Tampilkan postingan dengan label MADANI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MADANI. Tampilkan semua postingan

Sarkawi : Investasi Politik Dan Sosial Pemicu Tingginya Elektabilitas Husler

BURAU - Legislator Partai Gerindra Luwu Timur, Sarkawi A. Hamid menegaskan tingginya popularitas dan elektabilitas calon bupati Muhammad Thorig Husler, dikarenakan investasi politik dan investasi sosial yang dimiliki kandidat nomor urut 3 ini. Pernyataan ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Luwu Timur itu saat memberikan testimony politik kampanye pasangan Husler- Iwan di Desa Benteng Kecamatan Burau Jumat, 20/11, kemarin.
“Pak Husler telah menanamkan investasi politik dan investasi sosialnya di daerah ini selama 5 tahun terakhir. Dua hal ini menjadikan Husler lebih dekat dengan masyarakat hingga ke pelosok desa,” tegas Sarkawi di hadapan ratusan massa yang didominasi komunitas Hindu setempat.
Seperti dikutip LutimTerkini.com, lebih lanjut dikatakan legislator asal daerah pemilihan Wotu-Burau ini, bahwa kedekatan Husler dengan masyarakat dengan menghadiri berbagai kegiatan yang digelar hingga  ke tingkat grass root, menjadi modal besar yang disebutnya “ investasi sosial” serta kemampuan beliau dalam memberikan pelayanan maksimal semasa berada di lingkungan birokrasi yang menjadikan Husler dikenal dan disukai masyarakat. “ Di saat calon lain baru menjanjikan program kerja, justru Husler sudah membuktikannya. Maka jangan heran, jika mayoritas masyarakat Luwu Timur menginginkan beliau melanjutkan pembangunan di daerah ini,” terang Sarkawi.
Kampanye Pasangan Husler- Iwan (Madani) di Desa Benteng difasilitasi oleh Ketua DPC PPP Luwu Timur Hasan Amin, sekaligus menyalurkan bantuan kepada komunitas masyarakat Hindu di daerah tersebut. “terima kasih atas dukungan warga Burau, khususnya komunitas warga Hindu yang tetap konsisten dan solid mendukung kami dalam perhelatan pilkada 9 Desember mendatang,” sebut Husler.

Sementara calon wakil bupati Irwan Bachri Syam, dalam pertemuan ini kembali menegaskan program pendidikan gratis hingga jenjang sarjana serta sejumlah program unggulan lainnnya yang akan diterapkan, jika masyarakat memberi amanah memimpin Luwu Timur lima tahun ke depan.(lutimterkinicom/wendy)

Pasangan MADANI Menghadap Datu Luwu Mohon Restu Ikut Pilkada Lutim

PALOPO. Tak mau kalah dengan langkah Indah Putri Indriani (Calon Bupati Lutra) maka calon Bupati Luwu Timur yang juga mantan Wakil Bupati Muhammad Thorig Husler (MTH) serta pasangannya Irwan Bachri Syam (IBAS) yang mengusung tagline MADANI, pada hari Minggu sore (06/09) sekitar pukul 16.15 Wita mendatangi Istana dan bertemu Datu Luwu Sri Paduka Opu Andi Maradang Mackulau Opu To Bau. Mengenakan setelan adat berwarna orange dan hitam calon bupati dan wakil bupati Luwu Timur ini hadir diantar ratusan pendukungnya serta tim pemenangan MADANI.

Dalam kesempatan itu MTH diberikan pin Kedatuan Luwu  sebagai simbol perjuangan Husler dan Ibas adalah perjuangan rakyat Luwu dan mendapat restu dari Datu Luwu sehingga kelak jika terpilih MTH-Ibas harus teguh dan kukuh pada perjuangan untuk membela hak-hak rakyat Luwu serta menjunjung tinggi adat istiadat dan pesan-pesan leluhur, para tetua adat agar pemimpin itu harus selalu dekat dan tak boleh jauh dari rakyatnya serta menjalankan amanah dengan baik. Datu Luwu juga mengatakan, pin kedatuan yang dipasang dekat dengan jantung itu merupakan simbol bahwa  upaya MTH-Ibas untuk menakhodai Luwu Timur telah mendapat restu dan akan senantiasa dikenang oleh sejarah juga setiap denyut nafas MTH-Ibas selalu akan tampil di depan bersama rakyat Luwu dan pihak Istana, perlambang tak ada jarak antara keduanya.

Husler sendiri mengaku kedatangan dirinya bertemu Datu adalah upaya seorang anak yang ingin maju berperang harus  memohon restu orangtua. Datu Luwu adalah lambang kebesaran dari Luwu Raya yang masih terjaga hingga kini, sehingga sebagai putra Luwu kehadiran dirinya dan Ibas adalah bagian agar sejarah Luwu Raya yang heroik dan disegani tetap berlangsung, kelak sebagai pemimpin ia berjanji akan mengembalikan kebesaran Luwu Raya.

“sebagai putra Luwu yang diharapkan bisa memegang amanah tentu harus menghormati adat istiadat. Sebagai bagian dari penghormatan itu, kami berdua datang langsung jauh-jauh dan memohon restu beliau,” tuturnya saat selesai diterima Datu dan beranjak meninggalkan istana.(Iccank Razcal)

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius