Tampilkan postingan dengan label Haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Haji. Tampilkan semua postingan
Subhanallah 310 Orang Tewas Saat Melontar Jumrah, 1 Jamaah Indonesia

Subhanallah 310 Orang Tewas Saat Melontar Jumrah, 1 Jamaah Indonesia


JAKARTA - Seorang jemaah haji asal Indonesia dikabarkan menjadi korban saat desak-desakan menuju jalan melontar jumrah, di Mina, Arab Saudi, Kamis (24/9). Namun, kabar ini masih terus dikonfirmasi pihak Indonesia.

"Kami sampaikan juga bahwa jemaah yang kami identifikasi sampai saat ini baru satu orang (dari Indonesia)," kata Kepala Kerja Daerah Mekah Arsyad Hidayat, saat jumpa pers di Mekah, seperti ditayangkan langsung TVRI,  Kamis (24/9) sore.
Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi karena ada jemaah haji yang tiba-tiba berhenti kemudian terdorong dan terinjak-injak.

Arsyad mengatakan, jalur 204 yang terjadi kecelakaan itu bukan jalur yang biasa dilewati jemaah asal Indonesia. Menurutnya, jalur itu biasa digunakan jemaah dari negara lain.
Arsyad mengatakan, beberapa hari lalu juga sudah menggelar pertemuan dengan para ketua kelompok terbang jamaah haji asal Indonesia. Disepakati, kata dia, hari ini jemaah haji Indonesia dilarang melontar jumrah mulai pukul 8.00-11.00 waktu setempat. 

"Karena pada waktu-waktu itu jemaah sangat ramai melontar jumrah," ujarnya.  Kemudian, 11 dan 12 Dzulhijjah, lanjut dia, jemaah haji Indonesia dilarang untuk melontar jumroh pukul 13.00-16.00. (*)

Courtesy : JPNN
Video : Metro TV 

Bupati Torut Minta Kuota Jemaah Haji Ditambah Lagi


RANTEPAO - Bupati Toraja Utara, Frederik Batti Sorring  resmi melepas 9 orang calon jemaah haji asal Toraja Utara  untuk mengikuti  ibadah haji di Mekkah, yang dilaksanakan  di Ruang Pola Bupati, Senin 14 September kemarin.

Dari jumlah sembilan orang itu terdiri dari 2 laki-laki dan 7 orang perempuan. Rencananya Senin malam (14/9) kemarin, diberangkatkan ke Makassar dan ditampung di Asrama haji  di Sudiang  Makassar, selanjutnya akan berangkatkan ke Mekkah, Rabu 16 Septemper pukul  4.00 Wita dini hari bersama dengan calon jemaah haji dari Tana Toraja sebanyak 19 orang lewat kloter 25.

Dalam sambutannya,  Kepala Kantor Departemen Agama Tana Toraja, Yohanis Lora, mengatakan jumlah sembilan orang calon jemaah haji dari Toraja Utara, sebetulnya suatu jumlah yang masih sangat kurang dan tentunya akan hal ini Toraja Utara dirugikan.
Pasalnya, kata dia, jumlah warga masyarakat muslim di Toraja Utara ada sebanyak 20 ribu orang, sehingga dari rumus perhitungannya untuk mendapatkan kuota 1/1000  orang, atau dari jumlah 20 ribu orang itu harusnya kuota  untuk Toraja Utara ada sebanyak 20 orang yang harus berangkat, tapi hanya sembilan orang.

Namun kata Yohanis, dengan minimnya jumlah kuota tersebut, pihaknya  dapat memaklumi sebab Toraja Utara hingga kini belum memiliki kantor sendiri yaitu Kantor Departemen Agama.  Untuk itu kata dia, dirinya penuh  harap agar  kedepan dalam waktu  dekat  kantor tersebut sudah ada di Toraja Utara.

Sementara dalam acara pelepasan  calon jemaah haji ini, Bupati  Sorring berpesan agar  calon jemaah haji yang mau berangkat supaya  tetap menjaga diri, menjaga kesehatan  selama  masa   menunaikan ibadah haji di Mekkah.

Harapan doa Sorring agar sekembalinya nanti dari Mekkah hingga sampai di Toraja dapat tiba dengan selamat, tidak kurang satu apapun  termasuk tetap    dalam kondisi yang prima.

“Menunaikan ibadah haji itu adalah panggilan Tuhan,  saya berdoa agar  calon jemaah haji  yang mau berangklat agar hati-hati, tetap  menjaga kondisi kesehatan begitupun setelah pulang nanti semuanya dalam kondisi yang prima dan tidak kurang satu apapun,” doa Sorring.

Hadir dalam  pelepasan  calaon jemaah haji ini,  selain dihadiri oleh kelurga  masing –masing calon jemaah haji , juga dihadiri oleh Wakil Bupati Frederik Buntang Rombelayuk dan Asisten II Yorry Lesawengen.(*)

Laporan/Foto : Bazry Budi

Editor : Iccank Razcal

Innalillahi, Ini Daftar Jamaah Haji Korban Tragedi Mekkah


Korban tragedi jatuhnya alat berat di Masjidil Haram, Mekkah pada Jumat (11/9) meningkat. Terakhir diberitakan BBC, korban luka mencapai 230 orang. Sedangkan total jumlah meninggal dunia adalah 107 orang, termasuk dua orang jemaah asal Indonesia.

Perkembangan terbaru soal jumlah korban dicuitkan petugas sipil Arab Saudi melalui akun Twitter resmi.

Alat berat berwarna merah tiba-tiba roboh dan menimpa jemaah yang sedang melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, sekitar pukul 17.45 waktu setempat. Itu merupakan jeda antara salat Ashar dan Magrib.
Berdasarkan sebuah video amatir yang diunggah ke YouTube, alat berat itu bergoyang dan jatuh karena kondisi Mekkah saat itu dilanda badai angin dan hujan deras.

Jatuhnya alat berat menimbulkan debuman keras disusul teriakan panik dari orang-orang. Alat berat yang jatuh merupakan bagian pembangunan Masjidil Haram yang belum tuntas.

Petugas menyampaikan, Masjidil Haram akan diperluas sekitar 400 ribu meter persegi agar lebih layak menampung 2,2 juta orang yang beribadah bersamaan.
Lebih dari tiga juta jemaah haji pada 2012 memenuhi Masjidil Haram. Mulai 2013 pemerintah Arab Saudi pun memutuskan mengurangi kuota dengan alasan keamanan.
Indonesia selama ini dikenal sebagai negara dengan jumlah jemaah haji yang cukup banyak. Jemaah Indonesia termasuk yang menjadi korban dalam tragedi jatuhnya alat berat di Masjidil Haram itu.

Diterangkan Syailendra Dharmakitri, Konjen RI di Jeddah kepada CNN Indonesia, dua warga negara Indonesia meninggal dan 30 lainnya luka berat serta ringan. Korban luka sedang dirawat di dua rumah sakit.

Sementara itu, Panitia Penyelenggara Haji Indonesia  (PPHI) 1436 H/2015 Arsyad Hidayat mengatakan, hingga siang ini jumlah anggota jemaah Indonesia yang menjadi korban peristiwa robohnya alat berat crane di Masjidil Haram tercatat 33 orang (2 meninggal & 31 luka-luka). Yang luka-luka, 1 dirawat di BPHI (Balai Pengobatan Haji Indonesia) & 30 lainnya dirawat di RSAS (Rumah Sakit Arab Saudi).


Berikut nama korban meninggal & luka-luka :

1. Iti Rasti Darmini dari kloter 23 embarkasi Jakarta #Bekasi (wafat)
2. Masnauli Sijuadil Hasibuan dari kloter 009 embarkasi Medan (wafat)
3. Suji Syahbaini Irono dari kloter 014 embarkasi #Batam (BPHI)
4. Ernawati Muhammad Saad kloter 01 embarkasi Batam (nomer 4-33 dirawat di RSAS)
5. Kursia Nanting Lembong kloter 016 embarkasi Batam
6. Nasriah Binti Muhammad Abdurrahman kloter 01 embarkasi #Aceh
7. Ardian Sukarno Effien kloter 007 embarkasi Jakarta-Pondok Gede
8. Teti Herawati Mad Saleh kloter 005 embarkasi Jakarta-Bekasi
9. Apip Sahroni Rohman kloter 005 embarkasi Jakarta-Bekasi
10. Emmiwatty Janahar Saleh kloter 008 embarkasi Medan
11. Nur Baik Nasution kloter 009 embarkasi Medan
12. Sopiah Taizir Nasution kloter 009 embarkasi Medan
13. Tri Murti Ali kloter 003 embarkasi Padang
14. Zulfitri Zaini Haji kloter 003 embarkasi Padang
15. Zalniwarti Munaf Umma kloter 004 embarkasi Padang
16. Ali Sabri Selamun kloter 007 embarkasi Padang
17. Umi Dalijah Amat Rais kloter 024 embarkasi Solo
18. Endang Kaswinarni Poerwomarton kloter 046 embarkasi 046
19. Djumali Jamari Setro Wijoyo kloter 052 embarkasi Solo
20. Murodi Yahya Kasani kloter 001 embarkasi Surabaya
21. Hasan Mansur Ahmad kloter 010 embarkasi Surabaya
22. Sainten Said Tarub kloter 015 embarkasi Surabaya
23. Nurrudin Baasith Sujiyono 021 embarkasi Surabaya
24. Isnainy Fadjarijah Abdul Djumali 021 embarkasi Surabaya
25. Saharmi Umar Kulasse kloter 002 embarkasi Makassar
26. Norma Latang Kullase kloter 005 embarkasi Makassar
27. Rosnallang Caco Baba kloter 005 embarkasi Makassar
28. Hadiah Syamsuddin Sako kloter 015 embarkasi Makassar
29. Muhammad Harun Abdul Hamid kloter 016 embarkasi Makassar
30. Fatmawati Abdul Djalil kloter 018 embarkasi Makassar
31. Abdul Djalil Conci Leta kloter 018 embarkasi Makassar
32. Rosdiana Mudu Toheng kloter 018 embarkasi Makassar
33. Erni Sampe Dosen kloter 018 embarkasi Makassar.

Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membuka layanan telepon dengan nomor 966 543603154 yg bisa dihubungi oleh keluarga jemaah dari Indonesia yg menjadi korban robohnya crane di Masjidil Haram.(kompas-cnn)

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius