Tampilkan postingan dengan label Aksi Demo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aksi Demo. Tampilkan semua postingan

Sopir Angkot Mogok Hari Ini, Kenapa?


PALOPO/MAKASSAR - Puluhan sopir angkutan umum (angkot) se kota Makassar hari ini menggelar mogok kerja, Senin (6/2/2017).
Selain itu, beberapa sopir juga terlihat menggunakan kayu balok sambil menghadang para sopir menarik penumpang.
Salah satu sopir angkutan yang berada di Jalan A Pettarani Makassar, Dg Liwang mengatakan, para sopir hari ini harus mogok korja dan tidak menarik penumpang.
“Kami hari ini mogok kerja, jika ada sopir memuat penumpang maka kami paksa penumpangnya turun di tengah jalan saja,” kata Dg Liwang.
Terlihat aksi mogok kerja para sopir angkutan mulai berkumpul di Jalan A Pettarani depan Kampus UNM maupun di Jalan Sultan Alauddin dekat terminal Mallengkeri. 
Sementara itu di Kota Palopo aksi berjalan damai, mereka menemui wakil rakyat di gedung DPRD Palopo guna menyampaikan tuntutan agar pemerintah memperhatikan nasib mereka serta tingginya pajak bagi angkot yang kian hari kian susut jumlah penumpangnya itu karena sangat murahnya harga penjualan kendaraan saat ini.(ist)
Sumber: Tribun Timur dan IniKata.com

Murid Pindahan Didemo, Akram Tengarai Ditunggangi Oknum Guru Sendiri

PALOPO – Suasana belajar mengajar di SMAN 1 Palopo, Rabu 26/10/2016 mendadak terhenti sejak jam pelajaran pertama. Siswa-siswi diduga dikerahkan dan diorganisir oleh oknum guru untuk melakukan aksi unjuk rasa menentang kebijakan kepala sekolahnya sendiri yang menerima murid pindahan dari salah satu sekolah yang ada di Kota Palopo.
Dalam aksinya mereka membawa spanduk bertuliskan, “Ini Sekolah Favorit atau Pembuangan?” dan “Kami Tolak Siswa Yang Tidak Naik Kelas!"
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo, Akram Risa sangat menyayangkan adanya mimbar bebas yang dilakukan siswa SMAN 1 Palopo terkait aksi menolak siswa pindahan dari salah satu sekolah yang juga ada di Kota Palopo. "Terkait aksi di SMAN 1 tadi, sementara dipelajari. Ditengarai aksi ini ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan lainnya. Dan jika terbukti maka akan diberikan sanksi yang tegas, " ucap Akram. 
Menurut Akram, saat ini, pihaknya sudah mengantongi tiga nama yang diduga dalang dari aksi mimbar bebas ini. "Dalangnya sudah kami kantongi, saya juga sudah koordinasikan dengan kepala sekolah yang saat ini sedang di Makassar untuk segera koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi," ujar Akram. Pihaknya berjanji untuk segera menyelesaikan kasus ini. Pasalnya, kalau kasus ini dibiarkan berlarut-larut, dapat mencoreng dunia pendidikan di Kota Palopo yang sudah menasional. "Guru berprestasi tingkat nasional yang ditetapkan tahun ini adalah guru dari Kota Palopo," jelas Akram.

Sementara itu, Muharram, orang tua siswa yang berinisial MH yang ditolak di SMAN 1 Palopo, mengaku sangat kecewa dengan adanya aksi penolakan anaknya untuk bersekolah. Dia bahkan meyakini, ada oknum guru yang sengaja memprovokatori siswa untuk melakukan aksi penolakan itu.
“Tidak mungkin ini murni dilakukan para siswa, pasti ada aktor intelektual dibalik aksi ini,” tegas Muharram.
Muharram menambahkan, anaknya yang dipindahkan ke SMA Negeri 1 Palopo karena persyaratan secara administrasi telah memenuhi kritirea untuk bersekolah di SMA Rujukan yang ada di kota Palopo tersebut.
Dia juga membantah rumor jika anaknya tidak naik kelas di sekolah sebelumnya, sehingga mengajukan pindah ke SMA Negeri 1 Palopo.
“Nilainya tuntas semua dan memenuhi standar kriteria minimal. Kalau dinyatakan tidak naik kelas, silahkan pertanyakan di kepala sekolah asalnya, karena semua berkas administrasi tidak ada yang palsu, dan disitu dinyatakan naik ke kelas XII,” tutur Muharram kesal.
“Fungsi guru itu seharusnya mendorong anak untuk belajar, bukan malah menghalangi anak yang punya keinginan untuk belajar. Apalagi kalau ada oknum guru yang mempropaganda guru lain, terlebih lagi kepada siswa,” ungkapnya kecewa.(*)
Foto-foto : Media Duta, Instagram siswa

Aksi Buruh 1 September, Apa Saja Tuntutan Mereka?

Tepat tanggal 1 September hari ini, berbagai element buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Indonesia (GBI) akan melakukan aksi di berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian dan juga keprihatinan buruh terhadap kondisi perekonomian dan perburuhan di negeri ini. Terutama ancaman PHK yang saat ini membayangi buruh akibat ketidak becusan pemerintah saat ini dalam mengelola perekonomian negara. Akibatnya harga-harga kebutuhan pokok sangat mahal, serta lemahnya rupiah berimbas pada biaya produksi yang tinggi. Sehingga demi memangkas biaya, maka banyak buruh dan pekerja yang menjadi korbannya. Aliansi yang terdiri dari berbagai elemen buruh seperti KSPI, KSPSI AGN, KSBSI, SBTPI dan berbagai elemen pekerja lainnya ini juga menyoroti akan jeleknya pelayanan BPJS kesehatan, yang mana tidak sesuai dengan harapan buruh dan rakyat negeri ini. Selain itu juga kelakuan pemerintah dan pejabat yang seolah-olah tutup mata dan mengijinkan pekerja asing terutama Cina, untuk bekerja di negeri ini mulai dari pekerja kasar hingga level profesional sangat menyakiti perasaan rakyat dan buruh Indonesia. Dimana lowongan pekerjaan yang seharusnya bisa diisi oleh rakyat atau pekerja pribumi malah diberikan kepada pekerja asing yang tidak bisa berbahasa Indonesia.
Berikut ini tuntutan buruh dalam aksi pada 1 September 2015 hari ini.
1. Turunkan harga barang Pokok (Sembako) dan BBM.
2. Buruh menolak PHK akibat melemahnya Rupiah dan perlambatan ekonomi.
3. Tolak masuknya Pekerja Asing atau Tenaga Kerja Asing harus wajib bisa berbahasa Indonesia.
4. Naikan upah minimum tahun 2016 sebesar 22 persen guna menjaga daya beli dan komponen hidup layak (KHL) sebesar 84 item.
5. Revisi Peraturan Pemerintah (PP) tentang jaminan pensiun yaitu manfaat pensiun buruh sama dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS), bukan Rp300 ribu perbulan setelah 15 tahun.
6. Perbaiki pelayanan Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan dengan menghapus sistem INA CBGs dan Permenkes No 59 tahun 2014 yang membuat tarif murah. Tolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, tambah dana PBI menjadi Rp30 Triliun, provider RS atau klinik di luar BPJS bisa digunakan untuk COB.
7. Bubarkan pengadilan buruh atau PHI dengan merevisi UU 2/2004 tahun ini juga.
8. Penjarakan Presdir PT Mandom Bekasi yang telah mengakibatkan 27 buruh meninggal serta copot Menaker yang tidak berbuat apapun.
Aksi buruh hari ini akan dipusatkan di ibukota negara yaitu Jakarta, dimulai dari titik kumpul di Bundaran Hotel Indonesia kemudian long march menuju Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi buruh dan rakyat Indonesia. Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa ada ancaman dari aparat yang akan menangkap para pimpinan buruh, jika tetap melaksanakan aksi hari ini. Semoga isu tersebut hanya rumor belaka, sehingga aksi buruh hari ini akan berjalan lancar dan semua tuntutan buruh dapat dipenuhi oleh Presiden beserta jajaran di  pemerintahannya. Jika tidak dipenuhi tampaknya patut dipertanyakan jiwa nasionalisme dan juga kepedulian serta keinginan atau usaha untuk mensejahterakan rakyatnya sendiri.(Nur Ansyahri)
Courtesy : https://nzahry.wordpress.com
Foto : Getty Images 

Cerdas, Bersahaja dan Relijius

Cerdas, Bersahaja dan Relijius