![]() |
Korban berkerudung merah didampingi Kepsek SDN 1 Lalebbata, Zainuddin, S.Pd dan oknum guru (seragam batik abu-abu) pada saat pertemuan dengan pihak orangtua korban.(Ist) |
PALOPO – Guru
adalah pendidik yang dituntut untuk sabar dan mampu mengendalikan emosi. Namun
apa yang terjadi jika seorang guru dengan mudahnya naik pitam dan melakukan
tindak kekerasan pada siswanya sendiri. Seperti yang terjadi pada Aliyah siswi
kelas 5 SDN 01 Lalebbata yang mendapat perlakuan kasar dari gurunya, usai praktek
olahraga sekitar jam 09.30 Kamis 13/10/2016.
Aliyah
disiram dengan kopi panas dibagian wajah sebelah kiri hingga wajah anak ini
memerah.Menurut paman korban, Rawas Sakti, guru yang melakukan penyiraman tersebut
sudah dipertemukan oleh Kepala Sekolah untuk didamaikan. Kronologis kejadian
seperti dituturkan Rawas Sakti, siswi SDN 01 Lalebbata tersebut sedang asyik bermain di dalam kelas usai
melakukan praktikum olahraga di luar kelas. Sang guru pun masuk ke dalam kelas
dan mendapati siswi tersebut sedang bermain dengan teman-temannya. Tanpa
menegur terlebih dahulu, sang guru langsung menyiramkan kopi panas ke wajah Aliyah.
Sang anak langsung menangis menahan kesakitan karena kopi yang disiramkan masih
panas sehingga ia mengaduh kesakitan. Dan terlihat jelas wajah sang anak
kelihatan memerah.
Tidak
terima diperlakukan semena-mena, ibu dari korban langsung menelpon saudaranya
atau paman korban bernama Rawas Sakti. Kebetulan paman korban adalah salah seorang
pengurus Partai Nasdem Kota Palopo.