Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan

Kunjungi Lokasi Banjir, Ome Salurkan Bantuan

PALOPO - Wakil Walikota Palopo, Akhmad Syarifuddin Daud atau Ome, memberikan bantuan kepada korban banjir di Kelurahan Salubattang, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Selasa (25/10/2016).
Bantuan diberikan langsung kepada beberapa warga korban banjir di RW 1 RT 3 dan RW 3 RT 1 Kelurahan Salubattang, Kecamatan Telluwanua.
Dalam memberikan bantuan Wawali Palopo didampingi oleh Kapolsek Telluwanua, pengurus gerakan pramuka Kota Palopo dan anggota Golkar Palopo.
Ketika ditemui seperti dikutip dari laman Tribun Palopo, Akhmad Syarifuddin Daud mengatakan bahwa bantuan yang diberikan berupa beras, ikan kaleng,mie instan, dan sarung.

"Tidak ada maksud apa-apa selain ingin lebih dekat melihat lokasi bencana dan penderitaan yang dialami oleh rakyat kami," jelas Ketua Korwil Bappilu Golkar Luwu Raya ini.(*)

Foto-foto: Ome Garis Depan/Tribun


Banjir di Kota Palopo ini Videonya!

PALOPO - Banjir setinggi satu meter di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo merendam sedikitnya ratusan rumah warga dan puluhan hektar lahan perkebunan serta areal persawahan, Sabtu malam (22/10/2016).

Banjir terjadi akibat curah hujan yang lebat selama lebih kurang empat  jam. Debit air Sungai Salubattang  tiba-tiba meningkat gegara hujan di daerah hulu sungai, akibatnya warga mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. 
Desa dan Kelurahan terparah dialami oleh Pentojangan, Marobo, Salutete dan Salubattang. Dua Kelurahan lain yang  sempat diterjang banjir adalah Kelurahan Maroangin dan Mancani. Namun saat keesokan hari, air sudah mulai surut, warga pun mulai membersihkan pekarangan dan rumahnya masing-masing yang sempat terkena banjir kiriman ini.

Hingga berita ini disusun Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palopo, TRC dan Tagana masih memantau pergerakan air Sungai Salubattang yang sudah mulai menurun debit airnya. 1 Unit Pemadam Kebakaran terlihat di lokasi beserta mobil tanki PDAM Kota Palopo menyalurkan air bersih bagi warga sekitar bencana.

Berikut video yang direkam di wilayah banjir RT 1 Desa Salubattang dan Marobo Kecamatan Telluwanua, Palopo. Klik Disini 

(Laporan Andi/Iccank/Tim)


Banjir Terjang Palopo, Citizen Journalism Laporkan Kondisi Terkini

PALOPO - Banjir setinggi satu meter lebih, kembali melanda Kota Palopo. Setelah banjir besar tahun 2013 silam, Sabtu malam ini, 22/10 beberapa kawasan di kota Palopo diterjang luapan air Sungai Salubattang. Berita soal banjir ini diposting pertama kali oleh Harland Jhe lewat statusnya di Facebook, Sabtu malam pukul 22.49 WITA.
“Kelurahan pentojangan rw 1 dilanda banjir masyarakat pada mengungsi,” tulis Harland. Namun Harland tidak menyertakan foto.

Netizen lainnya,  di grup Facebook ANAK PALOPO bernama Umay Delta pada pukul 23.19 WITA menggunggah foto-foto banjir di kawasan Salutete Telluwanua Palopo.
“SekitarJaln poros raya salutete Kelurahan pentojangan kebanjiran, jlan raya trgenang air setinggi lutut orang dewasa.” tulis Umay di statusnya di grup diskusi tersebut.
Kicauan Umay kemudian ramai ditanggapi oleh netizen sesama member grup tersebut yang mempertanyakan lokasi dan kondisi terkini.
Masih di Facebook Jaya Hartawan salah seorang jurnalis di kota ini juga mengunggah foto tentang banjir. Foto banjir ia unggah pada pukul 00.29 WITA dengan lokasi sekitar Pentojangan Kecamatan Telluwanua.

Herawati Masdin salah seorang legislator perempuan Palopo dikabarkan juga turun langsung ke lapangan untuk memantau keadaan warga.
Alhamdulillah warga aman smua,.cuman rmh warga bax kemasukan air dan trutama di pentonjan,. Lurah,camat,warga,pemadam,badan bencana smua siaga 1,.u/ salubattang trutama di moroangin air kiriman dri pentojangan di perkirakan air mauk di pagi hari dan wrn smua suda antisipasi,. 
Krn terlihat kondisi aman,.sya suda kembali kerumah
,” tulisnya di salah satu grup Facebook.


Banjir di Palopo ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur sejak sore hingga malam hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) dengan sigap turun langsung ke titik-titik yang dianggap paling parah di Kecamatan Telluwanua.
Ratusan warga dievakuasi ke Kantor Kecamatan yang berada dekat dengan Kelurahan Jaya. Belum ada laporan resmi pemerintah soal jumlah rumah yang terkena musibah ini berikut kerugian materiil dan korban jiwa.(*)

Foto-foto : Umay Delta, Jaya Hartawan, Google Maps

16 Desa di Luwu Utara Diterjang Banjir

MASAMBA – Tingginya curah hujan yang mengguyur Luwu Utara sejak Sabtu malam (27/02) membuat ratusan rumah di lima kecamatan terendam banjir. Lima kecamatan yang diterjang banjir tersebut adalah Kecamatan Baebunta, Malangke, Malangke Barat, Mappedeceng dan Sukamaju. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Malangke dengan ketinggian air mencapai satu meter lebih.

Banjir diakibatkan meluapnya Sungai Baliase dan Sungai Rongkong, sehingga sejumlah desa di lima kecamatan tersebut terisolir, akses jalan terendam banjir yang cukup tinggi. Tinggi air bervariasi antara 70 cm hingga mencapai 2 meter.

Ruas jalan, pemukiman dan areal kebun warga yang diterjang banjir membuat pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI dan Polri melakukan assessment  (pendataan) guna memberi bantuan kepada warga yang terkepung banjir.

Malik, salah seorang warga desa Tingkara Kecamatan Malangke mengatakan banjir yang terjadi kali ini terbilang cukup parah, namun demikian ia dan keluarganya sudah terbiasa dengan kondisi tahunan yang menghampiri desa ini serta desa-desa yang ada disekitarnya. Menjadi langganan banjir sudah menjadi rutinitas ia dan warga di desa ini.

Dalam banjir kali ini, paling kurang 16 desa yang diterjang dari 5 kecamatan yakni Kecamatan Baebunta (4), Kecamatan Malangke Barat (3) Kecamatan Malangke (3), Kecamatan Mappedeceng (5) dan Kecamatan Sukamaju (1).

Syahrul, Korlap Reaksi Cepat BPBD Lutra menyebut ke 16 desa yang diterjang banjir kali ini adalah Desa Beringin Jaya, Lembang Lembang, Mario, Polewali, Girikusuma, Pettalandung, Tingkara, Limbong Wara, Wara, Cenning, Cendana Putih Dua, Kapidi, Ujung Mattajang, Mangelle, Tarra Tallu dan Ladongi.(Marwan)

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius