Tampilkan postingan dengan label Unjuk Rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unjuk Rasa. Tampilkan semua postingan

Deteksi Foto: HTI Palopo Long March Demo Penista Agama



PALOPO – Ratusan orang turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa mengecam penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Terpantau selesai sholat Jumat, 04/11/2016, aksi yang dilakukan oleh massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Palopo ini mengambil lokasi halaman Masjid Agung Luwu sebagai titik kumpul, mereka dibagi dalam dua kelompok terdiri dari kelompok ihwan dan ahwat.


Dalam orasinya mereka menuntut Ahok diadili atas kasus penistaan agama terkait pernyataannya beberapa waktu lalu atas sindirannya yang menyerempet pada QS Al- Maidah:51. Ratusan massa HTI Palopo ini berasal dari kalangan pelajar mahasiswa, dan nampak juga anak kecil yang membawa bendera simbol-simbol HTI.


Aksi unjuk rasa ini dilakukan dengan long march menyusuri jalan-jalan utama yang ada di Kota Palopo. Start dari Mesjid Agung Luwu Palopo dan finish di Terminal jalan Kelapa. Menariknya suara Habib Rizieq Panglima FPI diperdengarkan lewat pengeras suara yang diletakkan diatas kendaraan roda tiga (becak).(D3)

Massa GRATIS Bakar Ban, Tuntut Perwali HET Elpiji Dicabut!

PALOPO - Sebanyak 95 orang massa aksi puncak GRATIS (Gerakan Rakyat Tertindas) Palopo, Rabu siang (30/09), berunjuk rasa dan lagi-lagi berujung janji buta dari Pemkot Palopo dan DPRD Kota Palopo. Dalam aksi tersebut juga sempat terjadi gesekan antara aparat kepolisian dan pihak mahasiswa Gerakan Rakyat Tertindas (GRATIS) yang dipimpin Daud Rante Lundak sebagai  Jendral Lapangan. Aksi memanas dan sempat ribut karena mahasiswa bersitegang serta sempat adu mulut dan saling dorong dengan aparat kepolisian yang ngotot untuk mematikan ban yang dibakar oleh aksi pendemo.

Isvan Abidin selaku Ketua Umum HMM (Himpunan Mahasiswa Manajemen) Fakultas Ekonomi Unanda dan merupakan kader LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi) yang tergabung dalam aliansi GRATIS mengatakan bahwa tugas aparat kepolisian dalam hal ini adalah bertindak sebagai pengamanan aksi demonstrasi agar tidak diganggu pihak luar yang membawa kepentingan pribadi, tetapi aparat kepolisian pada saat jalannya aksi di kantor DPRD Palopo malah terlibat bentrok dengan mahasiswa hanya karena pembakaran ban yang telah menjadi budaya mahasiswa dalam pergerakan tanpa rasionalisasi yang jelas, umbarnya.

Kabag Ops Polres Palopo, Kompol Arifuddin Arifin yang menjadi penanggungjawab lapangan saat peristiwa berlangsung mengatakan pihaknya tidak ingin mengambil resiko sekecil apapun jika misalnya ban yang dibakar mahasiswa sebanyak tiga buah ban tersebut menimbulkan kebakaran mengingat saat ini musim kemarau dan api telah membesar hingga lidah api nyaris menjilat plafond, bebernya.

Aksi tuntutan GRATIS yaitu untuk mencabut  Perwali no. 12 tahun 2015 yang menegaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) tabung gas LPG 3 kg senilai 16.500 yang melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) tersebut sama sekali tidak mendapat respon positif dari DPRD Kota Palopo yang hanya berujung janji lagi.

Daud Rante Lundak yang bertindak sebagai  Jendral Lapangan aksi menyatakan bahwa jika audiens dengan Walikota Palopo yang dijanjikan DPRD pada tanggal 12 Oktober nanti tidak direalisasikan, maka GRATIS berjanji akan kembali beraksi dengan memobilisasi massa sebanyak- banyaknya untuk mengepung dan menduduki Kantor DPRD serta Kantor Walikota hingga tuntutan aksi ini dipenuhi.(Ist/Iccank)

Ket. Gambar : Isvan Abidin Ketua Umum HMM saat berjalan menuju gedung DPRD Palopo siang tadi

GRATIS Turun ke Jalan, Anggap Walikota Drakula Penghisap Darah Rakyat

PALOPO - Sekitar 80-an mahasiswa yang tergabung dalam aliansi GRATIS PALOPO (Gerakan Rakyat Tertindas Palopo) kembali turun ke jalan Senin Siang (28/09) untuk menuntut Pemerintah Kota Palopo terkait Perwali nomor 12/2015 yang menaikan harga gas LPG 3 kg yang sampai saat ini masih kontroversi. Kelompok ini melakukan aksi ujuk rasa di perempatan jalan depan Kantor Walikota setelah sebelumnya melakukan orasi dan aksi bakar ban di perempatan jalan dekat Kampus Unanda-Lapangan Gaspa yang jaraknya hanya berkisar 200 meter.

Isvan Abidin selaku Ketua Umum yang juga bertindak selaku korlap HMM (Himpunan Mahasiswa Manajemen) Fakultas Ekonomi Universitas Andi Djemma Palopo yang juga salah satu kader LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi) yang tergabung dalam aliansi GRATIS Kota Palopo menyatakan bahwa "Pemerintah Kota Palopo sampai saat ini masih melakukan praktek-praktek feodalisme dan hanya mengeluarkan kebijakan yang menyiksa rakyat kecil seperti pada Perwali Kota Palopo Nomor 12 tahun 2015 yang menyatakan kalau gas LPG 3 kg dinaikkan Rp. 1.500. Kebijakan Pemerintah Kota Palopo tersebut nyata-nyatanya sudah melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) yang menyatakan kalau gas LPG 3 kg itu seharga 15.000. Namun di Kota Palopo sendiri itu harga gas LPG 3 kg itu seharga Rp.16.500. 

“dari fakta yang objektif tersebut kami berkomitmen tidak akan berhenti melakukan aksi demonstrasi sampai tuntutan aksi kami direalisasikan yaitu agar Perwali no 12 tahun 2015 segera dicabut, peraturan itu seperti drakula dimana rakyat masih dalam himpitan ekonomi sehingga tidak wajar ada peraturan yang mencekik dan seolah mengisap darah rakyat!" tegas Isvan.

Daud Rante Lundak selaku Jenderal Lapangan (Jenlap) aksi GRATIS sangat mengapresiasi gerakan HMM-FE dan teman-teman yang ada di 7 Lembaga yang turut bergabung meneriakkan aksi ini. “kami bangga dan memberi apresiasi yang tinggi karena saat ini masih ada ternyata lembaga internal kampus tingkat jurusan yang peduli terhadap nasib rakyat kecil dan masih bisa menunjukkan eksisensinya selaku mahasiswa yang sebenarnya,” tandasnya. Tujuh lembaga yang dimaksud adalah GMKI, SRMD, HAM Bastem, PMK Unanda, PMK Uncok, GMHMN Ekonomi Unanda dan Hinepa Unanda.(AY)

Front Pemuda Dan Mahasiswa Peduli Kota Palopo Gelar Aksi Demo Soroti Kinerja Walikota


Palopo - Tabloid Deteksi. Puluhan pengunjuk rasa siang tadi, Senin 24/08 menggelar aksi demo terkait kebijakan Walikota Palopo HM Judas Amir yang dinilai tidak pro rakyat serta hanya menghambur-hamburkan anggaran. Dua tahun memimpin di Kota Palopo, walikota dianggap gagal menyejahterakan rakyatnya serta janji-janji politik saat kampanye sewaktu Pilwalkot belum satu  pun yang menurut mereka direalisasikan. Mereka khawatir, sisa tiga tahun pemerintahan HM Judas Amir akan menghasilkan program kebijakan yang sifatnya politis dengan  berbagai maneuver-manuver di akhir masa jabatan kelak.

Demikian siaran pers yang dibagikan lewat selebaran oleh beberapa elemen mahasiswa dan pemuda pelajar yang bergabung dalam aksi demo tersebut. Diantaranya HMI Cabang Palopo, HMI MPO Cabang Palopo, IPMAL, IMWAL, Pemuda Muhammadiyah, BEM STISIP Veteran, HAM BASTEM, SRMD Palopo, HAM LUTIM, BEM STIEM, IMM Cabang Palopo, F HUKUM UNANDA, HIKMA LUTRA, PD IPM Palopo serta GMKI Cabang Palopo.

Muhammad Idris selaku koordinator aksi  dalam unjuk rasa ini mengatakan, mereka mengusung empat poin yang dianggap penting untuk disuarakan serta mengkritisi kebijakan Walikota HM Judas Amir. Yakni, Kawasan SALEMO (Sampoddo sampai Lemo-Lemo) yang dianggap dapat membuat perubahan ekosistem sehingga membuat akses pesisir bagi masyarakat nelayan terbatas dan tidak dapat membuat nelayan sejahtera. Selain itu kelompok ini juga menyoroti industri rumah tangga serta azas manfaat pabrik Zaro snack yang dianggap tidak memiliki dampak signifikan bagi masyarakat banyak dan perlunya audit anggaran dalam program tersebut. Selain itu program 1000 kandang ayam dan menara payung Luwu juga jadi sorotan. Mereka menganggap program Menara Payung hanya pemborosan anggaran dan lebih bijak jika dana untuk itu dialihkan pada program yang menyentuh ekonomi rakyat kecil. (*)

Video Demo Elemen Mahasiswa di Gedung DPRD Palopo, Senin 24/08

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius