Tampilkan postingan dengan label TIF2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIF2015. Tampilkan semua postingan

Franky Raden: TIF2016 Bakal Lebih Semarak!

RANTEPAO - Franky S. Notodirjo atau yang akrab disapa Franky Raden selaku penggagas  sekaligus Direktur TIF kepada Deteksi, Selasa siang hari ini (16/08) mengatakan jika Toraja Internasional Festival 2016 sudah siap digelar.
Beberapa artis pendukung sudah mulai berdatangan ke kota Rantepao. Glenn Fredly dan kawan-kawan sendiri besok dijadwalkan baru akan tiba.

[ lihat videonya DISINI ]

Franky Raden mengatakan, untuk event TIF kali ini diadakan di 2 tempat yakni Palawa’ dan Kete Kesu’. Untuk hari pertama, besok di Palawa’ jam 2 siang, pengunjung akan disuguhkan lomba vocal grup dan paduan suara serta wisata kuliner dan kerajinan tangan.
Sedangkan sorenya, jam 4 di Kete Kesu’ diadakan pertunjukan seni musik etnis Toraja, Glenn Fredly n The Bakucakar akan perfom malam jam 8 setelah opening ceremony.

“jadi untuk kali ini sangat menarik karena banyak artis dan musisi, dari Senegal Afrika, Kuwait, Malaysia, Helga Sedlin juga kali kedua akan tampil kembali, serta nanti ada Toraja Opera dipenghujung event, dimana semua artis pendukung akan berkolaborasi,” kuncinya

Sementara itu Bupati Torut, Kalatiku Paembonan saat ditemui beberapa waktu lalu berharap jika dari event TIF ini pariwisata di Toraja semakin berkembang dan maju, pihaknya sendiri telah mengambil langkah agar pintu masuk ke Rantepao lewat bandara di Makale maupun Bua Kabupaten Luwu lebih banyak lagi melalui penerbangan komersil dengan pesawat berbadan lebar.

“Kami mengupayakan, agar maskapai penerbangan pesawat komersil yang dapat menampung lebih banyak turis seperti pesawat  jenis ATR 72 ,” pungkasnya.(Bayu Krisna/Icc)

Toraja Internasional Festival 2015, Secara Kualitas Sudah Lebih Baik!

Rantepao – Tabloid Deteksi. Toraja International Festival atau TIF2015, kembali digelar di Toraja Utara. Event budaya berskala internasional tersebut diadakan pada 14-16 Agustus 2015 di kompleks wisata Desa Kete'Kesu. Diramaikan oleh penampil musik dari dalam dan luar negeri.

Ini adalah tahun ketiga, event Toraja Internasional Festival diselenggarakan.  Dengan tempat yang sama dari tahun-tahun sebelumnya yakni masih di Desa Kete'Kesu, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Kete'kesu merupakan desa yang disebut-sebut memiliki potret kebudayaan megalitik yang paling lengkap di Tana Toraja. Setiap rumah adat disini berhadap-hadapan dengan lumbung padi yang berukuran lebih kecil.  Kete'kesu juga terkenal sebagai daerah penghasil kerajinan pahat, ukir, dan lukis. Kemampuan memahat dan mengukir tersebut diajarkan secara turun-temurun.

Dimulai pada hari Jumat, (14/8/2015) selama tiga hari TIF menampilkan kesenian daerah Mabugi, Karombi, Manganda, Manimbong, Pagelu dan Pompang. Selain itu masih ada grup musik non-tradisional Toraja seperti Toraja Choir dan Tibaen Ballo.

Traveller juga dihibur penampil dari luar negeri yang datang dari negara lain. Beberapa contohnya seperti Gotrasawala Ensemble dan Ana Alcaide dari Spanyol, Boi Akih dari Belanda, Ron Reves dari Australia, Helga Sedli dari Hungaria, dan Yzbegim Yoshlari dari Uzbekistan.

Selain menampilkan grup musik dari luar, hadir pula grup musik Kunokini yang mewakili Indonesia di Toraja Internasional Festival. Kunokini adalah grup music dengan genre etnic yang begitu kental dengan beragam aliran dalam paduan musiknya meskipun dominasi bermusiknya kearah Jamaican alias reggae.

Acara yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Torut ini juga menyediakan kopi khas Toraja gratis untuk para pengunjung festival. Secara kualitas event ini lebih maju dan lebih artistic. Hanya saja, nuansa budaya lokal masih harus diperbanyak, mengingat wisatawan mancanegara yang datang tentu sudah terbiasa dengan hiburan artis dunia, mereka datang ke Indonesia tepatnya ke Toraja untuk melihat potensi alam dan potensi budaya asli di daerah ini. (Iccank/Indra)

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius