bertemu dalam laga penentuan juara ketiga dan keempat Turnamen Bergengsi Amsal Sampetondok Cup 2016, Selasa sore 09/02/2016.

Diawal babak pertama kedua kesebelasan bermain dengan tempo sedang. Baik Walmas FC maupun Masamba 45 FC sama-sama belum mau memforsir tenaga untuk melakukan serangan cepat.

Berulangkali anak-anak Masamba melakukan serangan namun pertahanan Walmas yang kokoh membuat  serangan Masamba dengan mudah dapat dipatahkan oleh Hendra dkk.
Gol bagi Saputra Walmas FC tercipta di menit ke 24 hasil tendangan Osas Saha yang bersarang tepat di jaring Isran penjaga gawang Masamba 45 FC.
Sementara gol balasan Masamba 45 FC lahir dari tendangan Ngon A Djam. Pemain bernomor punggung 8 ini menggetarkan jala Alfonsius Kelwan di menit ke 47.

Pada menit ke 82 Saputra Walmas 45 FC diganjar hukuman pinalti akibat dari kesalahan penjaga gawang Alfonsius yang membuat pelanggaran di dalam daerah terlarang. Duelnya dengan Frengky (11) membuat wasit Ismail Darwis menunjuk titik putih. Kontan saja Alfonsius tidak terima yang kemudian menyulut emosi pemain-pemain Saputra Walmas yang menganggap wasit berat sebelah. Insiden ini memicu keributan, beberapa pemain Walmas terlihat memukul dan menendang wasit. Aparat keamanan lagi-lagi harus masuk ke lapangan dan mengamankan wasit yang jadi bulan-bulanan pemain Saputra Walmas.
Manager Saputra Walmas, Edy Sukma memprotes keras dan lebih memilih walk out. Pengawas Pertandingan Drs. Fatahillah menyayangkan aksi pemukulan wasit yang kali kedua terjadi di turnamen ini. Sebelumnya pemain Gaspa United B diganjar hukuman kartu merah akibat akumulasi kartu kuning dan memukul wasit saat berhadapan dengan Masamba 45 FC di laga 8 besar turnamen ini.

Kapolres Palopo AKBP Dudung Adijono, S.IK saat laga Semifinal PS Luwu vs Saputra Walmas yang sempat ricuh juga menyayangkan tindakan pemain dan penonton yang masih terbawa emosi saat duel derby tersebut berlangsung. Untungnya kedua kesebelasan masih melanjutkan pertandingan hingga usai. Dudung saat itu mengimbau lewat pengeras suara agar supporter dan penonton menahan diri serta menghargai penyelenggaraan turnamen ini.

Lagi-lagi wasit  menjadi pemicu keributan di lapangan. Keputusan wasit yang kontroversial kerap memancing tindakan berlebihan dari pemain yang gampang terbakar dan melakukan tindakan anarkis. Panitia Penyelenggara nampaknya harus ekstra hati-hati dalam menunjuk wasit yang akan diturunkan dalam laga Final Rabu 10 Februari 2016. Kualitas wasit dan hakim garis saat laga final nanti haruslah betul-betul yang terbaik mengingat tensi di partai puncak ini sangat tinggi, dimana PS Luwu akan bertemu tuan rumah Gaspa United A, dua tim yang sama-sama memiliki supporter fanatik yang berpotensi untuk kembali ricuh manakala sang pengadil di lapangan dianggap berat sebelah.

Dengan mundurnya Saputra Walmas (baca : walk out) di babak kedua menit ke 83 berarti skor 1-1 menjadi 4-0 lantaran Masamba 45 FC mendapat tambahan 3 gol dan perolehan gol Saputra Walmas dikurangi. Hasil ini membuat Masamba 45 FC meraih tempat ketiga sementara Saputra Walmas FC harus puas diperingkat keempat turnamen ini.(Sky Pratama)

Meski Kalah, Indah Beri Hadiah Untuk Pencetak Gol Masamba FC

PALOPO - Laga panas semi final Turnamen Amsal Sampetondok Cup yang berakhir dengan kegagalan Masamba 45 FC setelah ditundukkan Gaspa United A 2-1 tidak lantas membuat Bupati terpilih Luwu Utara ini, Hj. Indah Putri Indriani yang juga turut hadir menyaksikan, untuk berkecil hati. Ia dengan jiwa besar mengharapkan anak-anak Masamba segera bangkit di pertandingan berikutnya Selasa 9 Februari 2016 saat laga perebutan juara ketiga turnamen ini digelar.

Indah yang didampingi sejumlah keluarga dan kerabat dekatnya menemui pemain di lapangan hijau yang baru saja selesai bertanding. Ia membesarkan hati personil Masamba 45 FC yang sudah menyuguhkan permainan terbaiknya. "iya, kita harus sportif, setiap pertandingan pasti ada yang menang dan kalah, kita belajar dari sini, ke depan harus lebih baik, kita masih punya satu lagi pertandingan," ucapnya sembari menjabat tangan pemain dan offifial Masamba 45 FC. 

Indah berharap turnamen Amsal Sampetondok Cup ini menghasilkan sesuatu yang baik bagi perkembangan sepakbola Luwu Raya secara umum. "kita berharap event ini melahirkan bibit-bibit unggulan, insya Allah kita doakan turnamen ini aman dan lancar," tambahnya lagi. 

Selesai bertemu pemain di tepi lapangan, ibu bupati terpilih ini pun lantas memasuki kamar ganti pemain yang berada dibawah tribun tertutup. Indah rupanya mencari pencetak gol yang sedang berada di dalam bersama pemain dan official lainnya. Disaat itu pula Indah menyerahkan bonus bagi pencetak gol serta kepada asisten manager tim. "ini ala kadarnya untuk pencetak gol dan ini untuk tim sekedar uang buat makan-makan," ujarnya sambil menyerahkan segepok duit yang berada dalam amplop putih pada Ngon A Djam dan seorang official team.(Sky Pratama)

M Rahmat Pecah Kebuntuan PS Luwu, di Final Bakal Ketemu Gaspa United A

M Rahmat (kiri) dan Rasul sang captain kesebelasan PS Luwu (kanan) saat water break

PALOPO - Laga semifinal kedua Amsal Sampetondok Cup 2016  yang mempertemukan dua kutub berbeda di Kabupaten Luwu yakni Saputra Walmas FC berhadapan dengan PS Luwu akhirnya dimenangkan oleh PS Luwu dengan skor tipis, 1-0.
M Rahmat tampil sebagai pahlawan berkat sontekannya yang keras dari bagian tengah jantung pertahanan Saputra Walmas di menit ke 102 atau di babak perpanjangan waktu, setelah 2x45 menit kedua kesebelasan ini bermain imbang 0-0.
Diawali dari tendangan bebas Fandi Edi di seblah kanan pertahanan Saputra Walmas, umpan pendek Fandi pada Algazali diteruskan pada M Rahmat yg berdiri bebas. Dengan kaki kanannya tembakan M Rahmat meluncur deras di sebelah kiri jaring Alfonsius. Goooooool 1-0.

Di babak pertama dan babak kedua, nampak kedua kesebelasan ini silih berganti melakukan penyerangan. PS Luwu yang mengandalkan pemain-pemain muda eks PSM Makassar dan mantan Timnas dipaksa melayani permainan Saputra Walmas yang mengandalkan lebar lapangan.

Tusukan-tusukan Paulo Sitanggang dan kawan-kawan berulangkali merepotkan pertahanan Saputra Walmas yang dikawal oleh Hendra dkk.
Di lini tengah PS Luwu terlihat dominan menguasai lapangan. Pergerakan PS Luwu yang cepat dan tanpa bola membuat barisan pertahanan  Saputra Walmas harus berjibaku dalam mengamankan daerahnya.

Tempo permainan keras yang diperagakan oleh anak-anak Walmas di babak perpanjangan waktu membuahkan 2 kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit Kangiadi. Kartu merah diterima Maldini Pali gara-gara dianggap meludahi pemain no. 94 Saputra Walmas, Sugiono. Sugiono yang tidak terima (diludahi, red) langsung memukul Maldini. Dengan diganjarnya Maldini Pali kartu merah, berarti ia akan hilang dan tak dapat bermain dalam pertandingan final nanti, yang bakal digelar Rabu 10 Februari 2016 jam 2 siang.

Wakil Walikota Palopo Akhmad Syarifuddin yang akrab disapa Ome, yang juga pembina Gaspa United terlihat enjoy menyaksikan laga derby ini. Ia mengaku timnya sangat siap untuk menghadapi PS Luwu. Ome berharap di Final nanti baik Gaspa United maupun PS Luwu tetap bermain sportif dan menjunjung tinggi fair play. Ia meminta semua pihak untuk ikut membantu kesuksesan turnamen ini. 

"Tentu Gaspa United A siap meladeni PS Luwu di Final, siapapun yang lolos ke final, saya rasa kita siap hadapi," tukas dia.

Ketika disinggung mengenai konflik Palopo dan Belopa terkait mess Trimurti, ia menjelaskan bahwa sepakbola tidak boleh dicampuradukkan dengan urusan lain. 

"ini murni sepakbola, saya minta kita semua bersikap dewasa, arif dan bijaksana, keindahan sepakbola janganlah dikotori hal-hal lain,"kuncinya.

Laporan : Iccank Razcal 




Gaspa Tertinggal 1-0, Ome Pimpin Supporter Bernyanyi


PALOPO – Ada yang menarik dalam laga semifinal Amsal Sampetondok Cup Sabtu 07/02 kemarin. Wakil Walikota Palopo  Akhmad Syarifuddin  atau yang akrab disapa Ome, ikut turun ke tengah penonton dan suporter Gaspa FC.
Pembina Gaspa United ini dikenal dekat dengan supporter fanatik pendukung Gaspa. Atas prakarsanya lahirlah kelompok supporter kreatif Palopo Mania dua hari sebelum turnamen ini digelar.

Dalam laga semifinal antara Gaspa United A kontra Masamba 45 FC, Ome tertangkap kamera sedang berada di barisan supporter pendukung Gaspa. Saat Gaspa tertinggal 0-1 dari Masamba 45 FC ia mendatangi barisan supporter yang berada di tribun terbuka timur stadion Lagaligo Palopo dan memimpin fans fanatic Gaspa ini untuk tidak diam dan terus memberi support pada tim berjuluk The Lagaligos ini.

Hasilnya, Gaspa United pun memasukkan 2 buah gol ke jala Heriyanto kiper Masamba FC. Wakil Walikota Palopo yang enerjik ini tak sungkan-sungkan berdiri di barisan depan dan memandu gerakan dan bernyanyi layaknya seorang supporter. Bahkan saat mobil pemadam kebakaran yang kerap menyiram penonton dari teriknya matahari membuat Ome juga ikut basah kuyup dan tetap melanjutkan memberikan motivasi dan dorongan agar tim kebanggaan kota Palopo ini menjadi juara turnamen Amsal Sampetondok Cup.

Ditemui usai pertandingan ia mengaku sengaja turun guna menghibur dan memberi motivasi agar mental pemain Gaspa bangkit lagi. “Ya saya turun karena saya liat anak-anak Gaspa tertekan dibabak pertama, kita ketinggalan 1-0 dan supporter juga saya lihat ikut terpengaruh, saya hadir ditengah mereka agar adik-adik kita tetap semangat, kita harus berjuang mendukung Gaspa dan alhamdulillah usaha kita ini tidak sia-sia,” ujarnya sambil tersenyum.(Iccank)




Derby: PS Luwu Kontra Saputra Walmas FC, Tidak Ada Istilah Kompromi!!!

PALOPO – Duel seru kembali akan terjadi besok antara sesama Kabupaten Luwu yakni Derby panas PS Luwu versus Saputra Walmas FC. Kedua tim dikenal bermain bagus sejak penyisihan grup hingga memasuki semi final. Permainan cepat Walmas FC yang mengandalkan serangan balik akan menjadi tontonan maha seru. Betapa tidak, di PS Luwu selain bertabur bintang anak-anak the young guns ini terkenal solid dalam membuat pola serangan. Mereka tidak takut berjibaku meski sesama kabupaten Luwu, namun laga sarat gengsi ini akan jadi bukti siapa sesungguhnya yang lebih pantas mewakili Luwu ke partai final, dimana disana sudah menunggu Gaspa United A yang baru saja mengandaskan impian Masamba 45 FC.

Di lini depan PS Luwu ada Acca, Rahmat, dan si Top Skor Aditya Putra Dewa serta Muhlis Hadi. Di lini tengah PS Luwu dihuni nama-nama mentereng seperti Paulo Sitanggang, Diva Tarkas, Maldini Pali serta di lini belakang ada Ardan Aras, Kurniawan Karman dan Hendra Wijaya dan kawan-kawan.
Tak kalah menterengnya, Saputra Walmas juga punya Osas Saha si pembunuh berdarah dingin yang sudah mengoleksi 7 gol selama turnamen ini digelar. Gelandang lincah Steven Menod juga patut diwaspadai pergerakannya. Demikian pula wing back Ivan Wahyudi  yang mulai masuk sebagai starting eleven dan banyak memberi assist atas kemenangan Saputra Walmas kontra PS AD. 

Klub yang ditukangi Parambung ini pasang target : Juara!  Untuk itu tidak ada istilah menyerah begitu saja terhadap saudara mereka PS Luwu. Bagi keduanya, laga ini cukup penting mengingat gengsi bagian utara dan selatan Kabupaten Luwu  selalu mencuat tidak saja di event politik tapi juga di sepakbola. Namun kita berharap laga panas dua bersaudara ini berjalan seperti laga semifinal sebelumnya yang begitu damai dan tertib.Semoga.(Sky Pratama)

Gol Escobar Antar Gaspa United A ke Final

PALOPO - Pertandingan semi final pertama, Sabtu sore 06/02, yang mempertemukan dua macan Luwu Raya, Gaspa United A versus Masamba 45 FC berakhir 2-1 bagi keunggulan anak-anak asuhan Junaid Oga. Sementara Masamba 45 FC yang lebih dulu memimpin lewat gol Ngon A Djam  di menit ke 27 dipaksa menyerahkan tiket ke final untuk tim The Lagaligos ini. Lahirnya gol pertama bagi Masamba FC lewat tendangan Ngon A Djam hasil gocekan Frengky di depan gawang Syamsidar.

Meski lebih dulu unggul, namun di babak kedua, menit ke 57, Njobi berhasil membuat kiper Heriyanto memungut si kulit bundar dari jaringnya. Heading Njobi mendarat di sebelah kanan gawang Masamba 45 FC.

Serangan beruntun dilakukan oleh Gaspa United A di babak kedua. Seolah tak kenal menyerah, dengan begitu banyaknya peluang yang kandas, pada menit ke 64 akhirnya lahirlah gol penyelamat bagi tim berjuluk The Lagaligos ini. Tendangan keras Escobar menyilang di sudut sebelah kanan gawang Heriyanto. Gooool 2-1. Suporter Palopo Mania yang memadati tribun terbuka langsung bersorak gembira. Petasan bersahut-sahutan di atas Stadion Lagaligo.

Disaksikan kurang lebih 10 ribu penonton, duel antara striker Patrick Nzekou dan center back Gaspa Elad Hendri Njobi terlihat seru dan menarik. Pergerakan Nzekou dengan ketat dikawal oleh pemain-pemain belakang Gaspa. Praktis Nzekou jarang menerima bola-bola “sprint” kesukaannya. Tidak mengalirnya suplai bola untuk dirinya terutama di babak kedua membuat Masamba akhirnya kandas di babak semifinal dan hanya akan memperebutkan tempat  ketiga dan keempat  dalam laga Selasa, 9 Februari nanti.
Adapun lawan Masamba 45 FC masih harus ditentukan lewat partai semi final kedua antara PS Luwu dan Saputra Walmas FC pada hari Minggu 07/02 besok. 

Absennya Rasyid Bakri akibat cedera membuat tim Gaspa sedikit kikuk dalam melakukan penetrasi ke pertahanan lawan. Di babak pertama Gaspa sedikit kewalahan dan terbawa ritme permainan yang diciptakan oleh anak-anak Masamba. Beruntung di babak kedua Endriko dan kawan-kawan mulai menekan dan menemukan pola serangan yang pas. Gol Njobi maupun Escobar lahir dari permainan bola-bola pendek dan akurat anak-anak Gaspa United.


Meski hawa panas di laga semi final ini sempat dicemaskan banyak pihak namun kedua supporter dan pemain dengan sportif mampu menjaga laga ini berlangsung aman dan damai. Petinggi Luwu Utara terlihat ikut menyaksikan laga ini diantaranya Bupati Terpilih Lutra, Hj Indah Putri Indriani beserta keluarga, beberapa anggota DPRD Palopo, pengusaha Ronny Abbas dan para mantan pejabat asal Luwu Utara juga terlihat di VIP Tribun Tertutup. Sedangkan Wakil Walikota Palopo, Akhmad Syarifuddin alias Ome yang juga sebagai Pembina Gaspa United berada di bench pemain guna memberikan supportnya bagi tim kebanggaan kota Palopo ini.(Sky Pratama)

Turnamen Amsal Sampetondok Cup Sudah Diatur Untuk Memenangkan Tim Tertentu? Panpel: Ah, Hanya Gosip!!!

Faiz, Pemilik Faiz Foundation / Manager Asbar FC bersama Ketua Panpel Bakri Tahir
PALOPO – Menghadapi laga panas melawan tuan rumah Gaspa United A di babak semifinal pada Sabtu sore 06/02/2016  Masamba 45 FC nampaknya bakal konsentrasi penuh dengan full team. Laga hidup mati ini sangat menentukan apakah tim ini mampu lolos ke Final untuk merebut tahta juara Turnamen Amsal Sampetondok Cup 2016 atau hanya maju ke perebutan gelar juara 3 saja.
Empat  Besar tim yang lolos setelah usai melakoni babak 8 besar adalah Masamba 45 FC, Gaspa United A, Saputra Walmas FC dan PS Luwu. Menariknya, semua tim yang lolos adalah putra daerah Luwu Raya.

Menyikapi lolosnya semua wakil Luwu Raya, Faiz, manajer Asbar FC Makassar menilai negatif. Ditemui sesaat setelah timnya kalah dari PS Luwu ia mengaku sedikit kecewa. Ia bahkan menengarai ada permainan untuk memuluskan tim tertentu merengkuh gelar juara. Ia juga beranggapan dengan tidak lolosnya peserta luar misalnya dari Makassar karena ada upaya agar tim luar terlempar keluar dari daftar. Indikasinya, jelas Faiz adalah wasit yang digunakan saat Asbar maupun Japfa FC bertanding selalu wasit bermasalah. Tapi kami berbesar hati, ini hanya kritikan untuk panitia pertandingan, karena indikasi ini sulit dibantah, terang dia lagi.

Sinyalemen dari kubu  Asbar FC ini yang melihat seolah-olah laga 8 besar ini sudah diatur menurut pengamat sepakbola Rahman, adalah hal yang wajar. Jurnalis ini menilai ada yang diuntungkan dari pengaturan jadwal 8 besar hingga penggunaan wasit bermasalah. Ia menyesalkan untuk laga bergengsi di 8 besar, panpel menggunakan wasit yang selama ini jadi kontroversi. Wasit Johanis D misalnya menjadi kontroversi saat Masamba 45 FC menghadapi Gaspa United B dimana saat itu 2 kartu merah melayang bagi Gaspa United B. Lagi-lagi kontroversi terjadi manakala wasit ini kembali dipercaya memimpin laga PS Luwu vs Asbar Makassar. Saat babak kedua berjalan sekitar 30 menit, wasit utama ini pun diganti wasit cadangan mengingat situasi panas di lapangan sehingga official maupun penonton sudah bercampur memasuki area pertandingan. Keributan ini terjadi manakala sang wasit terlambat meniup peluit saat terjadi pelanggaran 

“saya lihat ada kesan mereka yang lolos atau memenangkan turnamen ini hanya untuk kesebelasan Luwu Raya saja, karena tak ada satupun tim luar yang lolos. Mungkin wasit atau hakim garis juga sudah diarahkan kesitu,” tandas Faiz Manajer Asbar FC.
Bupati Luwu HA Mudazakkar yang akrab disapa Cakka mengaku soal urusan hasil akhir tentu adalah faktor usaha dan faktor dewi fortuna. Ia menilai mungkin Asbar FC kurang beruntung saja,  tandas dia saat menjawab tudingan bahwa turnamen ini sudah diatur.
Cakka berkata bahwa turnamen ini penting untuk pembinaan sepakbola Luwu Raya dan Sulsel secara keseluruhan ke depan agar lebih baik dan ditingkatkan lagi. Dia berharap tim yang gugur tidak kehilangan semangat dan tetap memacu diri agar mampu mengukir prestasi gemilang dimasa akan datang.

Ketua Panpel Bakri Tahir sendiri menyikapi isu miring ini meminta semua tim baik yang menang maupun kalah untuk selalu berjiwa ksatria. “ah hanya gossip, jika pun ada kekurangan itu akan menjadi catatan dan bahan evaluasi kami,” tutupnya.(SP)

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius