Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan

Dua Kandidat Walikota Buka Lomba Burung Berkicau

PALOPO – Sekitar 500 ekor burung bertarung dalam “Latihan Prestasi Solo Kicau Mania Palopo 2016” di Lapangan Kodim Salubulo Palopo, Minggu 16/10/2016 kemarin. Event ini dibuka oleh Akhmad Syarifuddin Daud atau Ome yang juga dikenal sebagai penggemar burung dan Budi Sada yang dikenal dekat dengan komunitas pecinta unggas burung di Kota Palopo. Keduanya terlihat kompak dan enjoy melewatkan akhir pekannya dengan aktifitas yang dilakukan oleh Komunitas Kicau Mania Palopo-Solo Kicau ini.

Latpres ini diawali pelepasan sepasang burung merpati oleh Ome didampingi Muh Idrus selaku Ketua Panpel. Serta dirangkaikan kata sambutan oleh Budi Sada. Kedua tokoh yang sedang ramai diwacanakan maju dalam Pilkada Palopo ini terlihat mesra duduk berdampingan dan bercengkrama di kursi VIP. Komunikasi kedua kandidat ini nampak cair sambil bersendagurau menyaksikan pertarungan burung berkicau yang dibagi dalam 21 kelas, diantaranya kelas Murai Batu Sumatera, Murai Batu Kalimantan, Pleci bebas, Kenari Kalitan, Kenari Bebas, Cucak Ijo, serta Love Bird dalam berbagai kategori setiap jenisnya.
Ome mengaku antusias penyuka burung di Luwu Raya sangat tinggi dibuktikan dengan kehadiran peserta yang rata-rata berasal dari luar Kota Palopo. Peserta berasal dari Soroako, Wawondula, Lambarese, Bonebone, Sukamaju, Masamba, Bajo, Cilalang, Belopa, Padangsappa, Bua, Lamasi, Tana Toraja serta Palopo sendiri selaku tuan rumah. Untuk itu Wakil Walikota Palopo ini mengimbau agar kegiatan seperti ini harus terus dilakukan kalau perlu dengan skala yang lebih besar lagi.

Budi Sada dalam sambutannya mengajak semua masyarakat terutama komunitas satwa pecinta burung se Luwu Raya agar ikut peduli pada lingkungan hidup dengan melestarikan burung dan menjaga ekosistem yang ada. Pak Kumis demikian sapaan akrabnya sangat terkesan dengan kegiatan positif Solo Kicau Mania-KMP yang baru pertama kali ia saksikan ini.

Baik Ome maupun Budi Sada mengapresiasi kegiatan ini seraya menjanjikan akan membuat satu lagi event kontes burung berkicau berskala regional tingkat Sulsel. Keluar sebagai juara umum dalam event ini Komunitas Burung Kicau CBC Soroako dengan memboyong 9 Piala untuk kelas Murai Batu Sumatera type C, Kenari Kalitan, Love Bird type C serta Kacer. Komunitas Solo Kicau menyabet  juara burung Murai Batu Kalimantan dengan burung yang diberi nama “Gading” dan “Black Steel”. Menariknya, “Ayu Tingting” juga ikut berlomba dalam kelas Lovebird. Burung milik komunitas Walmas ini bahkan ikut meraih penghargaan.

Muh. Idrus selaku Ketua Panpel mengaku bangga dan berterimakasih kepada semua pihak atas terselenggaranya event ini. “Ini membuktikan bahwa Kota Palopo akan semakin hebat di tahun-tahun mendatang karena salah satu ciri berkembangnya suatu kota adalah dengan semakin tumbuh suburnya komunitas-komunitas kreatif yang ada sebagai bagian dari tingginya partisipasi warga membangun kotanya,” jelas dia.

“atas nama panitia kami meminta maaf jika dalam penyelenggaraan event kali ini terdapat banyak kekurangan dan Insya Allah akan kami sempurnakan dalam kontes besar mendatang dimana diharapkan semua kabupaten se-Sulsel bisa turut ambil bagian,” kuncinya.(*)

Silaturahmi Ketua Panpel Latpres Burung Berkicau 2016 di Posko Budi Sada


PALOPO - Ketua Panitia Lomba Latpres Burung Berkicau 2016, Muh. Idrus bertemu Kandidat Walikota Palopo, Budi Sada di Poskonya Sabtu siang,  08 Oktober 2016. Dalam kunjungan silaturahmi ini, Muh Idrus yang juga Sekretaris PWI Luwu Raya sekaligus Pemimpin Umum Deteksi News mengatakan, Budi Sada berkontribusi besar dalam menyukseskan lomba bagi komunitas pecinta burung yang dilakukan oleh Kicau Mania Palopo/Solo Kicau Palopo yang rencananya akan digelar minggu depan, 16 Oktober 2016 di Lapangan Salubulo, Palopo.  

Lomba ini sendiri kabarnya akan diikuti oleh ratusan penggemar burung berkicau berbagai jenis burung seperti love bird, murai batu Sumatera, kacer, cucak ijo, kenari bebas, kenari kalitan, pleci bebas, lokal, dan murai batu Borneo. Pihak panitia menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan, trophi dan piagam sembari menyiapkan event besar berikutnya berskala nasional.

Budi Sada yang dikenal sebagai tokoh yang merakyat ini sangat antusias dan bergembira komunitas penggemar burung di Kota Palopo mau berkontribusi dan bersinergi membangun Kota Palopo. Ia mengharapkan event ini gemanya lebih luas dan jalinan silaturahmi sesama penggemar burung dapat terbangun dengan baik.(*) 

Berkeliaran, Anak Punk Ditangkapi di Toraja Utara

RANTEPAO - Komunitas / Organisasi Punk asal Kendari, Polmas, Kolaka, dan Toraja yang berkeliaran berhasil diringkus oleh Satpol PP Toraja Utara saat melakukan patroli di sekitar Lapangan Bakti Rantepao Kamis, 03/03/2016.

Berdasarkan salah satu anggota Satpol-PP sebut saja Simson mengatakan bahwa saat melakukan operasi dan penertiban di pesisir Kota Rantepao tak sengaja melihat sejumlah anak berusia 12-17 tahun berpenampilan layaknya anak punk langsung diambil. Diduga mereka adalah kelompok anak jalanan yang tergabung dalam komunitas Punk Street Sulawesi.

“Meski kelompok ini tidak melakukan perlawanan, tidak membuat kericuhan atau tindak kurang menyenangkan lainnya, namun jangan sampai ada masyarakat merasa terganggu atas kedatangannya dan melakukan hal yang tak diinginkan, “ ucap Simson

Hal demikian sudah dikoordinasikan kepada Kepala Satpol (Kasat) Aris Pakilaran terkait tindak lanjut yang akan diberikan kepada Anjal ini sebab beliau lagi tugas luar di Kota Palu.

Kelompok Punk ini terdiri 7 anggota, 1 wanita dan 6 Pria.(BB / Editor : Iccank)

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius